Ketahui Penyebab Seseorang Bunuh Diri, Salah Satunya Depresi

Jika orang sering merasakan kegagalan berulang dan merasa putus asa, ini juga bisa menjadi penyebab bunuh diri. 

Astrid Prihatini WD/Newswire - Solopos.com
Minggu, 5 Desember 2021 - 21:00 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi orang depresi. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Penyebab seseorang melakukan bunuh diri sangat beragam, salah satunya adalah depresi.  Hal ini lantaran respons seseorang saat menghadapi masalah berbeda-beda, ada yang tetap optimistis dan ada juga yang pesimistis.

Jika orang sering merasakan kegagalan berulang dan merasa putus asa, ini juga bisa menjadi penyebab bunuh diri.  Selain itu, adanya perasaan tak dihargai, membandingkan hidup dengan orang lain, belum lagi tekanan-tekanan sosial seperti bullying, akan membuat orang mengalami stres. Stres yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan seseorang menjadi depresi.

Untuk mencegah seseorang bunuh diri, orang-orang di sekitar atau keluarganya harus tanggap mengenali penyebabnya.  Karena biasanya akan terlihat tanda-tandanya misalnya ada perubahan sikap dari dulunya periang menjadi tertutup.

Berikut ini sejumlah penyebab seseorang ingin bunuh diri seperti dikutip dari hellosehat.com pada Minggu (5/12/2021):

1. Depresi

Penyebab pertama bunuh diri adalah depresi. Depresi adalah salah satu mental illness atau penyakit mental, namun gejalanya agak sulit dikenali atau disadari. Seringnya seseorang menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya, namun ia tidak tahu cara keluar dari masalah.

Baca Juga: Jadi Penyebab Pacar Bunuh Diri, Kadiv Humas: Bripda Randy Pasti Dipecat

Begitu juga, ketika seseorang murung dan selalu menutup diri, kadang orang-orang berasumsi dan mengira itu adalah karakter seseorang yang pemalas atau bahkan tidak pandai bergaul.  Depresi juga sering membuat seseorang punya pikiran bahwa tidak ada orang yang sayang padanya lagi, membuat seseorang menyesali hidupnya, atau bahkan berpikir bila ia mati tidak ada yang rugi.

2. Adanya sikap impulsif

Impulsif artinya melakukan sesuatu berdasarkan dorongan hati (impulse). Impulsif memang tidak sepenuhnya buruk, selalu ada sisi baiknya. Orang-orang yang impulsif dapat melakukan sesuatu secara spontan

Akan tetapi orang yang impulsif biasanya menjadi ceroboh dan cenderung nekat. Sayangnya, perilaku impulsif ini bisa bahaya bila dibarengi dengan munculnya pikiran negatif, berisiko menyebabkan ia berpikir cepat untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Baca Juga: Melihat Keindahan 5 Danau di Gunung Semeru yang Saat Ini Erupsi

3. Masalah sosial

Ada beberapa orang yang berniat tidak ingin bunuh diri. Sayangnya, karena orang tersebut tidak bisa bertahan dan keluar dari masalah sosial yang dihadapi , akhirnya ia memilih bunuh diri.  Masalah sosial seperti dikucilkan, bullying, atau bahkan dikhianati bisa menjadi pemicu orang berpikir mengakhiri hidupnya. Beberapa orang berpikir dengan mencelakai dirinya sendiri, ini dapat menyadarkan orang-orang yang menyakitinya.

4. Filosofi tentang kematian

Beberapa orang memiliki filosofi berbeda tentang kematian. Bahkan muncul istilah “orang yang bunuh diri, bukan ingin mengakhiri hidupnya, tetapi ingin mengakhiri rasa sakit yang dirasakan.” Rasa sakit di sini bisa mengacu pada rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Orang-orang seperti ini tidak dalam keadaan depresi. Mereka melihat tidak adanya peluang untuk hidup, sehingga memilih takdirnya sendiri dengan mempercepat untuk mengakhiri rasa sakit tersebut.

Baca Juga: Lakukan Ini Saat Terjadi Letusan Gunung Berapi Seperti Gunung Semeru

5. Sakit mental lainnya

Studi Psychological Autopsy menemukan bahwa dalam kasus bunuh diri ditemukan adanya satu atau lebih diagnosis sakit mental pada 90% orang yang bunuh diri. Juga ditemukan satu dari dua puluh orang yang menderita skizofrenia mengakhiri hidupnya. Kasus bunuh diri juga ditemukan pada kelainan kepribadian seperti antisosial, borderline, dan narcissistic personality disorder.

Faktor lainnya yang harus diwaspadai, seperti:

Baca Juga:  Lirik Lagu Mahameru – Dewa 19

– Pengalaman buruk yang memicu trauma

Trauma yang terjadi pada masa kecil dapat terbentuk di dalam alam bawah sadar seseorang. Pada akhirnya, akan terasa adanya kesulitan untuk keluar dari trauma tersebut. Trauma tersebut akan menghambat seseorang, bahkan jika seseorang tidak sanggup memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri atas hal buruk yang terjadi padanya. Dampak fatalnya, ia berisiko bunuh diri.

– Faktor keturunan

Riwayat keturunan genetik juga bisa menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri. Jika ada keluarga Anda yang memiliki riwayat bunuh diri, Anda perlu melatih adanya pikiranpositif ketika memiliki masalah berat atau dalam keadaan apa pun, tetaplah berpikir positif.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif