Pengendara motor melintas di depan rumah Lela di RT 6/RWI, Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede, Boyolali, Kamis (10/1/2019). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pelaku penganiayaan yang dipicu kerikan istri terhadap tetangganya di Karanggede, Boyolali, Selasa (8/1/2019), Deni Kurniawan, 31, yang kabur setelah kejadian hingga saat ini belum tertangkap.

Polisi masih mencari Deni. “Belum, semoga segera tertangkap,” ujar Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto mewakili Kapolres AKBP Kusumo Wahyu Bintoro kepada Solopos.com, Kamis (10/1/2019).

Seperti diberitakan, Deni membacok Supriyanto, 49, warga Dukuh Mongkrong, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, beberapa saat seusai dikerik istri Deni, Lela Martina, 40, Selasa. Kejadian tersebut berlangsung di rumah Deni.

Solopos.com mendatangi rumah Deni dan Lela di RT 006/RW 001, Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede, Kamis. Dari luar rumah kayu dengan kaca terang di bagian depan itu terlihat Lela sedang duduk bersimpuh menghadap meja sekaligus menghadap kursi letter L di ruang tamu.

Saat itu Lela terlihat sedang menelepon pakai ponsel. Setelah mempersilakan Solopos.com masuk, Lela menyempatkan diri membuka layar ponselnya kembali untuk melihat barangkali ada kabar dari suaminya.

Sedangkan jari telunjuk dan jempol tangan kirinya yang luka tampak sudah diperban. Lela mengalami luka itu akibat terkena sabetan arit (sabit) Deni saat dia berusaha melerai suaminya yang tengah memukuli Supriyanto pada hari kejadian.

“Belum ada kabar apa-apa dari Deni,” ujarnya saat menjawab pertanyaan Solopos.com mengenai kabar Deni.

Ibu dua anak ini kemudian menceritakan urutan peristiwa yang terjadi Selasa siang itu. Di tengah-tengah ceritanya itu, Lela mengaku tidak menyangka peristiwa ini berujung penganiayaan kepada Supriyanto.

Menurutnya, Deni dengan Supriyanto sebenarnya punya hubungan baik. Apalagi, tempat indekos Supriyanto hanya berjarak satu bangunan rumah dari rumah Deni. Keduanya pun sering bertemu dan berbincang.

Namun Lela juga mengakui sejak beberapa hari sebelum kejadian itu, suaminya sudah menaruh rasa cemburu kepada Supriyanto. Tetapi baginya cemburu itu tidak beralasan karena Supriyanto adalah orang yang biasa-biasa saja dan Lela tidak pernah menaruh perasaan macam-macam.

“Dia [Deni] memang pernah marah-marah kepada saya, menuduh saya ada apa-apa dengan Supriyanto. Saya jawab dengan tegas saya tidak apa-apa dengan Supriyanto,” ujar ibu rumah tangga ini.

Karena tidak adanya perasaan itu lah Lela mau saja ketika siang itu Supriyanto memintanya mengerik. “Namanya hidup bertetangga ya kalau ada orang sakit kan enggak apa-apa kalau menolong kerikan. Selain itu, Deni juga membolehkan kok walaupun saya tahu dia ulate peteng [pandangan matanya tidak mengenakkan]. Deni juga ada di depan dan bisa melihat dengan jelas waktu Supriyanto saya kerikin.”

Lela memang mengaku sempat khawatir dengan sikap Deni itu. Hingga akhirnya kekhawatiran Lela itu terjadi, Deni menganiaya Supriyanto dengan arit setelah kerikan itu.

Sayangnya, tidak ada orang lain yang dapat mencegahnya. Orang tua Lela yang tinggal serumah sedang ke luar kota, sedangkan tetangganya tidak ada yang berani mendekat. Anak-anaknya pun sedang pergi bermain.

Sementara itu, sikap kasar itu bukan kali pertama ditunjukkan Deni. Menurutnya, saat bertengkar Deni sering berkata kasar dan tidak berdasar. Hal ini dibenarkan ibu Lela, Ribut, 55.

“Deni kalau ngomong kasar dan perilakunya ngeri. Pernah mukul Lela juga,” kata Ribut yang baru keluar dari ruangan lain di rumah itu menimpali ungkapan anaknya.

Lela melanjutkan ceritanya, Deni juga pernah dihukum penjara selama enam bulan di wilayah Salatiga karena menganiaya mantan pacar Lela yang sudah tidak berhubungan selama bertahun-tahun.

“Dia keluar penjara sekitar dua tahun lalu. Dulu sebelum dengan saya, katanya juga Deni pernah menganiaya pacarnya,” ujarnya sambil mengelus perban di jarinya.

Kini Lela hanya bisa pasrah dan menyerahkan semua urusan hukum suaminya kepada polisi. Sementara itu, Supriyanto yang dirawat di RS Karanggede Sisma Medika akibat mengalami luka di tubuhnya dikabarkan sudah berpindah ke rumah sakit lain di Solo.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten