KESEHATAN REPRODUKSI : Mudah Lelah Ketika Hamil di Usia Tua
Ibu rumah tangga asal Laweyan, Solo, Erlin Susiloprapti, menimang anaknya, Ahmad Zidan Ramadan. Erlin melahirkan anak keenamnya itu, saat dirinya berusia 43 tahun. (Eni Widiastuti/JIBI/Solopos)

Solopos.co, SOLO — Perempuan yang hamil saat usia sudah relatif tua, sekitar 40 tahun, harus rajin konsultasi ke dokter. Ibu hamil yang telah berusia relatif tua diprediksi menjadi lebih mudah lelah.

Usia yang semakin tua berpengaruh terhadap kekuatan fisik seseorang. Hal itu semakin terasa ketika seorang perempuan yang sudah cukup tua sedang hamil.

Seorang ibu rumah tangga asal Laweyan, Solo, Erlin Susiloprapti, 43, mengungkapkan ketika ia hamil untuk keenam kalinya, badan terasa mudah lelah. Padahal saat itu, Erlin dituntut tetap beraktivitas karena harus bekerja dan menjalankan berbagai amanah. “Ibarat orang yang membawa beban. Jika saat muda dulu saya membawa beban lima kilogram terasa enteng, ketika hamil kemarin, saya membawa beban dua kilogram saja terasa berat,” ungkapnya saat ditemui Solopos.com di kediamannya, Rabu (2/10/2013).

Beruntung, katanya, suami Erlin hampir selalu siap sedia membantu dan mengantarkan Erlin ke manapun ia pergi. Karena termasuk kehamilan dengan risiko tinggi, dokter menyarankan agar Erlin melahirkan anak keenam dengan operasi caesar. Menurut dokter, kata Erlin, persalinan di usia tua sangat berisiko terjadi pendarahan. Selain itu, Erlin juga diketahui menderita varises rahim. “Saat itu saya dan suami juga memutuskan langsung melakukan KB steril. Jadi akhirnya pilih caesar. Kalau mau, mungkin ketika ditunggu saya bisa melahirkan anak keenam secara normal karena kelima anak saya sebelumnya bisa saya lahirkan secara normal,” ujarnya.

Meski demikian, Erlin mengaku sangat bersyukur karena bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat. Pertumbuhan bayi itu juga cukup baik. Kini ketika berusia sekitar tiga bulan, berat badannya mencapai lima kilogram.

Sementara seorang ibu rumah tangga asal Tipes, Solo, Endang, 43, mengungkapkan meski ketika hamil ia mengaku telah mengonsumsi nutrisi secara cukup untuk ukuran ibu hamil, bayi yang dikandungnya memiliki berat badan rendah ketika lahir, yaitu hanya 2,1 kilogram. Endang juga mengikuti saran dokter untuk melahirkan secara caesar. Hal itu untuk mengurangi risiko persalinan di usia tua. “Kata dokternya, risiko yang mungkin terjadi yaitu pendarahan, preeklamsia dan terjadinya pengapuran plasenta. Jadi saya dan suami ikuti saran dokter saja untuk keselamatan saya dan janin,” ungkapnya.

Namun Endang tetap bersyukur karena bayi yang dilahirkan tidak harus diinkubator. Pasalnya menurut dokter, organ bayi sudah matang. “Setelah dicek, ternyata plasenta saya mengerut. Jadi bayi kurang mendapatkan nutrisi saat di dalam rahin sehingga berat badanya kurang,” jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho