Kereta Kencana Ikon Baru Bandara Adi Soemarmo Solo
Karyawati PT Angkasa Pura (Persero) memperkenalkan replika Kereta Kencana Kiai Garuda kencana dan Kiai Condokirono milik Pura Mangkunegaran di pintu masuk lobi Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jumat (23/12/2016). (Soenaryo HB/JIBI/Solopos)

Bandara Adi Soemarmo Solo mempunyai ikon baru.

Solopos.com, SOLO -- Prajurit Keraton Solo dan Pura Mangkunegaran berjalan beriringan mengawal dua kereta kencana dari Kantor PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adi Soemarmo menuju terminal bandara. Tak ayal, rombongan ini pun menarik perhatian pengguna jalan dan penumpang di Bandara Adi Soemarmo. Arak-arakan ini pun berhenti di depan terminal kedatangan internasional.

Karpet merah terbentang di jalan yang tepat berada di depan lobi bandara yang disulap menjadi panggung tempat pengrawit dan sinden. Seluruh jajaran manajemen AP I dan Bandara Adi Soemarmo pun terlihat mengenakan pakaian adat jawa dan siap menyambut rombongan.

Acara tersebut juga dihadiri perwakilan Keraton Solo, GKR Koes Murtiyah Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng dan GRM Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara yang mewakili Pura Mangkunegaran.

Penumpang pesawat yang sedang menunggu jadwal keberangkatan ataupun yang baru saja tiba di Solo memadati area sebelah timur bandara. Beberapa pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berfoto bersama pengawal dan kereta kencana saat prosesi penempatan dua kereta kencana di lobi bandara ini berlangsung.

Mulai Jumat (23/12/2016), lobi bandara akan dihiasi oleh replika dua kereta kencana, yakni replika Kereta Kyai Garuda Kencana dan replika Kereta Condro Kirono yang merupakan gubahan dari Kereta Kyai Condro Retno. Masyarakat bisa membedakan kereta kencana ini dari warna, yakni warna merah untuk Kereta Kyai Garuda Kencana dan warna hijau untuk Kereta Condro Kirono.

Kereta Kyai Garuda Kencana merupakan kereta yang biasanya digunakan saat kirab sesudah dinobatkan sebagai raja dan kirab upacara ulang tahun kenaikan tahta. Kereta yang menggunakan penarik delapan kuda tersebut kali pertama dibuat pada 24 Maret 1866 dan pernah digunakan oleh Pakubuwono (PB) IX, X, XI, XII, dan XIII.

Kereta Replika

Kereta Condro Kirono merupakan replika Kereta Kyai Condro Retno yang dibuat 1850-1860 dan berasal dari Den Haag, Belanda serta didatangkan pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegoro IV. Kereta tersebut dipergunakan pada masa pemerintahan Mangkunegoro IV-Mangkunegoro VII (1850-1944).

Direktur Utama AP I, Danang Baskoro, menyampaikan kereta kencana ini menjadi ikon baru sekaligus mengenalkan budaya Solo yang berkembang karena adanya dua keraton. Penumpang yang datang maupun akan berangkat dari Bandara Adi Soemarmo ini bisa selfie atau wefie di ikon baru tersebut.

“Penempatan replika dua kereta kencana ini merupakan komitmen dan dukungan pelestarian budaya serta pengembangan pariwisata Solo. Kereta kencana ini juga merupakan simbol bahwa bandara Adi Soemarmo berada di wilayah Soloraya sehingga menghadirkan replika kereta kencana milik Kasunanan dan Mangkunegaran,” ujar Danang.

Ikon baru ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Solo yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, AP I berkomitmen mendukung kegiatan yang diadakan di Soloraya dengan menampilkan calendar event.

Berbagai upaya yang dilakukan AP I ini pun diharapkan mampu meningkatkan tingkat kunjungan di bandara berkode SOC ini. Danang mengatakan Bandara Adi Soemarmo ditarget naik dua kali lipat menjadi 3,8 juta penumpang pada tahun depan. Bahkan bandara yang biasanya merugi ini pun sudah ditaget harus memberi keuntungan di tahun depan. Target tersebut dinilai tidak muluk karena bandara yang berlokasi di Boyolali ini menjadi hub atau penghubung oleh Lion Air.

“Penambahan penumpang di Solo sebanyak 42,76% dengan jumlah penumpang mencapai 1,9 juta orang hingga November dari sebelumnya hanya 1,3 juta orang/tahun. Padahal peresmian hub Lion Air baru dilakukan pada 9 Oktober lalu,” kata dia.

Solo Kuala Lumpur

Tahun depan, dijadwalkan sejumlah rute baru mulai dioperasikan, diantaranya direct flight Solo-Kuala Lumpur oleh AirAsia pada 17 Januari. Otoritas bandara pun saat ini juga masih menunggu dibukanya rute baru menuju ke Sumatera oleh Lion Air, seperti ke Lampung, Palembang, Pekanbaru, Padang, dan Medan.

Danang mengungkapkan bentuk dukungan lain yang diberikan untuk peningkatan penumpang adalah memberi kemudahan pembukaan rute baru ke maskapai. Kesiapan fasilitas dan layanan bandara pun terus ditingkatkan, seperti memperluas ruang tunggu, tempat check in, dan tempat parkir pesawat.

Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo, Daryono, menilai ikon baru merupakan daya tarik tersendiri. Apalagi kebiasaan wisatawan saat ini adalah selfie saat tiba di tempat tujuan untuk dikirim ke keluarga atau dibagi di media sosial.

“Kereta kencana di bandara ini bisa semakin meningkatkan branding Solo sebagai kota budaya, Solo The Spirit of Java dan branding Joglosemar [Jogja, Solo, Semarang], yakni Java Cultural Wonders,” ujarnya.

Perwakilan Pura Mangkunegaran, Paundrakarna, mengapresiasi langkah AP I untuk mengenalkan budaya, khususnya keraton yang ada di Solo kepada pengguna jasa bandara. Dia menyampaikan Pura Mangkunegaran siap digandeng apabila bandara ingin mengadakan berbagai kegiatan budaya sebagai upaya promosi kota.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom