Kerusakan Paru-Paru Anak Akibat Covid-19, Meradang Hingga Terisi Nanah
Petugas medis mengawasi hasil CT scan pasien virus corona di distrik Qingshan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, 8 Februari 2020. (Reuters/China Daily)

Solopos.com, JAKARTA -- Para dokter menerbitkan hasil CT scan anak-anak yang menunjukkan kerusakan paru-paru mereka setelah terinfeksi virus corona (Covid-19). Dokter memperingatkan pasien yang dirawat di rumah sakit dapat menderita kerusakan paru-paru.

Tim dari Rumah Sakit Anak Boston mengevaluasi CT scan dari kasus pediatrik Covid-19 untuk melihat kondisi paling umum. Dalam sebuah penelitian terhadap 20 anak, hampir dua pertiga memiliki opacity ground-glass atau indikasi peradangan yang meluas.

Kasus Baru Positif Covid-19 di Indonesia Turun 2 Hari, Jangan Senang Dulu!

Setengah dari pasien anak memiliki peradangan mengelilingi massa paru-paru yang dikenal sebagai konsolidasi akibat Covid-19. Konsolidasi menyulitkan bernafas karena kantung udara paru-paru dipenuhi dengan zat seperti cairan atau infeksi.

Anak-anak secara keseluruhan tampaknya kurang terpengaruh oleh Covid-19 dibandingkan orang dewasa. Namun mereka menjadi lebih rentan jika mereka memiliki kondisi yang mendasarinya.

Data Terkini Covid-19 Indonesia: Kasus Positif Meningkat Jadi 14.265, Pasien Meninggal 991

Para dokter, dilansir laman Daily Mail, Senin (11/5/2020), yang dipimpin oleh radiologis Alexandra Foust, menjelaskan kerusakan paru-paru itu. Mereka membandingkan kerusakan paru-paru anak akibat Covid-19 dengan penyakit pernapasan serupa lainnya.

Mereka melihat dampak SARS dan MERS (terkait virus corona), H1N1 (flu burung), dan EVALI, dengan kondisi akibat vaping (mengisap vape). Karena SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19) sangat baru, bukti pengaruhnya terhadap kesehatan terbatas, terutama untuk anak-anak.

Heboh Kerumunan Orang di McDonald's Sarinah Saat PSBB, Sudah Tak Takut Corona?


Penampakan paru-paru anak-anak terinfeksi Covid-19, A. anak berusia 14 tahun, B. anak berusia 10 tahun, dan C. anak berusia 1 tahun. (Dailymail)

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyebutkan hanya 1,7 persen dari kasus Covid-19 yang didiagnosis berada di bawah 18 tahun.

Dr Foust dan rekannya mengumpulkan lima studi dan mencatat perubahan yang sangat jelas pada paru-paru anak-anak akibat Covid-19. Mereka menerbitkan temuan mereka dalam American Journal of Roentgenology.

Mudik Dilarang, Tapi Bus AKAP Boleh Beroperasi, Pemerintah Mau Apa?

Diisi Nanah atau Air

Satu studi di kota Wuhan Cina mengamati 20 pasien rumah sakit anak dengan Covid-19 antara usia satu hari dan 14 tahun. Sebanyak 13 di antaranya adalah lelaki. Semua pasien memiliki lesi atau sebagian jaringan yang telah rusak atau berubah secara tidak normal pada dinding paru-paru.

Sedangkan setengah pasien anak-anak tersebut memiliki lesi bilateral di paru-paru, artinya di kedua sisi. Sementara 30 persen memiliki lesi hanya pada satu paru.

Pasien Positif Covid-19 Kabur dari Jakarta ke Banyumas Naik Travel

Sebanyak 6 dari 10 pasien anak penderita Covid-19 memiliki ground-glass opacity (GGO), yang membentuk seperti awan kabur pada paru-paru. Kondisi itu menunjukkan berbagai masalah. Misalnya paru-paru dipenuhi bahan yang meradang, ada penebalan jaringan paru-paru, atau kolapsnya sebagian alveoli (kantung udara kecil paru-paru).

Sementara itu, setengah dari anak-anak tersebut mengalami konsolidasi pada paru-paru. Artinya, ruang udara dalam paru-paru mereka diisi dengan zat tertentu, biasanya berupa nanah, darah, atau air, dan dikelilingi GGO.

Anies ke Media Asing: Kasus Covid-19 Indonesia Lebih Besar dari Data Pemerintah

Sumber: Suara.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom