Seorang anak bermain sepeda air di kawasan wisata Kali Kerto, Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat (18/10/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Sejumlah anak-anak riang gembira bermain sepeda air di tengah sungai di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat (18/10/2019) siang. Mereka mengayuh sepeda air berkeliling sungai tersebut.

Air sungai yang tenang tanpa arus memudahkan anak-anak itu bermain-main. Sepeda air itu mereka sewa seharga Rp3.000/sepeda. Kanan kiri sungai yang dipenuhi dengan pohon bambu membuat suasana jadi teduh dan sejuk. Semilir angin yang berembus membuat situasi semakin nyaman.

Di antara sejumlah bocah yang sedang bersenang-senang itu, Calvin salah satunya. Bocah asal Dusun Serut Sewu, Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, itu datang bersama teman-temannya.

"Tadi dari rumah ke sini untuk bermain air. Soalnya di desa saya sungainya sudah kering," ujar dia.

Sejak sebulan lalu, kawasan sungai di Desa Singgahan itu disulap warga setempat menjadi lokasi wisata sungai dan alam. Dengan memanfaatkan potensi sungai itu, warga menata dan memberikan ornamen-ornamen sehingga layak kunjung.

Kawasan wisata sederhana ini setidaknya memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam dan teduhnya sungai. Terlebih saat musim kemarau seperti sekarang.

Musim kemarau ini membuat sebagian besar sungai di Madiun mengering. Namun, hal itu tidak berlaku di Sungai Singgahan atau bisa juga disebut Kali Kerto. Di sungai ini, air selalu tersedia baik saat musim hujan maupun kemarau.

Dengan melihat potensi sumber air ini, warga setempat kemudian mencoba membentuk kawasan itu menjadi lokasi wisata. Jadilah tempat wisata Papringan Kali Kerto.

Lokasi wisata ini cukup jauh dari Kota Madiun maupun jalan raya Madiun-Ponorogo. Tetapi untuk menuju ke sana tak terlalu sulit. Setibanya di Desa Singgahan akan ada beberapa papan petunjuk yang mengarahkan ke lokasi wisata ini.

Begitu masuk lokasi wisata ini, pengunjung disambut puluhan bahkan ratusan bibit dan pohon jambu air. Mendekati sungai, akan ada deretan rimbunan pohon bambu yang berayun mengikuti arah angin.

Di pinggir sungai itu ada beberapa lapak-lapak pedagang dengan atap dari janur maupun rumput gajah. Di pinggir sungai, pengunjung bisa menikmati sensasi kehidupan di desa dengan semilir angin dan mendengar suara-suara gesekan bambu.

Di lokasi ini, pengelola menyediakan perahu untuk berkeliling sungai dan beberapa sepeda air.

Saat akhir pekan, kawasan ini disulap menjadi pasar tradisional. Pada hari itu, lokasi ini biasanya dipenuhi masyarakat yang ingin berbelanja dan menikmati alam.

"Di sini kalau hari aktif seperti sekarang ya sepi mas. Tapi pas akhir pekan, ramai. Karena di sini juga jadi pasar tradisional yang menjual berbagai kebutuhan dan makanan," kata Sulastri, pedagang di lokasi wisata Kali Kerto.

Dia menuturkan kawasan wisata tepi sungai ini memang ditata oleh masyarakat sekitar. Biasanya anak-anak datang ke sini untuk bermain air dan mencoba sepeda air.

"Itu ada perahunya. Tapi kalau airnya tidak banyak ya tidak bisa jalan. Tapi kalau air sungai penuh, perahu bisa berjalan untuk keliling," kata dia di pinggir sungai.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten