Tutup Iklan

Keren, Polwan Cantik Polresta Solo ini Wakili Indonesia Dalam Misi Perdamaian PBB

Salah satu anggota Polresta Solo, Bripka Eka Diah Paswari, menjadi salah satu anggota tim polisi Indonesia yang menjalankan misi perdamaian PBB di Afrika Tengah.

 Bripka Eka Diah Paswari saat menjalankan tugas misi perdamaian pertama di Republik Afrika Tengah. (Istimewa/Dok Bripka Eka Diah)

SOLOPOS.COM - Bripka Eka Diah Paswari saat menjalankan tugas misi perdamaian pertama di Republik Afrika Tengah. (Istimewa/Dok Bripka Eka Diah)

Solopos.com, SOLO — Bripka Eka Diah Paswari, 32, personel Satlantas Polresta Solo, pada Sabtu (22/5/2021) bertugas ke Republik Afrika Tengah. Eka menjadi wakil Indonesia dalam misi Minusca, misi perdamaian oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Tugas ini merupakan tugas ke dua bagi istri Aipda Agung Sudarmadi yang bertugas di Polsek Laweyan. Pada 3 Maret 2019 hingga 3 September 2020 lalu, Eka sukses menjalankan misi pertamanya.

“Sekarang sudah berangkat lagi, ini saya sudah di Republik Afrika Tengah. Negara ini bekas jajahan Perancis. Secara umum situasi kondisi di Afrika Tengah sering terjadi konflik bersenjata antara pemerintah dengan armed group. Kami bertugas sesuai dengan mandat dari PBB yaitu protection of civilian dan capacity building kepada para polisi maupun gendarmerie lokal,” papar dia kepada Solopos.com, Sabtu (29/5/2021) siang.

Tugas Eka dalam misi perdamaian itu adalah mendampingi dan memberi pelatihan polisi lokal. Termasuk menjaga keamanan masyarakat dalam armed mission itu.

Baca Juga: Menanti Janji Pemkot Tuntaskan Banjir di Kota Solo

Eka Diah
Bripka Eka Diah Paswari saat menjalankan tugas misi perdamaian pertama di Republik Afrika Tengah. (Istimewa/Dok Bripka Eka Diah)

Kontrak Setahun

Pada tahun lalu, Eka bertugas di sebagai staf logistik atau logistic officer. Ia bertugas mengurus berbagai kebutuhan dan teknologi informasi untuk UN Police (Polisi PBB). Saat ini ia masih menjalani karantina sebelum memperoleh pelatihan untuk tugas barunya. Meskipun pernah bertugas, pelatihan itu bersifat sangat wajib untuk memahami kondisi konflik di sana.

“Awal kontrak pasti satu tahun dulu di sini. Kalau perpanjangan nanti izin Mabes Polri,” papar dia.

Menurutnya, situasi di Repbulik Afrika Tengah sangat tidak bisa terprediksi. Beberapa kali ada serangan dari kelompok bersenjata meskipun saat ini cenderung reda. Ia menambahkan jam malam berlaku di lokasi konflik. Termasuk ada beberapa lokasi yang dilarang untuk staf PBB.

“Adaptasi cuaca cenderung sama dengan Indonesia. Tidak terlalu dingin atau panas. Sehari-hari kami menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa utama dan bahasa Inggris,” papar Eka.

Baca Juga: Usil Banget! Wali Kota Gibran Jahili Pemain Persis Solo Yang Takut Disuntik

Ia mengaku meskipun sudah memiliki bekal bahasa Prancis, terkadang bahasa menjadi kendala sendiri. Aksen bahasa Prancis warga Afrika sedikir berbeda.

Menurutnya, singkong dan pisang menjadi makanan pokok di Republik Afrika Tengah. Beras cukup sulit ditemukan di sana. Sehingga, harus kreatif untuk mengolah masakan berbahan singkon dan pisang agar lebih ramah dimulut.

Eka Diah
Bripka Eka Diah Paswari bersama rekannya yang bertugas misi perdamaian pertama di Republik Afrika Tengah. (Istimewa/Dok Bripka Eka Diah)

Karier Kepolisian

Ia menambahkan karier kepolisiannya dimulai setelah lulus dari Diktuba Polwan Angkatan XXXIV gelombang II pada 2006 lalu. Setelah lulus, ia bertugas di Satlantas Polresta Solo. Kemudian sempat berpindah tugas menjadi sekretaris pimpinan dan pam obvit sebelum akhirnya kembali menjadi anggota Satlantas Polresta Solo.

Selama menjalani karier sebagai polisi, ia mengaku termotivasi dengan para seniornya yang bertugas di luar negeri dalam misi perdamaian. Ibu dari Bening Dharma Ratih, 9, dan Anggun Dharma Gita, 4, itu aktif mengikuti berbagai pelatihan bahasa asing.

Pada 2014 ia memulai mengikuti kursus bahasa Prancis. Namun, setelah mengikuti kursus itu ia belum bertugas ke luar negeri. Ia pun terus mempelajari bahasa Prancis pada 2016 dan 2018 lalu sebelum akhirnya bertugas di negara bekas jajahan Prancis itu.

Baca Juga: Kapolresta Solo Tegaskan Masyarakat Jangan Bikin Kerumunan Massa

“Dulu tidak ada pandangan, tetapi termotivasi melihat senior-senior Polwan dalam misi perdamaian,” papar dia.

Ia mengaku cukup berat pertama kali bertugas ke luar negeri melihat anak-anaknya yang masih kecil yang harus ia tinggalkan. Bahkan, saat menjalan tugas pertamanya ke luar negeri, anak keduanya masih berusia 1,5 tahun. Namun, seiring berjalannya waktu anak-anaknya memahami tugas ibunya yang seorang anggota Polri dan penjaga perdamaian. Hal itu mendorong dua anak-anaknya mandiri.

“Keluarga sangat mendukung, ada video call untuk berkomunikasi. Namun terkadang terkendala sinyal,” imbuh dia.

Ia menambahkan pada misi saat ini, ada empat anggota Polri dalam Individual Police Officer (IPO). Tiga rekannya berasal dari Polres Banyuwangi, Polres Purbalingga, dan Polres Grobogan. Mereka tinggal di rumah penduduk asli Afrika Tengah. Hal itu agar bisa bisa dekat dengan masyarakat asli.

Baca Juga: Begini Cara Deteksi dan Hindari Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai

Ia berharap para junior Polwan di Polresta Solo dapat mengikuti langkahnya bertugas dalam misi perdamaian. Ia juga merupakan penerus para senior Polresta Solo yang pernah bertugas di luar negeri.

Berita Terkait

Berita Terkini

Anggota DPR: Kurang Anggaran Bikin Digitalisasi Buku Solo Tak Maksimal

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng menyebut digitalisasi buku di perpustakaan Solo tidak maksimal karena kurang anggaran.

BST Kemensos Disetop? Kadinsos Wonogiri: Tunggu Surat Resmi Saja!

Dinas Sosial Wonogiri masih menunggu surat keputusan resmi dari Kemensos terkait informasi mengenai penghentian BST dampak pandemi Covid-19.

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari pernah hampir direvitalisasi beberapa tahun lalu.

Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Belasan lampu PJU bertenaga surya kini menerangi jalan Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, bantuan dari Kementerian ESDM.

Pertandingan Pembuka Liga 2 di Stadion Manahan Solo Dijaga 350 Polisi

Pertandingan pembuka kejuaraan sepak bola Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Minggu sore, dijaga ratusan aparat kepolisian.

Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dari kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang menghanguskan puluhan kios dan los.

Unik! Ada Ormas Bernama Polokendho di Soloraya, Apa Saja Kegiatannya?

Organisasi kemasyarakatan atau ormas di Soloraya ini punya nama unik yakni Polokendho, anggotanya dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.

Innalillahi, Warga Solo Meninggal Mendadak Saat Piknik di Karangpandan

Warga Sangkrah, Solo, meninggal dunia secara mendadak saat hendak makan sambil menikmati pemandangan di Karangpandan, Karanganyar.

Polisi Ungkap Cara Pengedaran Upal Boyolali, Dijual hingga Modus Klenik

Pengedaran upal oleh komplotan yang tertangkap di Mojosongo, Boyolali, dilakukan dengan beberapa cara salah satunya modus klenik.

Penganut Hindu Klaten Minta Bangunan Tol Solo-Jogja Tak Tutupi Yoni

Penganut Hindu di Klaten meminta agar bangunan tol Solo-Jogja tak berada tempat di atas atau menutup yoni di tengah sawah Keprabon.

4 Jam Api Membara, Puluhan Los-Kios Pasar Janglot Sragen Jadi Arang

Kebakaran yang berlangsung selama empat jam menghanguskan puluhan los dan kios di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Sragen.

Ada DPC PDIP di Jateng Dukung Ganjar, Ini Komentar Wawali Solo

Wawali Solo Teguh Prakoso yang juga Sekretaris DPC PDIP Solo menanggapi ihwal dukung mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.