Kategori: Sragen

Ketatnya Protokol Kesehatan Ala Tukang Cukur


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN -- Sebagai seorang tukang cukur, Dwi Prasetyo, 30, hampir setiap hari berinteraksi dengan orang-orang baru. Setiap hari ia harus melayani jasa cukur rambut pelanggan.

Datangnya pandemi sempat membuat Dwi Prasetyo khawatir. Pasalnya, ia tidak pernah tahu apakah para pelanggannya itu membawa virus berbahaya seperti Covid-19.

Akhiri Tugas sebagai PJs Bupati Klaten, Sujarwanto Ajak Pemilih Berbondong-Bondong ke TPS

Sebagai langkah antisipasi, Dwi Prasetyo yang bekerja di bawah perusahaan Arfa Barbershop Jogja itu melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Dia tidak sekadar memakai masker, tetapi juga memakai face shield, mengenakan sarung tangan hingga memakai balutan pakaian semi alat pelindung diri (APD).

Dia juga harus lebih rajin mencuci tangan dengan sabun serta membersihkan peralatan potongnya dengan cairan tertentu supaya bersih dari virus berbahaya.

“Sudah ada prosedur yang harus kami jalani selama pandemi. Sebelum melayani jasa potong rambut, pelanggan juga kami meminta selalu mengenakan masker. Dengan begitu, kedua belah pihak merasa sama-sama lebih nyaman,” papar Dwi Prasetyo saat ditemui Solopos.com di halaman Masjid Raya Al Falah Sragen, Jumat (4/12/2020).

Program di Masjid

Selain Dwi Prasetyo, masih ada empat tukang cukur dari Arfa Barbershop yang bersiaga di halaman masjid untuk menyambut para jemaah yang bersiap menunaikan Salat Jumat. Arfa Barbershop meluncurkan program Jumat Gagah di Masjid Raya Al Falah Sragen.

Dengan peralatan cukur yang mereka bawa dari Jogja, lima barberman itu pun membuat para jemaah pria tampil lebih gagah dengan potongan rambut baru. Tentunya, layanan pangkas rambut secara gratis itu digelar dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

10 Berita Terpopuler: Oknum PNS Boyolali Diamuk Massa Gegara Mencopet HP hingga Solo Lockdown

Widodo, 45, salah seorang jemaah merasa puas dengan layanan pangkas rambut dari para barberman Arfa Barbershop. Ia mengaku merasa lebih nyaman ketika menyaksikan para tukang cukur itu melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Meski ada lima barberman, tidak ada kerumunan di sana. Para jemaah tertib antre tanpa berdesak-desakan. Ini tentu sesuai dengan anjuran pemerintah terkait upaya penanggulangan Covid-19,” papar warga Ngrampal ini.

Share