Kerja Sif Malam Tingkatkan Risiko Keguguran

Sebuah studi baru menyebutkan bahwa sering bekerja pada shift malam bagi wanita hamil berpotensi meningkatkan risiko keguguran.

Kerja Sif Malam Tingkatkan Risiko Keguguran

SOLOPOS.COM - Ibu hamil./Istimewa

Solopos.com, JAKARTA – Studi terbaru menyebutkan sering bekerja pada shift malam bagi wanita hamil berpotensi meningkatkan risiko keguguran.  

“Wanita yang bekerja shift malam terpapar cahaya pada malam hari yang mengganggu ritme sirkadian (jam tubuh) mereka dan mengurangi pelepasan melatonin,” ujar Luise Molenberg Begtrup, peneliti utama dalam studi, dilansir dari Reuters, Kamis (28/3/2019).  

“Melatonin telah terbukti penting dalam mempertahankan keberhasilan kehamilan, yang memungkinkan dengan menjaga fungsi plasenta,” lanjutnya.

Begtrup merupakan seorang peneliti di Departemen  Occupational & Environmental Medicine di Bispebjerg and Frederiksberg Hospital di Kopenhagen, Denmark. 

Untuk mengetahui lebih jauh dampak bekerja shift malam terhadap kehamilan, dia dan rekan-rekannya menganalisis hasil kehamilan pada 22.744 pekerja layanan publik.  Kebanyakan dari mereka bekerja di rumah sakit Denmark. 

Para peneliti mencocokkan para wanita ini dengan catatan dari Danish Medical Birth Register, yang memberikan informasi tentang kehamilan hingga kelahiran, dan Danish National Patient Register, yang memberikan informasi tentang keguguran.

Di antara 10.047 wanita dalam penelitian yang melakukan pekerjaan shift malam selama pekan seminggu hingga 21 kehamilan mereka, ada 740 wanita yang mengalami keguguran. 

Setelah memperhitungkan usia ibu, indeks massa tubuh, merokok, jumlah kelahiran sebelumnya, status sosial ekonomi, dan keguguran sebelumnya, Begtrup menemukan bekerja dua shift malam atau lebih dalam satu pekan antara minggu ke-8 dan ke-22 memiliki kaitan dengan peningkatan 32 persen risiko keguguran pada minggu berikutnya.

Para peneliti juga menemukan wanita yang bekerja 26 kali atau lebih shift malam antara minggu ke-4 dan ke-22 menghadapi risiko keguguran dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak bekerja shift malam.  Tetapi temuan tersebut hanya berdasarkan pada delapan wanita.

Sementara itu, Dr. Zev Williams, Kepala Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas di NewYork-Presbyterian/Columbia University Irving Medical Center menilai, data temuan Begtrup tersebut tidak cukup kuat untuk membuktikan bahwa sering bekerja shift malam berpotensi meningkatan risiko keguguran.  

“Ini bukan uji coba secara acak,” kata Williams. “Dengan sesuatu seperti ini, ada banyak pembaur lainnya.”

Dengan kata lain, ada banyak faktor lain yang mungkin dimiliki oleh pekerja shift malam yang tidak diperhitungkan dalam penelitian ini.

“Data seperti ini tidak cukup kuat bagi orang untuk berpikir bahwa mereka perlu mengubah gaya hidup mereka,” kata Williams. 

“Kekhawatiran saya adalah orang-orang yang mengalami keguguran akan berpikir:‘ Ya ampun, karena saya bekerja shift malam ini, saya kehilangan bayi saya. Kami sudah melihat begitu banyak orang yang dilanda stres dan rasa bersalah karena mereka mengalami keguguran. ”

Bahkan jika dapat dibuktikan bahwa shift malam memang meningkatkan risiko keguguran, dalam kasus individu yang risikonya kecil, mengakhiri shift malam tidak akan memiliki efek besar pada pengurangan tingkat risiko keguguran.

Berita Terkait

Berita Terkini

Vaksinasi di Sleman Sasar Ibu Hamil dan Kalangan Disabilitas

Ada sekitar 4.500 ibu hamil yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Jumlah tersebut berdasarkan usia kehamilan antara 13-33 pekan.

Nusron Wahid Bela Eks Koruptor Jabat Komisaris BUMN

Nusron menilai tidak ada yang dilanggar Menteri BUMN dalam keputusannya mengangkat Emir Moeis.

Ekonomi RI Melesat, OJK Dorong Pemda Akselerasi Belanja Daerah

Belanja daerah memicu perluasan ruang pertumbuhan ekonomi baru, menyerap banyak tenaga kerja.

Kunjungi Sragen, Menko Marves dan Menkes Janji Suplai Vaksin 15.000 Dosis/Hari

Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 di Solo Raya mencapai 75% pada akhir Agustus 2021.

Salurkan Hobi Masak, Ibu Muda Asal Solo Ini Raih Jutaan Rupiah Lewat Bakpao Unik

Ide untuk membuat bakpao berkarakter unik itu berawal dari para buah hatinya yang menyukai bakpao pada umumnya.

Pantauan Kejari Karanganyar, Tak Temukan Penimbunan Obat

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar terus melakukan pemantauan peredaran obat di Karanganyar sejak awal PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.

PKL Solo Baru Sukoharjo Menjerit: Jalan Jangan Ditutup, Lampu Jangan Dimatikan!

Para PKL di kawasan Solo Baru Sukoharjo meminta pemerintah melonggarkan kebijakan penyekatan ruas jalan dan pemutusan aliran listrik lampu penerangan jalan.

Jokpro 2024 Terus Gerilya Jokowi Tiga Periode

Hasil survei SMRC pada Mei 2021 menyebut, 52,9 persen responden masih menginginkan Presiden Jokowi kembali menjabat.

Sosialisasi 4 Pilar, Aria Bima Upayakan Penyapu Jalan di Solo Divaksinasi

Aria Bima akan mengupayakan agar para penyapu jalan dan keluarganya di Solo segera mendapat vaksin Covid-19.

Alhamdulillaah, Indonesia Bakal Punya Hotel di Arab Saudi

Investasi berbentuk kepemilikan fasilitas akomodasi dan hotel di Arab Saudi untuk jemaah haji dan umrah Indonesia.

Solo PPKM Level 4, Bhayangkara FC Belum Putuskan Latihan

Para pemain belum akan dikumpulkan dalam waktu dekat menyusul aturan PPKM di Kota Solo.

Kisah Petani Cawas, Rela Tak Ke Sawah Demi Vaksinasi di Polres Klaten

Seorang petani asal Pakisan, Kecamatan Cawas, rela meninggalkan sawahnya demi mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar di Mapolres Klaten.