Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Sukoharjo Dwi Atmojo Heri (kiri) menerima pemberian tempat sampah dari PT Marimas Putera Kencana yang diserahkan oleh Pejabat Humas Lantip Waspodo, Selasa (16/7/2019). (Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO - Ratusan guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Sukoharjo mengikuti Festival Marimas Ecobricks di Graha Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sukoharjo, Selasa (16/7/2019).

Acara yang dihelat PT Marimas Putera Kencana bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo ini sebagai upaya mengatasi persoalan limbah plastik melalui program Marimas Ecobricks. Pejabat Humas PT Marimas Putera Kencana Lantip Waspodo mengatakan Marimas Ecobricks mulai dikenalkan sejak akhir 2017 lalu dan hingga kini terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Marimas Ecobricks adalah sebuah seni mengelola plastik dengan cara memasukkan dan memadatkan dalam botol plastik. Ecobricks kemudian dirangkai menjadi modul yang selanjutnya dirakit sehingga berbentuk furnitur ataupun bangunan.

"Pelatihan Ecobricks ini terus kita lakukan dengan peserta masyarakat umum. Tapi kali ini kami ingin menyasar ke sekolah-sekolah karena sampah plastik di sekolah juga cukup tinggi," kata dia.

PT Marimas Putera Kencana pun memiliki cara untuk mengatasi limbah plastik tersebut. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan yang juga mengemas produknya dengan menggunakan plastik. Marimas juga menyadari perlunya edukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap plastik. Sebab limbah plastik jika tidak dikelola secara baik akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

"Limbah plastik ini sulit terurai. Namun penanganan limbah plastik tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, melainkan juga masyarakat secara bersama," katanya.

Edukasi untuk mengelola plastik secara sederhana, mudah, ringkas dan tanpa biaya besar ini mulai dikenalkan PT Marimas Putera Kencana melalui program Marimas Ecobricks. Dengan harapan semua orang dapat terlibat dalam penyelesaian permasalahan plastik di bumi.

Caranya cukup mudah dengan memasukkan dan memadatkannya plastik-plastik ke dalam botol seperti bekas air mineral. Ecobricks kemudian dirangkai menjadi modul yang selanjutnya dirakit sehingga menjadi barang bermanfaat seperti meja kursi dan lainnya.

"Karena itu kami mengajak kepada para guru untuk mengelola sampah plastik menjadi barang bernilai. Dan hasil ini nantinya bisa diteruskan kepada para anak didik mereka," harapnya.

Guna memantik semangat, PT Marimas Putera Kencana juga menyiapkan 1.000 laptop gratis bagi sekolah tingkat SD, SMP dan SMA atau sederajat yang membuat Ecobricks. Dia mengatakan caranya bagi 100 ecobricks yang dihasilkan nanti akan mendapatkan satu buah laptop secara gratis. Program ini dijalankan sebagai upaya mencintai lingkungan dengan mengolah plastik menjadi barang berguna dan kreatif.

Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Sukoharjo Dwi Atmojo Heri mengapresiasi langkah PT Marimas Putera Kencana yang memiliki program pengolahan limbah plastik menjadi barang berguna dan bernilai seni tinggi.

"Hampir semua makanan dan minuman kemasannya menggunakan plastik. Jika sampah plastik ini tidak ditangani secara serius maka akan berdampak buruk terhadap lingkungan," katanya. "Kami harapkan para guru meneruskan hasil pelatihan Ecobricks ke anak didiknya. Kemudian juga ke keluarga masing-masing."

Salah satu guru SD Negeri 01 Kertonatan, Kecamatan Kartasura, Sri Haryani mengatakan akan menyosialisasikan Ecobricks dengan mengelola sampah plastik menjadi barang seni yang bernilai di sekolahannya. Dengan harapan sekolah semakin bersih dan bebas dari sampah plastik.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten