KESEHATAN SOLO: Pengajuan JKN KIS Warga Rentan Miskin Solo Masih Banyak
Ilustrasi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). (JIBI/Solopos/Antara/Dewi Fajriani)

Warga rentan miskin Solo masih banyak mengajukan JKN KIS.

Solopos.com, SOLO—Pengajuan kepesertaan masyarakat Kota Solo dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) masih terus mengalir dari warga. Program yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan sasaran warga rentan miskin tersebut mendapat sambutan positif.

Lurah Karangasem, Dardji, mengatakan masih banyak warga di kelurahannya yang mengajukan permohonan sebagai peserta JKN-KIS. Menurutnya, warga yang mengajukan diri memang warga yang tergolong rentan miskin.

“Kalau warga miskin kan sudah dapat JKN-KIS sejak dulu melalui data dari BPJS. Lalu yang mampu ya dibayari kantor mereka atau iuran pribadi. Ini JKN-KIS yang dibuat oleh Pemkot Solo ini menyasar golongan di antara kelas masyarakat miskin dan mampu tersebut,” paparnya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (9/3/2018).

Ia mengatakan selalu menyosialisasikan pengajuan KIS tersebut di tingkat RT/RW. Ia mengimbau agar warga yang belum memiliki JKN segera mendaftarkan diri melalui kelurahan. (baca juga: KESEHATAN SOLO: 7.900 KIS Susulan Dibiayai APBD Solo)

“Setiap beberapa hari, berkas pengajuan dari masyarakat kami kirimkan ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo. Sebagian sudah mendapatkan kartu. Sebagian belum. Itu kewenangan DKK,” papar dia.

Ia menjelaskan, selama 2018, sudah ada 301 orang yang mengajukan JKN-KIS. Berkas pengajuan diserahkan ke DKK dalam enam gelombang.

“Pada 4 Januari ada pengajuan 46 orang, lalu 19 Januari ada pengajuan 10 orang. Kemudian berturut-turut ada 43, 21 dan terbanyak kami serahkan pada 28 Februari sebanyak 138 orang. Kami kali terakhir menyerahkan ke DKK pada 6 Maret sebanyak 43 berkas,” terang dia.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bumi, Suyono, mengatakan pengajuan KIS di wilayahnya hingga pekan ini sekitar 115 keluarga. Ia kurang hafal jumlah pastinya.

“Berkas pengajuan KIS yang terakhir kami ajukan ke DKK Solo 5 Maret lalu. Ada enam keluarga dengan jumlah warga 13 orang. Memang trennya makin berkurang,” tuturnya saat ditemui Solopos.com.

Ia mengatakan terus berkoordinasi dengan para ketua RT dan RW, agar warga yang belum punya KIS segera mengajukan berkas permohonan. Hingga kini ia belum tahu batas akhir program itu.

“Entah jatuh tempo kapan, pokoknya kami berusaha mengajukan,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom