Tutup Iklan
Dua perahu nelayan tetap nekat melaut di perairan Plawangan Puger, Jember, Kamis (19/7/2018). (Antara - Seno)

Solopos.com, PACITAN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan mengimbau para nelayan lebih waspada saat melaut. Hal ini karena gelombang besar sedang terjadi di Laut Selatan Jawa.

Kepala BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, mengatakan di Pacitan sendiri ketinggian gelombang laut selatan mencapai 4 meter. Dia menyampaikan bencana tsunami tidak bisa diprediksi secara pasti. Namun, potensi tsunami memang ada. Terlebih wilayah Indonesia berada di wilayah cincin api.

"Nelayan perlu memahami bahwa mereka hidup di wilayah rentan di kawasan ring of fire," kata dia saat dihubungi wartawan, Kamis (25/7/2019).

Dengan ketinggian gelombang itu, kata Didik, diharapkan para nelayan tetap waspada saat mencari ikan. Nelayan harus memperkuat peralatannya.

"Nelayan itu sudah memiliki hitungan sendiri dengan kearifan lokal. Dengan adanya imbauan dari BMKG tentunya para nelayan ini akan lebih waspada," kata dia.

Seorang nelayan di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Slamet, mengatakan sudah sepekan terakhir tidak melaut karena adanya gelombang tinggi di pesisir laut selatan. Ia mengaku takut karena kondisi gelombang cukup tinggi.

"Sebenarnya ikannya banyak. Tapi karena gelombangnya cukup tinggi, saya berhenti mencari ikan dulu," ujar dia saat berbincang dengan Madiunpos.com.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten