Tutup Iklan

KETAHANAN PANGAN SRAGEN : Serapan Beras Masih Kurang sekitar 7.000 Ton

KETAHANAN PANGAN SRAGEN : Serapan Beras Masih Kurang sekitar 7.000 Ton

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengeringan gabah (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Serapan beras di wilayah Klaten oleh Bulog masih kurang sekitar 7.000 ton.

Solopos.com, SRAGEN -- Target serapan beras Kabupaten Sragen sebanyak 30.225 ton versi Badan Urusan Logistik (Bulog) atau 27.516 ton versi Kodim 0725/Sragen pada 2017 ini tinggal mengandalkan hasil panen raya pada Oktober-November mendatang. Hingga akhir September, target serapan beras itu baru tercapai 75%.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Sragen, Muh. Djazairi, saat ditemui Solopos.com, Minggu (1/10/2017), di Sambirejo, Sragen. Djazairi menggunakan data serapan gabah versi TNI sebanyak 55.031 ton gabah atau 27.516 ton beras. Dia menyampaikan serapan gabah yang masih kurang 6.878,88 ton tersebut masih bisa ditutup karena masih banyak sawah yang belum panen.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi penyerapan gabah pada 4 September lalu di Makodim, Bulog menyampaikan serapan beras baru mencapai 64.18% atau 19.397 ton dari total target 30.225 ton. Bila mengacu persentase serapan yang disampaikan Djazairi, kekurangan serapan beras Bulog mencapai 7.556,25 ton.

“Bulog segera membeli gabah atau beras lewat mitranya. Harga gabah pada musim panen sekarang sangat tinggi dan tidak memungkinkan Bulog untuk beli,” ujar Djazairi.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari menyampaikan total luas tanaman padi yang panen pada musim tanam (MT) III ini mencapai 23.000 hektare. Hingga akhir September, baru 20% dari areal sawah itu yang panen. Eka menyebut tanaman padi yang sudah panen baru 4.600 hektare.

Eka memprediksi saat panen raya serentak kemungkinan harga gabah bisa turun. Saat harga jatuh itulah, Bulog wajib membeli gabah petani. Ketika harga gabah tinggi seperti sekarang ini, mitra Bulog wajib menyuplai gabah atau beras ke Bulog.

“Biasanya beras yang disetor ke Bulog itu merupakan beras lama yang distok mitra, bukan beras hasil panen baru. Kalau gabah hasil panen langsung diselep biasanya mudah patah. Saya kira kekurangan serapan itu tetap bisa terpenuhi,” ujarnya.

Eka menyampaikan produksi beras di Sragen selalu surplus setiap tahunnya bila hanya untuk mencukupi konsumsi 900.000 jiwa penduduk Bumi Sukowati. Produksi beras pada satu musim panen saja bisa untuk mencukupi kebutuhan warga Sragen selama 2-3 tahun.

Pernyataan itu didasarkan analisis kebutuhan beras di Sragen dengan asumsi kebutuhan beras per kapita 120 kg per tahun. “Total produksi gabah kering panen selama setahun itu mencapai 677.000 ton atau setara 440.000 ton beras. Kebutuhan beras selama setahun untuk 900.000 jiwa dengan kebutuhan per kapita 120 kg hanya 108.000 ton per tahun. Artinya, surplus beras itu masih 332.000 ton. Surplus beras itulah yang digunakan menyuplai kebutuhan pangan nasional,” tambahnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.