Tutup Iklan
Suporter Iran (Reuters-Gleb Garanich)

Solopos.com, SOLO - Seorang wanita di Iran meninggal dunia setelah membakar diri. Alasan wanita itu membakar diri adalah karena terancam hukuman penjara akibat menonton sepak bola pria di stadion.

Seperti diketahui, Iran memang melaran wanita menyaksikan pertandingan olahraga pria di stadion sejak 1979. Alasannya, para wanita dinilai akan menyaksikan aurat pria. Nah, seorang wanita bernama Khodayari, 29, ketahuan melanggar aturan itu pada Maret 2019 lalu.

Dikutip dari https://sport.detik.com/sepakbola">detik.com, Rabu (11/9/2019), Khodayari menyamar sebagai seorang pria saat itu. Namun tetap saja ketahuan. Khodayari lantas didakwa oleh pengadilan setempat. Khodayari ternyata mendengar hukuman yang nantinya akan diterimanya yakni penjara.

Dia disebut-sebut ketakutan hingga akhirnya memilih membakar diri pada Senin (9/9/2019). Khodayari sempat dibawa ke rumah sakit di Teheran, namun nyawanya tak tertolong akibat luka bakar di sekujur tubuhnya. Insiden itu membuat gempar dunia internasional. Banyak yang mengecam Iran, termasuk FIFA.

Seperti dilansir Reuters, FIFA langsung mengirim surat kepada Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) terkait masalah ini. Dalam surat itu, Presiden FIFA Gianni Infantino meminta Iran untuk segera menghapus larangannya yang mengandung pengekangan terhadap kebebasan berekspresi.

"Sementara kami menyadari tantangan dan kepekaan budaya, kami hanya harus terus membuat kemajuan di sini, tidak hanya karena kami berutang kepada wanita di seluruh dunia, tetapi juga karena kami punya tanggung jawab untuk melakukannya, di bawah prinsip-prinsip paling dasar yang diatur dalam Statuta FIFA," tulis Infantino.

"Saya akan sangat berterima kasih jika Anda bisa memberi tahu FIFA, mengenai langkah-langkah konkrit yang akan diambil FFIRI dan otoritas negara Iran untuk memastikan semua orang Iran dan perempuan asing yang ingin melakukannya diizinkan membeli tiket dan menghadiri pertandingan."

Iran sempat meluruhkan aturannya itu pada tahun lalu, namun hanya bersifat sementara. Kini, tewasnya Khodayari membuat Iran menjadi sorotan lagi.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten