KERETA API MADIUN : Rusak, KA Madiun Jaya Diusulkan Berhenti Beroperasi
KA Madiun Jaya (Dok/JIBI/Solopos)

Kereta Api Madiun yaitu KA Madiun Jaya jurusan Madiun-Jogjakarta akan diberhentikan beroperasi karena mengalami kerusakan mesin.

Solopos.com, MADIUNKereta Api Madiun Jaya (KA Manja) yang selama ini melayani rute Madiun dan Yogyakarta akan dinonaktifkan.

Hal itu karena mesin KA Manja yang diproduksi pada 2008 itu rusak parah dan tim teknisi PT KAI tidak berhasil memperbaikinya.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VII Madiun, Supriyanto, mengatakan KA Manja sudah tidak beroperasi pada Senin (15/2/2016) karena mesin kereta rusak.

Kemudian pihak teknisi juga telah mencoba untuk memperbaiki mesin kereta itu. Tetapi, tim teknisi tidak berhasil memperbaiki mesin kereta itu.

Dia mengatakan atas kerusakan ini PT Kai Daops VII mengusulkan KA ekonomi AC jurusan Madiun-Yogyakarta ini tidak dioperasikan lagi.

Sebelumnya, PT KAI Daops VII mengusulkan untuk pengadaan mesin baru untuk KA Manja. Tetapi, karena tidak segera mendapatkan respons, selanjutnya pihaknya mengusulkan untuk KA Manja berhenti beroperasi.

“Karena peritungan untuk pengadaan mesin juga cukup lama. Sehingga usulan pengadaan mesin baru dibatalkan dan saat ini usulannya KA Manja diberhentikan,” kata dia kepada wartawan, Senin (14/3/2016).

Supriyanto menambahkan pertimbangan usulan penonaktifan KA Manja ini juga karena kereta api ini sering mengalami kerusakan mesin.

Selama beroperasi sejak 2011, KA Madiun Jaya ini tercatat sudah enam kali rusak, mulai dari masalah mesin, kelistrikan, dan lainnya.

Mengenai transportasi untuk penumpang, kata dia, warga yang akan bepergian ke Solo dan Yogyakarta bisa naik KA yang lewat jalur itu, seperti KA Argo Wilis, KA Malioboro, dan kereta penumpang lainnya.

“Ada kereta yang menerapkan tarif khusus untuk tujuan Solo dan Yogyakarta, jadi itu bisa menjadi alternatif bagi warga,” ujar dia.

Menurut dia, sejak KA Manja ini berhenti beroperasi pada 15 Februari 2016, PT KAI Daops VII Madiun telah kehilangan potensi pendapatan senilai Rp290 juta.

Angka ini dihitung dari lama KA Manja tidak beroperasi dari 15 Februari hingga 14 Maret 2016 dan jumlah penumpang per hari rata-rata 200 orang dengan harga tiket Rp50.000/orang.

“Karena sudah tidak beroperasi, kami sejak tanggal 15 Februari telah menutup tiket KA Manja ini. Kami juga terus menginformasikan kepada penumpang untuk menggunakan kereta lain saat ingin bepergian ke Yogyakarta dan Solo,” kata Supriyanto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom