KERUKUNAN UMAT BERAGAMA : Nojorono Gagas Doa Bersama Kedamaian Bangsa
Seorang tokoh agama Islam memimpin doa bersama untuk kedamaian dan kesejahteraan bangsa Indonesia yang digagas oleh PT Nojorono Tobacco Internasional di Taman Primary, pabrik rokok PT Nojorono Tobacco Internasional, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kudus, Jateng, Sabtu (21/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kerukunan umat beragama diwujudkan PT Nojorono Tobacco Internasional, salah satu pabrik rokok di Kudus, menggagas doa bersama kedamaian bangsa.

Solopos.com, KUDUS — Sejumlah tokoh lintas agama di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (21/10/2017), menggelar doa bersama untuk kedamaian bangsa Indonesia. Doa bersama sebagai wujud kerukunan antarumat beragama tersebut digelar di Taman Primary, kopleks pabrik rokok PT Nojorono Tobacco Internasional yang ada di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kudus.

Sejumlah tokoh lintas agama yang hadir, yakni Kiai Nur Khalim Ma`ruf sebagai perwakilan dari agama Islam, Pendeta Gatot Subijanto mewakili agama Kristen Protestan, Romo Yohanes Bechman Haryono mewakili agama Katolik, Nawanto mewakili agama Hindu, dan Suparno dari agama Buddha, Sukamto dari aliran kepercayaan, serta perwakilan dari Konghucu.

"Kami berdoa kepada Tuhan agar bangsa ini dilindungi dari dosa dan fitnah serta mara bahaya supaya terhindar dari perpecahan dan kerusuhan," kata tokoh agama Hindu, Nawanto. Ia berharap perbedaan dijadikan sarana penyeimbang sehingga masing-masing saling hormat menghormati untuk mewujudkan semangat kesatuan dan persatuan bangsa.

Sikap saling hormat-menghormati tersebut, diharapkan bisa melahirkan generasi yang berkarakter, jujur dan memiliki jiwa Pancasila. Dengan adanya sikap saling hormat antar sesama pemeluk agama, dia optimistis sikap radikal dan paham radikal bisa dihindarkan sehingga kerukunan antarumat beragama terwujud.

Sementara tokoh agama Buddha, Suparno berdoa, agar bangsa ini terbebas dari sikap keserakahan, kebencian, serta masyarakatnya bisa menumbuhkan rasa cinta kasih sehingga cita-cita perdamaian bangsa bisa diwujudkan. Masing-masing tokoh agama mendapatkan kesempatan untuk memimpin doa bersama sesuai tuntunan dari agamanya masing-masing.

Sebagai bentuk kerukunan umat beragama, acara Doa untuk Indonesia yang Damai dan Sejahtera yang digagas oleh PT Nojorono Tobacco Internasional itu juga menghadirkan grup rebana dan barongsai. Pada akhir acara, saat pertunjukkan barongsai, tampak tim rebana dari komunitas seni Islami juga ikut mengirinya sebagai bentuk kerukunan antar umat beragama.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Nojorono Tobacco Internasional Stefanus JJ Batihalim mengungkapkan kegiatan doa bersama dengan tokoh lintas agama ini dalam rangka mendoakan negara ini agar tetap damai. "Sebagai umat yang beriman, sudah selayaknya saling menghargai agar terwujud keamanan dan kedamaian," ujarnya.

Dengan kondisi negara yang kondusif, dia optimistis, negara lebih mudah dalam mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Apalagi, lanjut dia, negara ini memiliki tanah yang subur dan tersimpan kekayaan alam yang melimpah. "Pengikisan rasa persatuan dan kesatuan bangsa harus dihindari. Sudah saatnya, rasa persatuan kembali dipupuk agar tercipta rasa kedamaian dan bisa mencapai kesejahteraan dan kemakmuran," ujarnya.

PT Nojorono, kata dia, memiliki tanggung jawab terkait hal itu, dengan menghadirkan semua tokoh agama untuk memperkuat tali silaturahmi dan memperkuat keakraban. Semua tokoh agama bersama jajaran petinggi PT Nojorono juga melakukan penanaman tanaman sawo kecik sebagai simbol kebajikan dan kemakmuran.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho