Kegiatan pendampingan Puspari LPPM UNS Solo dalam pengembangan produk batik kayu (istimews-UNS Solo)

Solopos.com, SOLO – Pusat Penelitian dan Pengembangan Pariwisata dan Budaya (Puspari) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar dua kegiatan pengabdian masyarakat pada 2018. Adapun kegiatan pertama yang dilakukan berupa program kemitraan masyarakat (PKM) bertajuk Aplikasi Bahasa Inggris Persuasif untuk Meningkatkan Efektifitas Promosi Pariwisata Solo Raya.

Dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Kamis (24/1/2019), dijelaskan, kegiatan tersebut melibatkan dua biro perjalanan wisata, Wilis Tours dan Bumi Kentingan Tour and Travel. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi mitra dalam berbahasa Inggris untuk mempromosikan dan memasarkan produk pariwisata Solo Raya.

  

Kegiatan pendampingan di Wilis Tours (Istimewa-UNS Solo)

Program tersebut dibuat oleh tim UNS Solo karena terbatasnya pengetahuan mitra tentang bahasa Inggris serta peralatan untuk menunjang promosi dan pemasaran produk pariwisata di Soloraya. Adapun metode yang dipakai meliputi diskusi, transfer pengetahuan dan keterampilan, serta pendampingan. Program kemitraan masyarakat (PKM) bertajuk Aplikasi Bahasa Inggris Persuasif untuk Meningkatkan Efektifitas Promosi Pariwisata Soloraya didanai oleh PNBP UNS Solo. 

Hasil PKM terlihat dari peningkatan kompetensi mitra menggunakan bahasa Inggris secara persuasif. Sementara pendampingan yang dilakukan sukses memperbaiki situs promosi untuk Wilis Tours yang bisa dilihat di Wilistravel.com. Serta situs Bumikentinganholiday.com untuk Bumi Kentingan Tour and Travel. Program pendampingan ini dilaksanakan langsung oleh tim dari UNS Solo yang dipimpin Rara Sugiarti dan Susilorini.

 

Kegiatan pendampingan di Bumi Kentingan Tour & Travel (istimewa-UNS Solo)

Puspari LPPM UNS Solo juga melaksanakan pengabdian masyarakat dengan program pengembangan produk unggulan daerah (PPPUD) di Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan bertajuk Pengembangan Kerajinan Batik Kayu sebagai Potensi Unggulan Daerah Kabupaten Klaten dilakukan dalam proses produksi hingga pemasaran.

Sektor produksi difokuskan pada pengembangan desain dan proses finishing produk batik kayu hasil UKM Taruntum dan UKM Batik Jino. Selanjutnya mereka diajarkan cara mengembangkan promosi produk batik kayu melalui pariwisata. Program ini didanai langsung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Program itu digagas karena kurangnya kreasi produk serta terbatasnya media promosi. Tujuan program ini adalah mendorong penguatan ekonomi lokal sekaligus melestarikan seni budaya tradisi yang telah ada.

Hasil kegiatan ini berupa pengingktan diversifikasi desain produk, terbangunnya lokasi swafoto di UKM Batik Kayu, serta bertambahnya jumlah produksi. Tak ketinggalan, jangkauan pemasaran batik kayu semakin luas sehingga mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Tim pelaksana PPPUD Batik Kayu terdiri atas Margana, Muthmainah dan Rara Sugiarti.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten