Sandiaga Uno dan Erwin Aksa. (Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso)

Solopos.com, JAKARTA -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus mengumpulkan bukti adanya kecurangan yang terjadi dalam Pemilu 2019.

Dia menyatakan pihaknya terus mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya kecurangan yang terjadi saat pencoblosan. Sebelumnya, BPN telah mengadukan 1.200 kasus kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait dugaan pelanggaran Pemilu 2019.

"Saya meyakini bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Djoko [Santoso] dan seluruh masyarakat sekarang, karena bukan BPN saja yang bergerak, tapi seluruh masyarakat ingin memastikan Pemilu kita jujur adil bermartabat," ujar Sandi, Minggu (28/4/2019).

Sebelumnya, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menuturkan bahwa Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) tidak bekerja profesional karena berbagai laporan yang dilaporkan BPN sepanjang penyelenggaraan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tak digubris. Sentra Gakkumdu terdiri atas unsur anggota Kejaksaan Agung, Polri, dan Bawaslu yang bertugas untuk melakukan untuk menangani tindak pidana Pemilu.
 
Bahkan, dia meminta agara Gakumdu dibubarkan. Andre menduga keberadaan kejaksaan dan kepolisian di dalam Sentra Gakkumdu tersebut membuat laporan-laporannya tak mampu ditindaklanjuti dengan baik.

Dia mencontohkan ada kasus yang sudah mendapat rekomendasi dari Bawaslu dan saksi ahli terkait pelanggaran Pemilu 2019. Tetapi, kepolisian dan kejaksaan dalam Gakkumdu, kata Andre, tidak mampu melanjutkan kasus tersebut. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten