Kesetrum Listrik, Pria di Pasar Kliwon Solo Meninggal
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) saat mengevakuasi korban tersetrum di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon, pada Selasa (1/4/2020) pagi. (istimewa/Polsek Pasar Kliwon)

Solopos.com, SOLO – Warga Kampung Baru, Pasar Kliwon, Sunarto, 37, meninggal dunia pada Sabtu (4/4/2020) akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi pada Selasa (1/4/2020). Pria di Solo itu kesetrum listrik saat membantu membersihkan barang-barang tak terpakai di lantai tiga kediaman tetangganya Sudarti, 61.

Semasa hidup, Sunarto dikenal sebagai sosok yang ramah dan ringan tangan. Dia kerap membantu warga Kelurahan Kampung Baru tanpa meminta imbalan.

Kapolsek Pasar Kliwon, Solo, AKP Tegar Satrio Wicaksono, membenarkan pria yang kesetrum listrik di Kampung Baru itu telah meninggal duni. Rencananya jenazh pria itu dimakamkan di permakaman umum Bonoloyo, Kadipiro, Banjarsari, Sabtu sore.

Kisah Besan Pasien Corona Meninggal di Solo yang Tertular hingga Sembuh

Korban sebelumnya memperoleh perawatan medis seusai tersetrum yang mengakibatkan seluruh tubuhnya mengalami luka bakar. Menurut keterangan Bhabinkamtibmas Kampung Baru, Aiptu Nur Said, korban masih sadar dan sempat meminta tolong beberapa saat setelah tersengat aliran listtrik tegangan tinggi.

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab kecelakaan yang mengakibatkan pria di Pasar Kliwon, Solo, itu kesetrum hingga meninggal dunia.

"Penyebab pastinya tidak ada yang tahu. Korban menyenggol kabel atau barang-barangnya yang menyenggol aliran listrik. Saat membersihkan barang-barang hanya terdengar suara minta tolong, lalu warga segera menolong korban. Tapi memang kondisi lantai tiga rumah itu banyak genangan air," ujar Aiptu Nur Said kepada Solopos.com.

Analisis BMKG: Virus Corona Tak Cocok dengan Iklim Indonesia, Ini Faktanya

Ringan Tangan

Nur menyebut telah mengenal korban cukup lama. Ia menjelaskan pria yang meninggal akibat kesetrum listrik itu sebelumnya bekerja sebagai sopir di salah satu bank Kota Solo. Namun, karena suatu hal korban tidak bekerja lagi sebagai sopir lalu bekerja serabutan.

"Korban ini terkenal ringan tangan, siapa saja tetangga yang membutuhkan almarhum pasti membantu. Sosialisasi kepada warga lainnya sangat baik, sehingga almarhum banyak disukai warga Kampung Baru," imbuh dia.

Kepala BNPB: Corona di Indonesia Capai 27.307 Kasus saat Akhir April

Ia menambahkan sebelum korban tersetrum, sudah ada permintaan dari warga lainnya yang hendak menggunakan jasa tenaga almarhum. Menurutnya, saat membantu para tetangga, korban tidak pernah meminta imbalan.

"Berapa pun yang diberikan kepada warga, almarhum pasti menerima. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah," ujar Nur.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho