Pembalap muda Solo, Diptya Oktadewa, menunjukkan trofi yang diraihnya dalam penghargaan IMI Awards 2018 di Hotel Grand Jatra, Balikpapan, Sabtu (15/12/2018). (Istimewa)

Solopos.com, BALIKPAPAN — Diptya Oktadewa Ichwan meraih penghargaan bergengsi IMI Awards 2018 yang digelar di Hotel Grand Jatra, Balikpapan, Sabtu (15/12/2018). Pembalap muda asal Kota Solo itu menang di kategori karting (balap gokar) setelah menjadi juara nasional kelas Shifter 150 dalam Kejurnas Gokart Eshark Rok Cup Indonesia 2018 beberapa waktu lalu.

Penghargaan yang diberikan Ikatan Motor Indonesia (IMI) setiap tahun ini tentu amat prestisius bagi Dio, sapaan Diptya, mengingat usianya yang belum genap 16 tahun. Apalagi Dio menjadi satu-satunya pembalap asal Kota Bengawan yang ada di acara bergengsi tersebut.

Dalam penganugerahan IMI Awards, Dio satu panggung dengan deretan pembalap mobil dan motor andal seperti Sean Gelael (pembalap tim Formula 2, Prema Racing), Dimas Ekky (pembalap CEV Moto2) hingga Galang Hendra (juara World SSP 300 di Sirkuit Brno).

Mentor Dio, Dicky Septiawan, mengaku puas bisa mengantarkan anak asuhnya meraih penghargaan bergengsi sekelas IMI Awards. Menurut Dicky, tak mudah bagi Dio untuk terus konsisten membalap dengan baik sepanjang musim 2018. Pembalap tim Respon Motorsport itu berhasil meraih hattrick gelar tahun ini setelah menjuarai kelas Rok Shifter, Shifter 150 dan Senior Rok GP nonseeded di Kejurnas Gokart Eshark.

“Enggak gampang untuk terus berada di performa puncak. Penghargaan ini tentu bakal menjadi pelecut bagi Dio dan tim untuk tampil lebih baik musim depan,” ujar Dicky saat dihubungi Solopos.com, Senin (17/12/2018).

Musim depan Dio berencana terus mendalami karier di kelas Shifter atau gokar nongirboks. Siswa SMAN 4 Solo itu tampak sudah nyaman dengan persaingan di kelas Shifter yang diisi banyak pembalap lebih senior. Dicky mengatakan Dio akan bersaing di seri Asia apabila kejuaraan tersebut masih dibuka musim depan. “Kalau tidak ada, kemungkinan Dio akan kami ikutkan di Seri Eropa,” ucap Dicky.

Dio sendiri sudah tak asing dengan karakter trek di Benua Biru. Oktober lalu dia pernah menjajal trek South Garda di Lonato, Italia dan sukses finis di empat besar. Mental Dio bersaing di kejuaraan dunia juga terus terasah setelah pekan lalu ikut serta dalam Macau CIK Championship di Makau. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: