Kesaksian Warga Solo Tinggal di Depan Markas PKI di Pasar Kembang

Kisah pilu kali ini menceritakan pengalaman tragis warga Kota Solo yang menjadi saksi hidup kekejaman PKI dan tinggal di depan markas PKI Jl Honggowongso.

 Peta Jl Honggowongso Solo, lokasi markas PKI di masa lampau. (Google Maps)

SOLOPOS.COM - Peta Jl Honggowongso Solo, lokasi markas PKI di masa lampau. (Google Maps)

Solopos.com, SOLO – Kisah kelam tentang kekejaman anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) masih terekam jelas di memori Heri Isranto. Warga Solo yang dikenal sebagai pemerhati olahraga itu merupakan saksi hidup kekejaman PKI.

Pria yang akrab disapa Gogor itu menceritakan semasa kecil sering melihat langsung keberingasan anggota PKI. Kala itu dia tinggal bersama kakeknya tepat di depan markas PKI di Solo yang berlokasi di Jl Honggowongso selatan Pasar Kembang.

Kakeknya adalah Mangku Suwiryo, Mangku Sunarto (partisipan PNI), serta Sudiyono (aktivis Muhammadiyah).

“Kalau sekarang istilahnya seperti DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKI di Solo. Banyak sekali orangnya, karena kebetulan tinggal saya berhadap-hadapan,” kata Gogor seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Ini Dia Diorama Penumpasan PKI yang Bikin Gatot Nurmantyo Prihatin

Gogor mengaku masih mengingat salah seorang senior PKI yang bernama DN Aidit sering bolak-balik mengunjungi markas tersebut. Letak markas PKI di Solo itu berada tepat di depan rumah kakeknya di Jl Honggowongso.

“Kebetulan rumah kakek saya itu aktivis Muhammadyah. Mbah-mbah saya di situ dan berhadapan dengan rumah pribadi kyai Nahdatul Ulama (Kyai Firas),” tambahnya.

Gogor tak bisa melupakan berbagai kejadian memilukan yang terjadi di sekitar tahun 1965. Meski saat itu usianya baru delapan tahun, pengurus National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pernah merasakan perlakuan tidak menyenangkan.

“Saya yang sekecil itu saja sudah mendapat ancaman mulai kata-kata dan sempat diberi keringat ketiak dikasihkan ke hidung saya,” ucapnya.

Sebagai putra seorang anggota militer, Gogor mengaku secara refleks membalas tendangan anggota PKI tersebut. “Saya lari karena dikejar sambil diteriaki kata-kata kotor. Oleh tetangga akhirnya diberi tahu untuk tidak mengejar,” papar dia.

Baca juga: Terungkap! Kronologi & Penyebab Tukul Arwana Pendarahan Otak

Selain keluarganya, Gogor ingat betul banyak orang dibawa ke markas PKI di Solo untuk disiksa.

“Sering saya melihat orang dibawa masuk lalu terdengar suara dipukuli. Pokoknya benar-benar biadab,” sambung dia.

Setelah tragedi G30S pecah, pasukan Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang kini beralih nama menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyerbu markas PKI di Jl Honggowongso, Solo, pada Oktober 1965. Kejadian ini membuat keluarga Gogor lega karena pasukan tersebut berhasil menumpas antek-antek komunis.

“Kakek saya bersyukur dan plong pasukan RPKAD akhirnya datang dan memang salah satunya khusus menjaga rumah yang saya tempati. Para anggota RPKAD juga sempat minum teh dan istirahat di rumah eyang. Setelah itu pagi harinya serangan balik ke markas DPC PKI itu. Seingat saya semua dimasukkan ke truk sampai habis, cepat sekali. Setelah itu semua sudah bersih,” tuturnya.

Baca juga: Hari Rabies Sedunia: Solo Masih Jadi Surga Kuliner Anjing?

Masuk Daftar Eksekusi

Gogor pun kaget saat mengetahui fakta bahwa keluarga besarnya termasuk dalam daftar eksekusi yang dibuat PKI.

“Tebukti dokumennya PKI bahwa keluarga saya, H Asngat dan H Sangidu (ayah dari pendiri Ormas Mega Bintang, Mudrick M Sangidu) masuk dalam daftar eksekusi mereka dan dibuatkan lubang untuk mengubur semua,” ujar dia.

Hal itu disebabkan karena ketiga kerabat Gogor merupakan tokoh agama yang punya pengaruh besar.

“Ketiganya tokoh agama saat itu. Seperti kakek saya yang mewakafkan masjid At Taqwa. Pemrakas KH Ghozali, dan pendanaan H Asngat yang kakak beradik dengan H Sangidu,” tambah dia.

Kini rumah, lahan, serta masjid yang dulu ditinggali Gogor telah diwakafkan dan berubah menjadi bangunan SMA Al Islam Solo.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sabar Dulu, Pengumuman Hasil Ujian SKD CPNS Sukoharjo Tunggu Ini

Ujian SKD CPNS Sukoharjo sudah selesai dilaksanakan, namun terkait jadwal pengumuman masih menunggu informasi lebih lanjut dari panitia pusat.

Siap-siap! Ada Pemadaman Listrik di Boyolali Hari Ini (16/10/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Boyolali hari ini, Sabtu (16/10/2021) yang berlangsung selama lima jam. Ini daerah yang terdampak.

Aturan Baru! Jagong dan Berwisata di Sukoharjo Syaratnya Sudah Vaksin

Pemkab Sukoharjo mensyaratkan wajib sudah divaksin bagi warga yang hendak menggelar dan menghadiri hajatan serta masuk ke tempat wisata.

Pemadaman Listrik Solo Hari Ini (16/10/2021), Daerahmu Terdampak?

Berikut jadwal pemadaman listrik di Solo hari ini, Sabtu (16/10/2021) yang berlangsung selama tiga jam. Daerah mana saja yang terdampak?

Keraton Solo Ditegur Kemendikbud, Gibran: Dirjen Cipta Karya Sudah Cek

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah membahas rencana revitalisasi Keraton Solo dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Ratusan Suporter PSS Sleman Dicegat Masuk Solo, 150 Motor Ditahan

Aparat Polresta Solo berhasil mencegah sekitar 900 suporter PSS Sleman yang hendak masuk Kota Solo saat klub sepak bola tersebut bertanding di Stadion Manahan Solo, Jumat malam.

Ramai Banteng Vs Celeng di PDIP, Dencis: Jangan Sak Karepe Dewe!

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Denny Nurcahyanto alias Dencis mengomentari polemik banteng vs celeng yang belakangan memanas di internal parpol tersebut.

Minim, Bantuan Subsidi Bunga Pinjaman UMKM Sukoharjo Baru Terserap 15%

Serapan bantuan subsidi bunga pinjaman modal UMKM yang digulirkan Pemkab Sukoharjo untuk mendorong pemulihan ekonomi hingga Oktober ini baru mencapai 15%.

Rombongan Suporter asal Jogja Lintasi Colomadu, Sempat Bikin Macet

Rombongan konvoi suporter asal Jogja sempat bikin macet saat melintas di Colomadu, Karanganyar, dalam perjalanan pulang dari Solo.

Kisah Sukarelawan Klaten, Tak Panik Saat Tahu Terpapar Covid-19

Sukarelawan BPBD Klaten justru terang-terangan memberitahukan ke beberapa orang yang telah ditemuinya bahwa dirinya sedang terpapar virus corona, sejak beberapa hari terakhir.

BPR BKK Wonogiri Laba Capai Rp8,5 Miliar

Dari hasil usaha 2021 ini diproyeksikan dapat memberikan deviden bagi dua pemegang saham, yakni Pemprov Jateng dan Pemkab Wonogiri pada 2022 mendatang total senilai Rp4,639 miliar.

Walah, Polemik Banteng Vs Celeng PDIP Disebut Hanya Setingan

Polemik di internal PDIP hingga memunculkan narasi banteng vs celeng belakangan ini disebut hanya setingan untuk menaikkan popularitas Ganjar dan PDIP.

BPS Kaji Dampak Pandemi Terhadap Pelaku Usaha

Survei ini menjadi sarana mendapatkan informasi kondisi kegiatan usaha terkini.

Terdampak Tol Solo-Jogja, Lahan Kas Desa di Klaten Malah Bertambah

Jumlah total lahan pengganti yang bisa didapatkan panitia desa setempat mencapai 32 bidang atau sekitar 72.000 meter persegi.

Siap-Siap Pedagang Boleh Berjualan Lagi di Alun-Alun Wonogiri

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan pelonggaran ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Anggota Ormas Patriot Ganjar Pranowo Diklaim Tersebar di 4 Benua

Anggota ormas Patriot Ganjar Pranowo (Pagar) yang akan deklarasikan dukung Gubernur Jateng itu di Pilpres 2024 pada Sabtu (16/10/2021) ini tersebar di empat benua.