KESEHATAN SEMARANG : Anak Bertinggi Badan Lebih Rendah Ketimbang Standar Usia Terus Susut

KESEHATAN SEMARANG : Anak Bertinggi Badan Lebih Rendah Ketimbang Standar Usia Terus Susut

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tumbuh kembang anak. (khoahoc.tv)

Kesehatan warga Kota Semarang diklaim lebih baik seiring semakin berkurangnya anak bertinggi badan lebih rendah ketimbang standar usianya atau stunting.

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Kesehatan Kota Semarang mengklaim kasus stunting atau kondisi anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya di wilayah ini terus menyusut jumlahnya dari tahun ke tahun.

"Stunting itu penyebabnya multifaktor. Utamanya gangguan pertumbuhan setelah lahir. Kaitannya dengan pemenuhan asupan gizi atau intake," papar Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2018). Berdasarkan data Dinkes Kota Semarang, kasus stunting pada 2014 tercatat ada 4,06%, 2015 tercatat 4,1%, kemudian 2016 menurun menjadi 3,66%, dan terus menyusut menjadi 2,67% pada 2017.

Meskipun berkaitan erat dengan pemenuhan asupan gizi, diakuinya, tidak mesti kasus stunting terjadi pada keluarga dengan ekonomi lemah, sebab faktor ketidaktahuan juga disebutnya sangat memengaruhi pemenuhan asupan gizi tersebut. "Asupan gizi ini kan erat kaitannya dengan faktor ketidakmampuan dan ketidaktahuan. Ketidakmampuan terjadi pada masyarakat ekonomi lemah, sementara ketidaktahuan bisa terjadi pada siapa pun," jelasnya.

Ia mencontohkan anak yang ditinggal kerja orang tuanya sehingga dititipkan kepada kerabatnya, kakek-neneknya, atau mungkin pembantu yang ternyata tidak tahu pentingnya asupan gizi saat masa tumbuh kembang. Periode golden age atau 1.000 hari sejak kehidupan pertama dalam kandungan, kata dia, merupakan masa sangat penting dalam pemenuhan asupan gizi yang memengaruhi tumbuh kembang selanjutnya terhadap anak.

"Kalau dititipkan pembantu, misalnya, bisa saja dikasih makanan apa yang penting anaknya diem, enggak rewel. Tetapi, tidak melihat ketercukupan asupan gizi atau intake yang penting bagi anak," jelas Widoyono.

Menurut dia, kasus stunting di Kota Semarang juga tersebar menyeluruh di 16 kecamatan yang tidak selalu menunjukkan kondisi keterpenuhan gizi tidak mesti hanya dipengaruhi tingkat ekonomi atau kesejahteraan masyarakat. Apalagi, imbuh dia, urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke kota tidak bisa dicegah secara mudah sehingga banyak kemudian muncul permukiman-permukiman kumuh yang ada di kawasan kota besar.

"Ya, memang erat kaitannya gizi dengan ketidakmampuan. Namun, kami kan juga sudah menggerakkan kegiatan posyandu di masyarakat sebagai salah satu upaya ketercukupan pemenuhan gizi masyarakat," kata Widoyono.

Dengan keberadaan posyandu, kata dia, balita mendapatkan berbagai makanan bergizi secara gratis, seperti bubur kacang hijau yang semuanya dipersiapkan secara swadaya oleh masyarakat setempat. "Kalau untuk temuan kasus stunting, kami lakukan intervensi. Kebetulan, kami sudah memiliki Rumah Gizi di kawasan Banyumanik, Semarang. Untuk pencegahan, kami terus sosialisasi, salah satunya lewat posyandu," kata dokter yang menjabat kepala dinas kesehatan (dinkes) di Kota Semarang itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Kapal Penangkap Ikan Indonesia Kecelakaan di Samudera Hindia

Kementerian Luar Negeri menginformasikan adanya kapal penangkap ikan bernama KM Bandar Nelayan 188 yang kecelakaan mengalami kebocoran di Samudera Hindia.

Ini Nama-Nama Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali

Sebanyak sembilan orang menjadi korban perahu wisata yang terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali, Sabtu (15/5/2021) siang WIB. Sementara 11 orang lainnya dinyatakan selamat.

Mau Bikin Video Klip Tema Alam? Cek Dulu Sekipan

Mau bikin video klip tema alam? Anda bisa cek ke Sekipan, Tawangmangu.

Pemboman Israel Hancurkan Gedung Pusat Media di Gaza

Pesawat-pesawat tempur Israel pada Sabtu (15/5/2021) menghancurkan sebuah gedung tempat sejumlah media internasional seperti Aljazeera dan Associated Press berkantor.

Istri PB XII Tutup Usia, Saatnya Regenerasi Pengelolaan Keraton Solo?

Petugas Humas dari Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.G.P.H.P.A. Tedjowulan, K.P. Bambang Pradotonagoro, menilai sudah saatnya dilakukan persiapan regenerasi pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kita Harus Menjadi Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 5 Mei 2021. Esai ini karya Ardian Nur Rizki, guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri Johor Bahru, Malaysia.

BTS Jadi Bintang Tamu di "Friends: The Reunion," Begini Respons Penggemar

BTS jadi bintang tamu di Friends: The Reunion.

Mantap! TSTJ Solo Zoo Siapkan Wahana Makan Durian di Tepi Danau

Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo menyiapkan wahana baru makan durian di pinggir danau untuk menarik pengunjung pada Libur Lebaran 2021.

Korban Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali: 5 dari Juwangi, 4 Grobogan

Sebanyak sembilan orang menjadi korban kecelakaan perahu wisata terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, Sabtu (15/5/2021).

H+2 Lebaran, 11.700 Kendaraan ke Jateng Dipaksa Putar Balik

Sebanyak 11.700 kendaraan dari wilayah Jawa Barat (Jabar) yang menuju Jawa Tengah (Jateng) harus putar balik  pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021).

Patroli Objek Wisata Air Klaten, Polisi Tak Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Pengelola objek wisata air Klaten juga sudah menyiapkan alat pengeras suara untuk mengimbau ke seluruh pengunjung.

Arus Turun Wisatawan dari Tawangmangu dan Ngargoyoso Lancar

Arus turun kendaraan wisatawan dari Ngargoyoso dan Tawangmangu, Karanganyar terpantau lancar Sabtu (15/5/2021) sore.