Kebakaran hutan di Korea Selatan (Reuters)

Solopos.com, SOLO – Kebakaran hutan di Korea Selatan menjadi musibah yang mengerikan. Sekitar 4.000 orang mengungsi akibat kebakaran hutan yang terjadi, Jumat (5/4/2019) dini hari waktu setempat, di sebelah timur Provinsi Gangwon. Api melahap sekitar 385 hektare lahan dan 310 rumah.

Salah seorang warga Korea Selatan, Kim Tae-gi, 69, mengungsi karena rumahnya hangus dilalap si jago merah. Dia tidak pernah membayangkan kehilangan segalanya. Baginya, -hukuman-rajam-bagi-lgbt-di-brunei-langgar-hak-asasi”>musibah -hukuman-rajam-bagi-lgbt-di-brunei-langgar-hak-asasi”>kebakaran tersebut adalah mimpi buruk sepanjang hidupnya.

“Saya kehilangan segalanya. Saya menerima bantuan dari pemerintah. Tapi, saya tidak tahu kapan bisa kembali ke rumah,” kata Kim Tae-gi seperti dikutip dari Asia One, Sabtu (6/4/2019).

Kim Tae-gi yang bekerja sebagai pemadam -hukuman-rajam-bagi-lgbt-di-brunei-langgar-hak-asasi”>kebakaran bergegas menyelamatkan anjingnya seusai membaca peringatan kebakaran. Dia meninggalkan rumah setelah berhasil mengeluarkan anjingnya. “Saya menyelamatkan diri setelah berhasil mengeluarkan anjing peliharaan saya. Saya tidak bisa membawa apapun, kecuali pakaian yang melekat di badan. Saya melihat rumah dan mobil saya terbakar dilahap api,” sambung Kim Tae-gi.

Senasib dengan Kim Tae-gi, Kim Jung-soon, 74, asal Songcheon-ri, hanya bisa bengong melihat rumahnya dilahap api. Sampai saat ini, dia masih tidak percaya rumahnya hangus terbakar. “Saya keluar dari rumah sekitar pukul 20.00 ketika mendengar suara anjing menggonggong. Tidak ada tanda-tanda kebakaran saat itu. Tapi, beberapa menit kemudian, suami saya berteriak mengajak saya keluar rumah. Saat itulah saya menyaksikan api menyambar rumah,” terang Kim Jung-soon.

Setelah melihat api, Kim Jung-soon melepaskan anjingnya dan pergi membawa tas kecil. Dia hanya membawa kartu identitas dan dompet di dalam tas itu. Keesokan harinya, dia kembali melihat rumah kayunya yang hangus dan rata dengan tanah.

Aku tidak tahu harus tidur di mana. Tapi, aku tidak ingin kembali ke tempat itu. Aku takut,” sambung Kim Jung-soon.

Dikabakarkan Reuters, pemerintah Korea Selatan mendeklarasikan kebakaran hutan dan lahan itu sebagai bencana nasional. Sekitar 872 mobil pemadam kebakaran bersama 3.251 petugas dikerahkan memadamkan api. Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga menerjunkan 16.500 tentara, 32 helikopter, dan 26 mobil pemadam kebakaran militer untuk membantu proses pemadaman api.

Kobaran api kali pertama menyala di Provinsi Gangwon dan menyebar dengan cepat ke Kota Sokcho dan Gangneung. Api di sejumlah daerah berhasil dipadamkan setelah dilakukan upaya tanpa henti semalam suntuk. Kini, korban kebakaran masih bertahan di pengungsian.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten