KERUDUNG HALAL : Zoya Harus Buktikan Ada Jilbab Haram

 Foto poster Zoya yang menyertakan iklan MUI. (Istimewa/Facebook)

SOLOPOS.COM - Foto poster Zoya yang menyertakan iklan MUI. (Istimewa/Facebook)

Kerudung Halal yang diiklankan Zoya dengan mempublikasi logo MUI diprotes netizen.

Solopos.com, SOLO – Brand ternama busana muslim, Zoya, mengumumkan bahwa semua produk kerudung mereka telah mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Zoya bahkan memajang logo sertifikasi halal MUI ini dalam sebuah poster raksasa.

Zoya juga mengunggah sertifikat halal dari MUI dengan foto Laudya Chynthia Bella sebagai brand ambassador-nya. Di caption fotonya, akun resmi Zoya bernama @zoyalovers itu menulis, “Alhamdulillah Zoya mendapatkan sertifikat dari MUI sebagai kerudung halal pertama di Indonesia.”

Tak lama berselang, publik dunia maya (netizen) tampak menanggapi dengan serius kabar ini. Seperti akun Irfan Novianda yang menuntun Zoya harus membuktikan ada hijab (kerudung) haram.

Irfan mengaku mengerti dengan kebijakan LPPOM MUI yang tidak bisa menolak perusahaan yang meminta uji halal pada produknya. Dia juga menceritakan pengalamannya pada tahun 2008 mendampingi sebuah perusahaan Penjualan Langsung Berjenjang (PLB) meminta sertifikasi syariah menjadi PLB Syariah.

“Waktu itu MUI belum mengeluarkan fatwa terkait PLBS,” katanya. “DSN MUI akhirnya melakukan pleno dengan tim ahli dan anggota Komisi Fatwa DSN MUI sampai akhirnya tahun 2009 DSN MUI mengeluarkan Fatwa,” lanjutnya.

Namun untuk kasus hijab halal Zoya menurutnya aneh. Irfan mempertanyakan apakah banyak hijab haram yang beredar di kalangan masyarakat.

Pertanyaan kita sekarang, Zoya harus membuktikan adanya hijab yang menggunakan emulsifier dari gelatin babi [dua bahan yang diharamkan],” tutupnya.

Soal ulasan ini, netizen tampak riuh menanggapi. Akun Atma Wijaya mengatakan bahan yang disebutkan, gelatine babi, masih diperdebatkan akan halal-haramnya.

“Masalah gelatin babi saja masih perdebatan antara ulama di timur tengah dan di Indonesia, saya pernah baca tulisan kalau majelis ulama negara timur tengah dan eropa menghalalkan gelatin yag diekstrak dari darah babi sedangkan MUI dan majelis ulama Malaysia mengharamkan,” sebutnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Ke Mal di Sukoharjo, Ganjar Nonton Film Bioskop tentang Eks Napiter

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menonton film dokumenter tentang eks napiter yang berusaha kembali ke masyarakat saat berkunjung ke Sukoharjo.

Smartphone Sadis, Sony Xperia Pro-I Seharga Rp25 Jutaan Dirilis

Sony Xperia Pro-I resmi diluncurkan dibanderol $1.799,99.

Ini Target Waktu Pembebasan Lahan Tol Jogja Solo Seksi 1

Proses pembebasan lahan jalan tol Jogja Solo di Purwomartani, Kalasan sudah menyerap anggaran Rp344 miliar.

5 Bocah Main Air di Sungai, 1 Hilang

Keceriaan lima bocah itu berubah menjadi malapetaka setelah terdengar suara teriakan minta tolong dari para korban.

PLTSa Putri Cempo Solo, Puluhan Kontainer Material Mulai Berdatangan

Investor pembangunan PLTSa Putri Cempo Solo mendatangkan puluhan kontainer material dari India, China, dan Austria.

Ustaz di Lampung Unggah Video Dibegal, Eh Ternyata Abal-Abal

Karena menyebut nama Lampung, video rekayasa pembegalan itu dianggap membikin resah.

Nekat Goda Pacar Orang, Pria di Sidoarjo Jawa Timur Tewas Dikeroyok

Nekat goda pacar orang, seorang pemuda meninggal setelah menjadi korban pengeroyokan di kawasan GOR Sidoarjo, Jawa Timur.

Jumlah Subscriber Atta Halilintar Naik Pesat, Ini Kuncinya

Meski mengaku tak lagi ngaya, kenyataannya jumlah subscriber di channel Youtube Atta Halilintar tetap saja bertambah.

Langgar PPKM, Holywings dan Kafe Marabunta di Semarang Disegel

Dua kafe di Semarang, yakni Holywings dan Marabunta, disegel polisi karena melanggar aturan PPKM level 1 dengan buka lebih dari pukul 24.00 WIB.

Ini Skema Hyundai Hadapi Penyetopan Mobil Bensin-Solar Tahun 2050

Skema Hyundai hadapi kebijakan penyetopan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan solar.

Pekan Terakhir Solo Great Sale 2021, Banjir Promo Diskon hingga 50%

Sejumlah merchant memberikan beragam promo hingga diskon 50% pada pekan terakhir penyelenggaraan Solo Great Sale (SGS) 2021.

Tuntut Usut Kasus Diklat Maut Menwa UNS, Mahasiswa Gelar Aksi 100 Lilin

mahasiswa mendesak rektorat tegas dan transparan dalam menyikapi kasus meninggalnya Gilang Endi

Tarif PCR di India Murah Banget Rp160.000an, Ternyata Ini Sebabnya

Budi Gunadi menekankan pemerintah tidak akan memberikan subsidi harga tes PCR karena harganya sudah cukup murah dibandingkan negara lain.

Warga Lansia dan ODGJ Gandekan Solo Disasar Vaksinasi Covid-19 Keliling

Pemerintah Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, bersama petugas Puskesmas Purwodiningratan melakukan vaksinasi Covid-19 keliling dengan sasaran warga lansia dan ODGJ.

Presiden Minta Kantin dan Tempat Parkir Diwaspadai, Ada Apa Ya?

Seiring dengan pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai, Presiden meminta kewaspadaan tinggi di kantin dan tempat parkir.

Tips Hindari Teror Debt Collector Pinjol ala Bos Jasa Penagihan Solo

Bos perusahaan jasa penagihan Solo Giyatno membagikan tips cara agar terhindar dari teror debt collector pinjol yang dikenal kerap melakukan intimidasi.