Tutup Iklan

KESEHATAN SRAGEN : Begini Cara Desa Girimargo Atasi Kebiasaan Warga BAB Sembarangan

KESEHATAN SRAGEN : Begini Cara Desa Girimargo Atasi Kebiasaan Warga BAB Sembarangan

SOLOPOS.COM - Koordinator Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kecamatan Miri, Ramin, menunjukkan dokumen open defecation free (ODF) yang sudah ditandatangani 23 ketua RT di Desa Girimargo. Foto diambil Puskesmas Miri, Rabu (26/10/2016). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Kesehatan Sragen, sanksi denda senilai Rp50.000 diterapkan di Desa Girimargo bagi warga yang BAB sembarangan.

Solopos.com, SRAGEN — Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen, memiliki cara sendiri untuk mengatasi kebiasaan warga buang air besar (BAB) sembarangan.

Setiap warga yang ketahuan BAB tidak pada tempatnya (jamban) didenda Rp50.000. Cara itu cukup efektif mengurangi kebiasaan warga BAB sembarangan sehingga mendukung terciptanya kawasan open defecation free (ODF) atau bebas dari kebiasaan BAB sembarangan.

Miri merupakan salah satu dari kecamatan di pinggiran Sragen. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Andong dan Kecamatan Kemusu, Boyolali.

Angka kemiskinan di Miri terbilang tinggi. Meski demikian, soal komitmen menjaga prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Miri bisa diandalkan.

Berdasar data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dari 10.090 keluarga yang tersebar di 10 desa, tak satupun keluarga yang BAB sembarangan.

”Khusus di Desa Girimargo, sudah ada komitmen bersama di antara ketua RT. Mereka sudah menandatangani pernyataan untuk mengajak warganya menghilangkan kebiasaan buruk BAB sembarangan. Dalam surat pernyataan itu disebutkan ada denda Rp50.000 bagi warga yang kedapatan BAB di sembarang tempat,” kata Koordinator Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kecamatan Miri, Ramin, saat ditemui Solopos.com di Puskesmas Miri, Selasa (26/10/2016).

Terdapat 23 ketua RT di Desa Girimargo yang menandatangani dokumen ODF pada 17 Desember 2014 silam. Saat itu, Girimargo menjadi desa pertama di Sragen yang membuat gerakan ODF sebagai bagian dari kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

”Entah karena takut kena denda atau karena ada faktor lain, setelah kesepakatan ditandatangani, kami sudah tidak menjumpai lagi warga yang BAB sembarangan di desa ini. Jadi, sejauh ini belum ada warga yang diharuskan membayar denda Rp50.000 karena ketahuan BAB sembarangan,” terang Ramin.

Sebelum program ODF digulirkan, hampir 40% dari 1.025 keluarga di Girimargo masih BAB sembarangan. Mereka BAB di sungai, saluran drainase, kebun, sawah, dan pekarangan.

Dalam dua tahun terakhir, warga Desa Girimargo bergotong royong membangun jamban komunal dengan dana yang dikumpulkan dari hasil iuran.

”Jamban itu dibangun setiap dua bulan sekali, tepatnya setelah ada pertemuan selapanan. Biasanya warga iuran minimal Rp25.000 untuk membangun jamban komunal itu. Fasilitas umum itu dibangun di satu pekarangan yang berdekatan dengan rumah-rumah warga yang belum punya jamban,” jelas Kepala Desa Girimargo, Samino, saat ditemui Solopos.com di kantornya.

Samino mengaku tidak heran apabila desanya terbebas dari kebiasaan warga BAB sembarangan. Sudah ada belasan jamban komunal yang dibangun dengan dana iuran warga sekitar.

”Setelah ada jamban, tidak ada alasan bagi warga untuk BAB sembarangan. Daripada terkena denda Rp50.000, lebih baik mereka BAB di jamban yang sudah ada,” papar Samino.

Berita Terkait

Berita Terkini

Work From Bali Pulihkan Ekonomi atau Perparah Pandemi?

Program work from Bali atau WFB yang dimaksudkan untuk memulihkan ekonomi menjadi kambing hitam peningkatan kasus Covid-19.

Begini Komitmen Indonesia Turunkan Angka Pekerja Anak

Indonesia tak lelah berupaya menurunkan angka pekerja anak, tetapi bagaimana sebenarnya wujud komitmen Indonesia menumpas pekerja anak?

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.