Pengunjung Honda Bikers Day 2019 tengah melihat stan Honda Modif Contest 2019 di venue Lapangan Jendral Sudirman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (30/11/2019) malam. (Solopos-Chrisna Caniscara)

Solopos.com, SEMARANG - Jika ada niat, pasti ada jalan. Pepatah itu tampaknya benar-benar diresapi Murdani saat berkendara menuju Honda Bikers Day (HBD) 2019 di Lapangan Panglima Besar Jendral Sudirman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (30/11/2019).

Ini pengalaman pertama pemuda asal Aceh itu menyambangi ajang kumpul komunitas pecinta Honda se-Nusantara tersebut. Tak main-main, Murdani harus melahap rute ribuan kilometer dengan motor matic, Honda Beat, untuk sampai tujuan.

Semangat Dani dan seorang rekannya membuncah saat membayangkan bisa bertemu banyak rekan bikers di perjalanan maupun di Kota Palagan, julukan Ambarawa. Pagi itu, 13 November, dia memutuskan “ngegas” bermodalkan duit Rp5 juta yang dikumpulkan selama setahun dari usaha kedai kopinya di Tanah Rencong. Namun belum juga mengendara jauh, Dani langsung mendapat rintangan berat yang sempat membuatnya patah semangat.

Motornya mogok sehabis menerabas banjir setinggi lutut orang dewasa. Waktu itu luapan air bah memang baru saja melanda enam kabupaten di Negeri Serambi Mekah. “Ada banjir, motor kami masuk lubang. Mesin, knalpot, semuanya kemasukan air jadi harus dibongkar. Kami sempat mikir, mau ke HBD sekali saja kok begini. Kami sempat sedih,” ujar lelaki 22 tahun itu saat ditemui wartawan di venue HBD, Sabtu.

Namun kebulatan tekad membuat dia kembali meneruskan perjalanan. Setelah mampir di bengkel, anggota Beat One Heart Aceh Club (BORCA) itu menggeber lagi tunggangannya menuju Pekanbaru. Di perjalanan, Dani bertemu Darul Ambiya dkk. yang juga tengah touring menuju HBD.

Darul dan kedua rekannya merupakan awak Komunitas Scoopy Tamiang Aceh. Kelima bikers itu kemudian berkendara bersama menuju Ambarawa. Dani sampai lebih dulu pada 26 November, sedangkan Darul dkk. dua hari setelahnya.

“Setelah rintangan di Aceh ternyata tidak ada halangan berarti di sisa perjalanan. Kami malah kerap bertemu dan ngobrol seru dengan kawan-kawan bikers. Ternyata istilah “saudara tanpa KK” itu benar-benar ada,” ujar Dani yang hanya perlu servis motor dua kali untuk sampai di venue HBD ke-11.

Darul Ambiya menambahkan hampir di setiap kota komunitas bikers menyambutnya dengan tangan terbuka. Bahkan tak jarang mereka menawari Darul cs. untuk menginap sejenak. Disinggung tantangan dalam touring, Darul membeberkan sejumlah rute ekstrem di Sumatra. “Jalanan di sana lebih terjal dibanding Jawa,” ujar Darul yang kali kedua mengunjungi HBD.

Di tengah mayoritas bikers laki-laki, tak sedikit lady bikers yang menyambangi HBD di Ambarawa, salah satunya Nurhilwida, 48. Ibu tiga anak ini mengendarai Honda Beat bersama 16 bikers dari berbagai komunitas di Palembang. Sehari-hari menjadi ibu rumah tangga, jangan remehkan ketahanan fisiknya ketika menunggangi kendaraan.

Penasihat Paguyuban Asosiasi Honda Motor Palembang ini bahkan menjadi satu dari sedikit bikers yang tak pernah absen dari HBD sejak penyelenggaraan pertama di Pangandaran, 2009. “Dari HBD pertama sampai ke-11 Alhamdulillah tidak pernah ada kendala berat. Kalau capai ya pasti, tapi itu langsung terlupakan ketika bertemu saudara bikers dari banyak daerah,” ujar Hilda, sapaan akrabnya.

HBD 2019 sedikitnya menyedot 30.000 bikers dari Pulau Jawa, Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi untuk berpartisipasi. Selain menjadi ajang silaturahmi, HBD memiliki acara dan fasilitas seperti kontes modifikasi motor, ruang pamer (garage area), rumah persaudaraan hingga panggung hiburan yang dimeriahkan Via Vallen.

“HBD sudah menjadi kebanggaan bangsa karena sudah menjadi ruang silaturahmi antarkultur dan komunitas motor se-Nusantara,” ujar Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten