Ketemu Ganjar, Buruh Jateng Minta UMP 2022 Naik Rp400.000

Perwakilan organisasi buruh di Jateng bertemu dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan mendesak UMP dan UMK 2022 di Jateng naik 10%, dibanding tahun ini.

Imam Yuda Saputra - Solopos.com
Senin, 15 November 2021 - 14:19 WIB

SOLOPOS.COM - Sekjen KSPI Jateng, Aulia Hakim (kanan), menyerahkan draf tuntutan UMP dan UMK 2022 Jateng kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Kantor Pemmprov Jateng, Senin (15/11/2021). (Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Sejumlah pekerja atau buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akhirnya mendapat kesempatan menyampaikan tuntutannya terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) ke Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, secara langsung.

Di hadapan Ganjar, para buruh ini pun meminta agar penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2022 mengalami kenaikan 10% dari tahun sebelumnya, atau naik sekitar Rp300.000-Rp400.000.

Para buruh ini diterima Ganjar di ruang rapat Gedung A lantai kedua kompleks Pemprov Jateng, Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Senin (15/11/2021). Sebelumnya, buruh sempat kecewa karena tidak bisa menyampaikan aspirasi ke Ganjar saat demo di depan Kantor Gubernur Jateng, Kamis (10/11/2021).

Baca juga: Hari Pahlawan, Buruh Jateng Demo, Minta UMP & UMK Naik 10% Lebih

Saat itu, Ganjar beralasan tengah berkunjung ke luar kota sehingga tidak bisa menemui buruh. Namun, kali ini Ganjar pun menyempatkan diri untuk berdialog dan bertemu dengan buruh.

Sekjen KSPI, Aulia Hakim, mengatakan pihaknya mengapresiasi Ganjar yang mau menerima audensi dengan buruh. Menurutnya, kedatangan buruh bertemu Ganjar untuk usulan dan masukan terkait formula upah, baik UMP maupun UMK di Jateng tahun 2022.

“Upah kita masih sangat kecil jika dibanding dengan provinsi lain. Sehingga kedatangan kami ini untuk menyampaikan formula upah dengan kebutuhan buruh yang semakin banyak secara langsung pada pak Ganjar,” katanya.

Aulia menerangkan, di masa pandemi saat ini, kebutuhan buruh bertambah karena harus bekerja dengan konsep kebiasaan baru (new normal). Mereka harus mengeluarkan anggaran untuk membeli masker, hand sanitizer, vitamin, kuota belajar untuk anak dan lain sebagainya.

Keluhan Pengusaha

“Dengan memperlihatkan kebutuhan pokok semasa pandemi itu, kami mengusulkan kenaikan upah [baik UMP maupun UMK] di Jateng minimal 10% dari tahun 2021. Kalau dihitung, kenaikan sekitar Rp300.000-Rp400.000,” jelasnya.

Baca juga: UMP Jateng Jadi Daya Tarik Investor, Buruh Sejahtera Kah?

Aulia meyakini Ganjar akan realistis dan mau menaikkan upah buruh untuk tahun depan. Apalagi tahun lalu, Ganjar menjadi satu-satunya Gubernur yang menetapkan upah lebih tinggi dari nasional.

Sementara itu, Ganjar mengapresiasi usulan pengupahan dari buruh tersebut.  Meski demikian, ia meminta semua pihak mempertimbangkan kondisi perusahaan masing-masing, karena Pemprov Jateng juga mendapat keluhan dari pengusaha yang terdampak pandemi.

“Makanya saya minta semua melihat, syukur-syukur kawan-kawan buruh membantu mengklaster, apakah perusahaan tempat mereka bekerja masih untung, biasa saja atau nyungsep. Karena kami saat ini ngopeni banyak sekali mereka yang terkena PHK, pengurangan jam kerja dan lainnya,” ucapnya.

Terkait usulan kenaikan upah, Ganjar mengatakan masukan dan formula dari serikat burih akan jadi pertimbangan. Ia memerintahkan semua duduk bersama dan membahasnya dengan baik. Ia juga telah memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi [Disnakertrans] Jateng untuk memfasilitasi.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif