KETENAGAKERJAAN MADIUN : 6,2 Juta WNI Bekerja Luar Negeri, Jatim Penyumbang Terbesar
TKI tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (12/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rivan Awal Lingga)

Ketenagakerjaan Madiun, jumlah TKI yang bekerja di luar negeri hingga kini ada 6,2 juta jiwa.

Solopos.com, MADIUN — Sekitar 6,2 juta rakyat Indonesia bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Dari jumlah itu, hampir 2 juta TKI bekerja di Malaysia.

Direktur Penempatan dan Perlindungan TKI Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, Sushendarno, mengatakan selain di Malaysia negara paling banyak menjadi tempat kerja warga Indonesia yaitu di wilayah Timur Tengah. TKI paling banyak berasal dari Provinsi Jawa Timur. (Baca juga: Menaker Berharap TKI Tak Berlama-lama di Luar Negeri)

“Total TKI kita di luar negeri sebanyak 6,2 juta orang, Jawa Timur masih menjadi provinsi penyumbang terbesar,” kata dia saat melakukan kunjungan di Madiun, Selasa (20/12/2016).

Sushendarno menuturkan pemerintah juga akan membangun pelayanan terpadu di beberapa kabupaten yang menjadi kantong TKI. Untuk Jawa Timur sudah ada layanan terpadu bagi warga yang hendak menjadi TKI.

Selain itu, pemerintah juga akan membentuk Desa Migran Produktif di setiap desa yang menjadi kantong TKI. Pada 2016 ini ada dua desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dan Wonosobo, Jawa Tengah, yang akan menjadi pilot project program Desa Migran Produktif ini.

Sedangkan pada 2017 akan ada 120 desa yang menyusul di seluruh Indonesia. “Tahun depan di Madiun dan Ponorogo juga akan dibentuk program ini karena memang di Madiun dan Ponorogo menjadi salah satu kantong TKI,” jelas dia.

Sushendarno menyampaikan program Desa Migran Produktif menjadi pusat informasi tentang ketenagakerjaan di luar negeri. Program ini akan bertempat di kantor desa dan akan ada petugas yang diambil dari mantan TKI untuk menjelaskan berbagai hal saat bekerja di luar negeri. Hal ini supaya calon TKI paham mengenai informasi di negara yang dituju.

“Selama ini calon TKI hanya mengetahui informasi ketenagakerjaan luar negeri dari pihak ketiga yang itu tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk itu, program ini sangat penting bagi calon TKI,” terang dia.

Dalam program Desa Migran Produktif juga akan memberdayakan keluarga TKI dan mantan TKI untuk mengelola uangnya dalam kegiatan produktif. Ini supaya ketika TKI sudah pulang ke Tanah Air tidak kebingungan mencari penghasilan.

“Jadi calon TKI yang hendak berangkat ke luar negeri juga tidak bingung mencari informasi dan untuk mantan TKI juga tidak bingung setelah pulang ke rumah. Untuk itu, kami juga akan bekerja sama dengan koperasi dan perbankan,” jelas dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom