Keren Banget! Ini Cara Warga Serengan Solo agar Dagangan Semua UMKM Laku
Yayu Fatmah, 52, meracik es pisang ijo Nafisya di RT 003/RW 003 Kelurahan Danukusuman, Keamatan Serengan, Solo, Jumat (9/10/2020). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Warga Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo, punya cara beda untuk memastikan semua UMKM tidak gulung tikar. Mereka menciptakan sistem agar dagangan semua UMKM di kelurahan itu laku terjual.

Setiap UMKM saling belanja dagangan milik UMKM tetangga mereka. Salah satu UMKM yang merasa bersyukur atas inisiatif itu adalah Erna Mulya, 39.

Erna telah menjual habis ayam ragi yang dibuat dari empat potong ayam di Jl. Dewi Sartika, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Solo, Jumat (9/10/2020) pukul 12.00 WIB.

Tulis Nama Pacar di Halaman Persembahan Skripsi Bikin Putus, Cuma Mitos?

Senyumnya mengembang saat berjalan pulang mendorong gerobak karena jumlah konsumennya meningkat akhir- akhir ini. Konsumen baru Erna merupakan sesama pelaku UMKM Kelurahan Danukusuman, Serengan, yang tergabung dalam Kios UMKM Warga Danukusuman.

Sebanyak 256 anggota UMKM selama dua bulan terakhir saling mempromosikan dan belanja produk. “Sekarang omzetnya meningkat sedikit dibandingkan awal pandemi. Paguyuban membantu untuk pemasaran dan kami jadi tahu produk yang dijual tetangga sekitar,” kata dia kepada Solopos.com, Jumat.

Ibu tiga anak tersebut merupakan pelaku usaha yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Dukung Sri Mulyani, Ini Harapan Aliansi Buruh Klaten Saat Deklarasi

Kupon Setiap Belanja

Erma menjelaskan para anggota didorong belanja kepada sesama pelaku UMKM di Serengan ini dengan mendapatkan kupon setiap kali bertransaksi belanja. Pemegang kupon berkesempatan mendapatkan undian hadiah setiap bulan di Kantor Kelurahan Danukusuman.

“Saya dulu belanja bahan makanan ke swalayan tapi sekarang beli bahan makanan ke toko terdekat. Harganya lebih murah kalau beli ke sesama anggota. Mereka mau ngantar jadi enggak perlu keluar rumah,” katanya.

UMKM di Danukusuman, Kecamatan Serengan lainnya, Rezty Arifin Muhammad, 27 yang berjualan es pisang ijo di teras rumahnya, juga merasakan dampak inisiatif saling beli dagangan UMKM itu.

Ngeyel Tak Taati Protokol Kesehatan, Warung Angkringan di Sragen Didenda Rp100.000

Padahal, lokasi rumah bapak satu anak tersebut berada di dalam gang dengan lebar hanya sekitar 1 meter. Ia mengandalkan pesanan daring atau pesanan warga sekitar. Dia bersedia mengantar sendiri pesanan es pisang ijo di wilayah Danukusuman untuk minimal dua pesanan.

“Cari lokasi susah mau stay [menggelar lapak] di mana? Kami mainnya online. Japri dulu baru saya antar ke alamat. Ojek online juga kerap pesan ke sini. Hasilnya lumayan sambil menunggu panggilan kerja,” paparnya.

Ketua UMKM Center Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Yayu Fatmah, 52, menjelaskan pandemi Covid-19 membuat solidaritas pelaku UMKM tumbuh.

Oknum LSM Resahkan Kades, Bupati Karanganyar Minta Tim Saber Pungli Turun Tangan

WhatsApp Group

Mereka sepakat saling menjaga daya ekonomi dengan belanja produk tetangga. Sebanyak 256 pelaku UMKM bergabung dalam WhatsApp Group.

“Jauh sebelum pandemi kami ingin mendata potensi UMKM wilayah kelurahan tapi belum rampung. Kendalanya semua orang tanya pendataan apa untuk penyaluran bantuan? Tapi saat perekonomian menurun, mereka baru mau didata dan dibentuk grup,” paparnya.

10 Berita Terpopuler : Oknum LSM Bikin Resah Kades di Karanganyar

Dia menjelaskan, belanja dari tetangga diinisiasi oleh Penasihat UMKM Center Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Aris Joko Saraswo, dengan menyediakan hadiah kupon.

Pelaku usaha lain terdorong menyumbang hadiah untuk menjaga daya ekonomi warga. Sebuah kolaborasi yang keren dan bisa ditiru di tempat lainnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom