KESEHATAN WARGA BOYOLALI : 55 Siswa Panti Asuhan Pamardi Utomo Keracunan
Beberapa siswa dari panti asuhan Pamardi Utomo menjalani perawatan di RSU PKU Aisyiyah Singkil, Selasa (6/10/2015), setelah mengalami keracunan. (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Kesehatan Warga Boyolali, 55 siswa anak panti asuhan Pamardi Utomo keracunan setelah menyantap olahan daging.

Solopos.com, BOYOLALI--Sebanyak 55 siswa dari panti asuhan dari Balai Pelayanan Sosial Anak (Bapelsos) Pamardi Utomo mengalami keracunan , Selasa (6/10/2015). Siswa keracunan setelah mengkonsumsi makanan dari hasil pemberian orang luar panti asuhan

Informasi dihimpun Solopos.com, Selasa, panti asuhan menerima makanan dari salah satu warung makan di Boyolali pada Senin (5/10/2015) pukul 16.30 WIB. Makanan yang terdiri atas 15 jenis itu diantaranya bistik, galantin hingga olahan daging sapi lainnya merupakan sisa dari acara pernikahan.

Makanan dalam jumlah porsi banyak itu pada pukul 06.00 WIB dihidangkan untuk sarapan sebanyak 80 anak panti asuhan.
Sekitar dua jam setelah siswa mengkonsumsi makanan tersebut merasakan mual, perut perih, muntah-muntah, dan kepala pusing pada saat mengerjakan soal ujian di sekolah. Para siswa tersebut bersekolah di sejumlah SMP, SMA dan SMK di Boyolali, di antaranya, SMK Ganesha Tama, SMK 1 Mojosongo, SMK 1 Boyolali, SMK Muhammadiyah 4, SMP 6 Boyolali.

Mendapati siswa banyak yang muntah, sekolah langsung membawa siswa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Arang dan RS Aisyiyah Singkil.

Salah seorang siswa SMK 4 Muhammadiyah, Rozi Kurnia, mengaku pada saat sarapan mengkonsumsi makanan bistik bersama puluhan siswa lainnya di asrama. Dua jam kemudian pada saat masih mengerjakan soal ujian perut tiba-tiba terasa perih, mual, dan muntah-muntah.

“Semua makanan yang saya konsumsi saat sarapan pagi keluar semua. Tubuh saya langsung lemas menahan perihnya perut hingga akhirnya dilarikan ke RS PKU Aisyiyah,” ujar Kurnia siswa kelas X kepada Solopos.com.

Kurnia mengatakan pada saat makanan dihidangkan kondisinya masih layak konsumsi. Ia tidak menduga setelah mengkonsumsi makanan itu perut menjadi perih.

Ditemui terpisah, Kapala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) Bapelsos Pamardi Utomo, Sutiar, mengatakan ada dua rumah sakit yang merawat semua siswa keracunan. Rumah sakit itu RSUD Pandan Arang sebanyak 38 siswa dan PKU Aisyiyah sebanyak 17 siswa.

“Panti asuhan sudah terbiasa menerima makanan dari luar tidak pernah terjadi keracunan. Baru kali ini ada kasus keracunan di panti asuhan,” ujar Tiar saat ditemui wartawan di kantornya.

Tiar mengatakan dari 55 siswa itu tidak ada yang mengalami pingsan hingga tidak sadarkan diri.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab keracunan massal, karena dari 15 jenis makanan yang dikonsumsi tidak semua menyebabkan keracunan.

“Pengasuh panti asuhan juga ada yang mengkonsumsi makanan itu tetapi tidak ada satu pun yang sakit. Kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak berwajib,” kata dia.

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Nur Huda, mengatakan DKK telah mengambil sampel sejumlah makanan yang telah dikonsumsi siswa hingga muntahan korban. Sampel makanan itu akan dibawa ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jateng.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho