Kategori: Wonogiri

Kesadaran Pedagang dan Pembeli di Pasar Wonogiri Memakai Masker Meningkat


Solopos.com/Rudi Hartono

Solopos.com, WONOGIRI — Kesadaran pedagang dan pembeli di pasar Wonogiri untuk memakai masker berangsur-angsur membaik. Sekarang pedagang dan konsumen yang tidak memakai jumlahnya lebih sedikit.

Pantauan Espos di Pasar Kota Wonogiri, Rabu (14/10), mayoritas pedagang di lantai I yang Espos amati memakai masker dengan benar. Masker menutup hidung dan mulut. Hanya sebagian kecil pedagang yang tak memakai masker dengan benar.  Bahkan, ada anak kecil yang datang bersama orang dewasa juga memakai masker.

Selain itu, banyak pula ditemukan tempat mencuci tangan. Baik di dekat kios luar dan maupun kios/los bagian dalam. Sayangnya, jarang terlihat ada konsumen yang mencuci tangan di tempat yang disediakan. Beberapa konsumen mengaku membawa pencuci tangan tanpa bilas atau hand sanitizer sendiri, sehingga tak cuci tangan menggunakan air dan sabun.

77 Bidang Tanah Terdampak Waduk Pidekso Wonogiri Belum Dibebaskan

Pedagang berbagai penganan, Retno Winarsih, 48, mengaku selalu memakai masker sejak pagi hingga selesai berjualan. Menurut dia, memakai masker sudah menjadi kewajiban yang harus ditaati. Setiap hari dia pula membawa hand sanitizer. Biasanya dia memakai pencuci tangan tanpa bilas itu setelah menerima uang dari konsumen. Kadang dia mencuci tangan di tempat cuci tangan yang disiapkan pedagang lain.

“Kalau saya lihat semua orang sudah terbiasa memakai masker. Konsumen pasar juga pakai masker semua. Kadang ada petugas yang menegur saat melihat konsumen maupun pedagang yang tak memakai masker dengan benar,” kata Retno.

Selama ada wabah Covid-19 dia tak mengajak konsumen yang dikenalnya bersalaman. Konsumen pun juga melakukan hal sama. Saat melihat mereka sekadar menyapa. Menurut Retno kebiasaan saat berinteraksi sosial, seperti berkumpul dan bersalaman, saat ini harus diubah menjadi kebiasaan menjalankan protokol kesehatan.

Ternyata Pendaftaran Program Bantuan UMKM Wonogiri Gelombang II Diubah, Tak lagi Online

“Covid-19 ini kan tidak terlihat. Katanya orang yang terinfeksi pun sekarang terlihat tetap sehat. Maka dari itu harus antisipasi, siapa pun bisa membawa virus,” ujar Retno.

Kewajiban Pakai Masker

Penjaga kios penjual aneka makanan ringan, Angga Purwanto, 21, menyampaikan hal senada. Sejak Covid-19 mewabah dia selalu masker saat di luar rumah, termasuk saat bekerja di pasar. Dia juga jarang bersalaman dengan orang. Jika ada orang mengulurkan tangan dia membalasnya, tetapi setelah itu dia mencuci tangan agar tetap steril.

Salah seorang pembeli, Iis, 25 dan Ani, 48 juga mengaku selalu memakai masker saat berinteraksi dengan orang, seperti saat berbelanja. Iis juga memakaikan masker kepada anaknya yang masih kecil saat di luar rumah atau berkendara. “Kalau pas berkendara lupa membawa masker saya lebih memilih mengambilnya dulu di rumah,” ucap Ani.

Jangan Dilanggar! Pesta Pernikahan di Wonogiri Hanya Boleh Dihadiri 30 Orang

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas KUKM Perindag Wonogiri, Agus Suprihanto, mengatakan pihaknya telah mewajibkan memakai masker bagi pedagang dan konsumen di pasar sejak awal wabah muncul. Siapa pun yang tak bermasker dilarang masuk. Aturan tersebut berlaku di seluruh pasar tradisional di Wonogiri yang ada 26. Selain itu pihaknya menyediakan tempat cuci tangan di depan, samping, dan belakang pasar. Bahkan, di sejumlah pasar disediakan bilik antiseptik.

“Dari awal pandemi Covid-19 sampai sekarang pedagang dan konsumen pasar tetap konsisten menjalankan protokol. Ada tim yang berpatroli memonitor pedagang dan konsumen. Kalau ada orang yang tak memakai masker atau memakai masker tetapi tidak benar pemakaiannya akan diberi peringatan,” kata Agus.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy