Tutup Iklan

Keterlaluan! Pelatih Voli di Demak Tega Cabuli 13 Anak Didik, 1 Hamil

Pelecehan seksual terhadap anak didiknya yang masih di bawah umur dilakukan seorang pelatih voli di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng).

 Ilustrasi anak korban pelecehan seksual. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak korban pelecehan seksual. (Freepik)

Solopos.com, DEMAK — Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dilakukan seorang pelatih voli di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng). Pelatih voli berinisial LK ini tega mencabuli dan menyetubuhi anak didiknya yang masih remaja atau anak baru gede (ABG).

Kapolres Demak, AKPB Budi Adhy Buono, membenarkan terungkapnya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan pelatih voli terhadap anak didiknya. Total ada 13 ABG yang menjadi korban nafsu bejat pelatih voli tersebut, hingga satu di antaranya mengalami kehamilan dengan usia kandungan 8 bulan.

“Jadi kita mengungkap kasus persetubuhan dan pencabulan anak-anak di bawah umur. Ada juga salah satu orang [korban] yang sudah hamil sampai 8 bulan. Tersangka ini menyetubuhi dan mencabuli korban itu ada 13 anak. Tersangka sudah kita amankan,” kata Kapolres Demak, dikutip dari detik.com, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Bejat! Pria di Demak Rudapaksa & Ancam Bunuh 2 Anak di Bawah Umur

Budi mengaku tersangka diduga telah melakukan aksi bejatnya sejak Januari 2021 lalu. Aksi bejat itu dilakukan tersangka di rumahnya. Sedangkan, aksi asusila terakhir yang dilakukan tersangka terjadi pada April 2021 lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.

“Tersangka ini adalah oknum pelatih voli. Setiap dia melakukan aksinya itu dia mengiming-imingi ke korban mau dibelikan jersey, bola voli, dan sepatu. Jadi perlengkapan bola voli itu sebagai iming-iming dan setelah latihan itu para korban ini ada yang dikasih uang. Yang mau dicabuli itu dia dikasih uang,” ungkapnya.

Sementara itu tersangka LK saat dihadirkan dalam jumpa pers mengatakan bahwa dirinya menjadi pelatih voli sejak 2019. Dirinya mengaku melakukan aksi bejatnya sejak 2020, atau lebih lama dibanding keterangan yang diberikan kepada polisi.

“Sejak 2019 [melatih]. Sejak 2020 [melakukan aksi pencabulan],” ujar LK yang sebelumnya jualan sembako dan nasi di rumahnya itu.

Baca juga: Teknologi Tak Dapat Gantikan Peran Guru dalam Mendidik

LK mengaku bahwa korbannya yang hamil hingga 8 bulan tersebut ia perlakukan seperti anak. Korban tersebut saat kejadian masih berumur 14 tahun 8 bulan. Setiap hari korban diberi makan dan disetubuhi. Perbuatan bejat itu, dilakukannya saat istrinya bekerja di pabrik.

“Sudah ikut saya beberapa tahun yang lalu [korban yang hamil], sudah seperti anak saya sendiri. Saya kasih makan setiap hari. [Anak didik saya] 50 anak, putra-putri mulai usia SD,” terang LK.

Atas kasus tersebut LK dikenakan UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.


Berita Terkait

Espos Plus

Cerpen Selendang Bidadari

+ PLUS Cerpen Selendang Bidadari

Siapa tahu keberadaan bidadari itu bukanlah sekadar dongeng seperti pemikirannya selama ini. Mereka sedang mandi saat ini dan Darodin ingin mencuri selendangnya, satu saja.

Berita Terkini

Hidden Canyon, Mutiara Tersembunyi di Kaki Pegunungan Muria

Alasan penamaan tersebut karena ngarai tersebut berada di tempat tersembunyi dan memang belum banyak diketahui keberadaanya oleh banyak orang karena akses jalannya yang sulit.

Januari 2022 Puncak Musim Hujan, Jateng Siaga Banjir

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari 2022 dan mengingatkan warga Jateng waspada karena termasuk wilayah siaga banjir.

Saung Diterjang Banjir, Kakek di Brebes Terseret Arus Sungai Pemali

Seorang kakek di Brebes, Jawa Tengah (Jateng), dikabarkan hanyut akibat banjir yang melanda Sungai Pemali.

Innalillahi! Bus Rombongan Warga Toroh Grobogan Nyemplung ke Sungai

Bus rombongan warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh terguling dan masuk sungai di Desa Jeketro, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Bus Sudiro di Tol Semarang-Solo

Bus PO Sudiro Tungga Jaya jurusan Jakarta-Yogyakarta mengalami kebakaran di tol Semarang-Solo, Bergas, Kabupaten Semarang.

Angkut 30 Penumpang, Bus Sudiro Tunggal Kebakaran di Tol Semarang-Solo

Gangguan mesin menyebabkan bus PO Sudiro Tunggal mengalami kebakaran saat melintasi tol Semarang-Solo, tepatnya di Kabupaten Semarang.

PLN Bagikan Gerobak Molis kepada UKM Jateng, Dorong Produktivitas Usaha

PLN memberikan bantuan gerobak motor listrik (molis) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada pelaku UKM di Jateng untuk meningkatkan produktivitas usaha.

Polres Kudus Gerebek Tempat Produksi Minuman Keras Jenis Arak

Jajaran Polres Kudus menggerebek tempat produksi minuman keras atau miras di sebuah gudang, di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Sidak Wali Kota Semarang Viral, Warganet Ramai Ikutan Usul Ini

Unggahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan sidak di Kantor Kelurahan Bulusan, di akun instagram pribadinya mendadak viral.

Sejarah Vihara Buddhagaya Semarang

Vihara Buddhagaya di Semarang, Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang karena didirikan sejak 500 tahun lalu, tepatnya saat keruntuhan Majapahit.

Indahnya Sunrise di Taman Posong Lereng Sindoro Temanggung

Wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memiliki pesona wisata alam yang indah dan masih baru seperti Taman Posong.

Wisata Makam Apung di Pantai Sayung, Tak Tersentuh Air Laut

Demak memiliki objek wisata religi berupa makam apung milik Mbah Mudzakir yang konon tidak pernah terendam air laut meski terjadi gelombang tinggi.

Tragedi Berdarah! 5 Warga Slawi Tewas Diracun Dukun Pengganda Uang

Kisah tragis kali ini tentang tragedi berdarah yang merenggut lima nyawa warga Slawi akibat ulah dukun pengganda uang.

Banyak Tambang Ilegal di Merapi Rusak Lingkungan, Ganjar Pranowo Pusing

Gubernur Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat tidak sembarangan menerbitkan izin usaha penambangan karena banyak yang merusak lingkungan dan membuatnya pusing.

Kontroversi Gelar Kartini, Mestinya R. Ay Bukan RA, Begini Ceritanya

Gelar RA yang disematkan kepada Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia kurang tepat, karena dalam budaya Jawa gelar Kartini mestinya R.Ay.

Wisata Seru ke Wonosobo: Romantis, Eksotis & Magis

Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, memiliki sederet objek wisata alam yang romantis, eksotis, dan magis.