SOLOPOS.COM - Ilustrasi pasien (Ilustrasi/Solopos/doc)

Kesehatan masyarakat di Sragen mengalami penurunan. Masyarakat yang terserang penyakit ISPA melonjak 100 persen.

Solopos.com, SRAGEN — Persentase kasus (penyakit) infeksi pernapasan atas (ISPA) dan mag di sejumlah puskesmas di Kabupaten Sragen melonjak signifikan selama perayaan Lebaran 2015. Tidak main-main, persentase kenaikan kasus ISPA mencapai 100 persen.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Puskesmas Sragen, Senin (20/7/2015), rata-rata jumlah pasien 50 orang per hari pada masa Lebaran.

Dari jumlah itu, sekitar 22 orang mengalami gangguan ISPA atau 44 persen dari total pasien pada hari itu. Padahal pada hari biasa, jumlah penderita ISPA hanya 20 persen dari sekitar 100 pasien.

Ekspedisi Mudik 2024

Sedangkan jumlah pasien yang mengalami gangguan perut (mag) selama perayaan Lebaran sekitar 16 orang per hari, atau 32 persen dari total pasien. Pada hari biasa penderita maag hanya 10 persen.

Kepala Puskesmas Sragen kota, Agus Sudarmanto, mengatakan peningkatan persentase atau jumlah penderita gangguan ISPA dan mag rutin terjadi setelah Lebaran.

Penyebabnya, Agus menjelaskan pola makan tidak teratur dan terkurasnya stamina karena mobilitas yang tinggi. Selain itu, dia menambahkan karena kondisi cuaca yang tak stabil.

“Sejauh ini persentase angka kasus yang meningkat yaitu ISPA dan mag. Peningkatannya sangat signifikan,” kata dia.

Agus melanjutkan kasus penyakit diare masih terpantau wajar. Rata-rata jumlah pasien diare hanya empat orang per hari pada masa perayaan Lebaran.

Dia memprediksi peningkatan kasus diare akan terjadi pada Rabu-Kamis (22-23/7/2015) mendatang.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, mengimbau masyarakat menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) selama masa perayaan Lebaran 2015.

Peningkatan kasus ISPA dan mag menurut dia disebabkan menurunnya kondisi tubuh karena energi terkuras untuk bersilaturahmi. Kondisi tersebut diperparah pola makan yang tak teratur.

Selain ISPA dan mag, Hargiyanto menerangkan penyakit diare juga perlu diwaspadai. Penyakit tersebut menurut dia dipicu perilaku makan dalam kondisi tangan tidak bersih (steril).

Hargiyanto menilai anak-anak dan orang lanjut usia (lansia) merupakan golongan yang paling rawan terserang penyakit.

“Harus tetap berperilaku hidup sehat dan bersih,” kata dia.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya