Tutup Iklan

Ketentuan Baru Hajatan Klaten: Tamu Luar Kota Wajib Bawa Bukti Bebas Covid-19

Pemkab Klaten menetapkan sejumlah ketentuan baru terkait penyelenggaraan hajatan warga di tengah meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

 Ilustrasi hajatan saat pandemi Covid-19. (Dok.Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan saat pandemi Covid-19. (Dok.Solopos)

Solopos.com, KLATEN -- Pemkab Klaten menetapkan sejumlah ketentuan baru terkait penyelengaraan hajatan. Masyarakat masih diizinkan menggelar hajatan di tengah peningkatan kasus Covid-19 seusai Lebaran lalu.

Namun, acara hajatan itu harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hajatan harus menerapkan sistem drive thru dan tanpa diisi kegiatan hiburan. Selain itu, tamu dari luar daerah wajib menyertakan surat bukti bebas Covid-19.

Ketantuan itu tertuang dalam SE bupati terkait perpanjangan PPKM mikro yang berlaku pada 15-28 Juni 2021. “Hajatan digelar secara drive thru dan tanpa disediakan kursi [untuk tamu],” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, saat ditemui Solopos.com di Setda Klaten, Jumat (18/6/2021).

Baca Juga: Objek Wisata Klaten Tutup Sabtu-Minggu Pekan I dan III, Awas Kecele!

Selain digelar secara drive thru, dalam ketentuan baru hajatan warga Klaten, makanan dan minuman harus disajikan dalam wadah untuk dibawa pulang oleh tamu. Sementara jumlah tamu undangan yang datang dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas tempat.

Tamu dari luar kota wajib menyertakan hasil negatif tes rapid antigen atau tes PCR yang berlaku 1 x 24 jam. Acara hajatan di rumah tidak diperkenankan rewangan secara berkerumun.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan pembatasan maksimal 25 persen yakni jumlah tamu dari kapasitas tempat hajatan baik di gedung maupun di rumah. “Kegiatannya tanpa disediakan kursi untuk tamu,” kata Ronny.

Baca Juga: Mengharukan, Ibu Bocah 2 Tahun Hanyut Di Sungai Trucuk Klaten Ikut Mencari Sambil Bawa Pakaian Favorit Anaknya

Pengawasan Diserahkan Kepada Satgas Kecamatan/Desa

Soal pengawasan terkait ketentuan hajatan itu, Ronny menyerahkan ke masing-masing Satgas Covid-19 kecamatan hingga desa di Klaten. Satgas wilayah tersebut lah yang menentukan kegiatan hajatan diizinkan atau tidak.

“Seperti di Gantiwarno oleh Satgas diputuskan untuk kegiatan hajatan [dalam dua pekan] ditunda. Jadi keputusan diserahkan ke masing-masing satgas,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satgas Covid-19 Kecamatan Gantiwarno mengeluarkan surat imbauan penundaan kegiatan hajatan 15-29 Juni 2021. Kegiatan hajatan yang terlanjur diizinkan sebelum 15 Juni 2021, penyelenggara diminta tak menggelar resepsi namun hanya menggelar ijab kabul yang dihadiri paling banyak 10 orang dari kedua keluarga.

Baca Juga: Warga Positif Covid-19 Bertambah, 2 Kampung di Kerten Gantiwarno Klaten Lanjut Karantina Wilayah

Camat Gantiwarno, Lilis Yuliyati, mengatakan keluarnya surat imbauan itu berdasarkan hasil evaluasi satgas. Selain lantaran kasus Covid-19 yang belakangan menunjukkan tren peningkatan, keluarnya surat imbauan itu merujuk dari pemantauan kegiatan hajatan di beberapa lokasi.

Sejumlah kegiatan hajatan dinilai tak sesuai dengan surat pernyataan ketika mengajukan permohonan izin.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Arisan Online Boyolali Rp400 Juta Ditangani Polda Jateng

Di Boyolali terdapat empat laporan kasus tersebut dengan total nilai kerugian mencapai sekitar Rp400 juta. 

Polres Sragen Salurkan Bantuan Rp1,2 Juta untuk 2.500 PKL dan Warung

Para penerima bantuan merupakan warga yang tidak menerima bantuan lain, mereka terjaring pendataan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Pemilik Indekos Ungkap Kronologi Penggerebekan Prostitusi Gay di Solo

Pemilik indekos di Nusukan, Solo, mengungkapkan kronologi penggerebekan terduga pelaku prostitusi gay oleh Polda Jateng di indekosnya.

Kemah Bela Negara di Delingan Karanganyar Digelar Luring Tapi Terbatas

Kemah Bela Negara nanti akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Pelajar di Boyolali Juga Masuk Sasaran Vaksinasi Desa

Vaksinasi untuk pelajar dilakukan melalui pendekatan desa untuk mendukung rencana pembelajaran tatap muka di Boyolali.

SDN 1 Wonogiri Deklarasi Sekolah Ramah Anak

Deklarasi Sekolah Ramah Anak untuk mempertegas SDN 1 Wonogiri konsisten mengaplikasikan pembiasaan yang ramah anak.

Gibran Soal Prostitusi Gay di Nusukan Solo: Tak Ada Toleransi!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan tidak akan menoleransi pelanggaran hukum termasuk praktik prostitusi gay di Nusukan.

Prostitusi Gay di Nusukan Solo Terbongkar, Ini Kata Warga Sekitar

Warga sekitar tempat indekos yang jadi lokasi prostitusi gay di Nusukan, Solo, mengaku tidak tahu ada penggerebekan oleh Polda Jateng.

Waduh, Mayoritas Pasar di Sragen Ternyata Rawan Kebakaran

Untuk antisipasi potensi kebakaran, pedagang diimbau lebih berhati-hati dan bila memungkinkan dilakukan simulasi kebakaran pasar.

Percepatan Vaksinasi di Wonogiri Terkendala SDM Vaksinator dan Internet

Joko Sutopo menyiapkan langkah strategis untuk merampungkan vaksinasi sesuai target, seperti penjadwalan ulang, kesiapan SDM vaksinator, data, dan stok vaksin.

Ngeri Lur! Eks Terminal Kartasura Jadi Lokasi Pesta Miras dan Esek-Esek

Lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang mangkrak bertahun-tahun malah disalahgunakan untuk pesta miras dan mangkal PSK.

Pengakuan Pria Sragen Nekat Bakar Mobil Tetangga: Merasa Terganggu

Aaksi nekat bakar mobil tetangga tersebut dilakukan AN secara sadar tanpa melibatkan pihak lain dan tidak berkaitan dengan peristiwa di mana pun.

Asyik! 8 Mobil Listrik Bergaya Klasik Siap Antar Turis Keliling Solo

Pemkot Solo dapat bantuan delapan unit mobil listrik bergaya klasik untuk mengantar wisatawan blusukan tempat wisata di Kota Solo.

PTM di Wonogiri Tunggu Vaksinasi Siswa dan Guru Rampung

Wonogiri akan menggelar PTM jika seluruh murid dan guru selesai divaksinasi dan fasilitas pendukung memenuhi syarat.

Jumlah Petani Muda Makin Banyak

Gerakan menarik kaum muda di Kabupaten Klaten agar mau berkecimpung di dunia pertanian makin masif, salah satunya dilakukan Komunitas Petani Muda Klaten.

Jejak Limbah Ciu Hilang Tersapu Hujan, Kali Samin Sukoharjo Bersih Lagi

Air Kali Samin yang sempat berubah hitam karena tercemar limbah ciu dari sentra industi ciu Mojolaban dan Polokarto, Sukoharjo, kembali bersih.