Tutup Iklan

Kereen, Polsek Polokarto Budi Daya Lele dan Hidroponik di Lahan Kosong

Ikan lele dapat dipanen setelah kurang lebih tiga bulan yang dapat dipasarkan dengan mengundang pedagang dari Pasar Polokarto.

 Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiyawan (kanan) saat mendampingi anggota Komisi 3 DPR Ibu Eva Yuliana menabur benih lele di Mapolsek Polokarto, Selasa (3/8/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiyawan (kanan) saat mendampingi anggota Komisi 3 DPR Ibu Eva Yuliana menabur benih lele di Mapolsek Polokarto, Selasa (3/8/2021). (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO—Ada cerita menarik dari Polres Sukoharjo. Polsek Polokarto didaulat menjadi percontohan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan di sekitar Mapolsek untuk kolam ikan.

Saat ini ada tujuh kolam yang siap ditebari benih lele dengan jumlah 3.000 ekor ikan per kolam. Ke depan akan ada tambahan tiga kolam lagi.

Tak hanya budidaya lele, Polsek Polokarto juga membudidayakan tanaman hidroponik berupa sawi dan bayam.

Langkah cerdas Polres Sukoharjo ini mendapat apresiasi dari anggota Komisi 3 DPR Eva Yuliana.

Anggota DPR dari Partai Nasdem itu menabur 10.000 ekor ikan lele ke tiga kolam di Mapolsek Polokarto, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Budi Daya Lele Jadi Harapan Pengentasan Kemiskinan di Desa Kadipiro, Sambirejo, Sragen 

“Untuk hari ini dilakukan penebaran benih ikan lele sebanyak 10.000 ekor ke dalam tiga kolam ikan lele. Polsek Polokarto memanfaatkan lahan kosong secara swadaya dengan total ada tujuh kolam. Dan ke depan akan ditambah lagi tiga kolam ikan lele. Masing-masing kolam bisa menampung antara 2000-3000 ikan,” ujar  AKBP Wahyu Nugroho Setiyawan saat mendampingi anggota Komisi 3 DPR Ibu Eva Yuliana, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima Solopos.com, Rabu (4/8/2021).

Eva Yuliana sangat mengapresiasi program kegiatan ketahanan pangan yang berupa budidaya ikan lele dan tanaman hidroponik berupa sawi dan bayam yang dilakukan Polres Sukoharjo.

Swadaya

“Meskipun hal ini masih dilakukan secara swadaya namun sudah dapat memberikan manfaat bagi anggota maupun kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kapolres melanjutkan, ikan lele dapat dipanen setelah kurang lebih tiga bulan yang nantinya dapat dipasarkan dengan mengundang pedagang dari Pasar Polokarto. Selain untuk ikan lele ada juga satu kolam yang berisi ikan nila.

Menurut Kapolres, konsep ketahanan pangan untuk mengangkat jati diri bangsa yang tidak selalu konsumtif dengan berbelanja namun juga gemar memanfaatkan lahan pekarangan untuk sesuatu yang produktif.

“Polsek Polokarto ini merupakan percontohan untuk program ketahanan pangan, dan saat ini Polsek-polsek lain di wilayah Polres Sukoharjo juga sedang didorong untuk melakukan program yang sama, sehingga kebutuhan akan makanan pokok dapat dipenuhi secara mandiri,” ujar perwira bergelar S.I.K, M.PICT, M.Krim itu.

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Setelah Pasar Janglot, Giliran 2 Rumah Depan Pasar Galeh Terbakar

Penyebab kebakaran itu belum diketahui secara pasti tetapi satu dari dua unit bangunan rumah rumah itu di Desa Galeh itu ludes dengan kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kecil-Kecil, Magot Mampu Reduksi 6 Ton Sampah di Makamhaji Kartasura

DLH Sukoharjo mengajak pemerintah desa/kelurahan membudidayakan magot untuk mengurangi volume sampah yang diproduksi masyarakat.

Kebun Warga untuk Pengembangan Ekonomi dan Bantu Cegah Stunting

Warga RW 011 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, mengelola kebun sayuran di lahan bekas relokasi bantaran Sungai Bengawan Solo. Keberadaan kebun itu membantu mereka yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 sekaligus mendukung program kesehatan pencegahan stunting.

Pengumuman! SIPA Hybrid Festival 2021 Pindah Lokasi ke TSTJ Solo

Lokasi penyelenggaraan Solo International Performing Art atau SIPA Hybrid Festival 2021 dipindah dari Mangkunegaran ke TSTJ.

Pemadaman Listrik Solo, Karanganyar, Klaten, Selasa (28/9/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Solo, Karanganyar dan Klaten hari ini, Selasa (28/9/2021) yang berlangsung selama tiga, empat dan lima jam.

8 Fakta Terbongkarnya Praktik Prostitusi Gay di Indekos Nusukan Solo

Terbongkarnya praktik prostitusi kaum gay di salah satu rumah indekos wilayah Nusukan, Banjarsari, Solo, mengungkap sejumlah fakta.

Pendampingan Kelompok Rentan HIV/AIDS di Sragen Terhambat PPKM

KPA Sragen mengkoordinasi Dinas Kesehatan dan rumah sakit (RS) untuk mengobati pasien positif HIV/AIDS.

Pelaku Prostitusi Gay Terciduk di Indekos Solo, Sekamar Dipakai Berlima

Para terduga pelaku prostitusi gay di indekos wilayah Nusukan, Solo, menempati dua kamar di mana salah satunya dipakai berlima.

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Wonogiri Batal Dihentikan, Ini Alasannya

Mahasiswa berprestasi penerima beasiswa secara terorganisasi terlibat langsung dalam program yang dijalankan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pemerintah desa.

Gibran Ungkap Alasan di Balik Tes Antigen Guru-Murid SDN Laweyan Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan alasan di balik tes antigen mendadak dan acak di SDN Laweyan No 54 Solo.

PTM di SMKN 3 Klaten Tak Terapkan Sistem Sif Pagi-Siang

Sistem pergantian siswa yang mengikuti PTM dilakukan pergantian setiap hari untuk mempermudah proses sterilisasi ruang kelas.

Ini Sederet Keunggulan Colomadu Calon Solo Baru-nya Karanganyar

Ada banyak pertimbangan melatarbelangi rencana menjadikan Colomadu sebagi pusat bisnis, terutama berkaitan dengan akses, fasilitas penunjang, dan sarana transportasi.

Jelang Pengeringan Colo Barat, Petani Selogiri Tak Khawatir

Sebagian besar tanaman padi berpeluang besar tetap bisa panen walaupun tak mendapat irigasi ketika nanti saluran irigasi kering.

Cerita Unik Pasar Janglot Sragen: Sempat Beberapa Kali Pindah Lokasi

Ada 66 kios dan los Pasar Janglot Sragen yang terbakar pada Sabtu-Minggu lalu, perinciannya tujuh kios dan 59 los.

Prostitusi Gay di Nusukan Solo 5 Tahun Baru Terbongkar, Ini Alasannya

Polda Jateng berhasil membongkar praktik prostitusi gay di kawasan Nusukan, Banjarsari, Solo, yang sudah lima tahun berjalan.

PHRI Boyolali Minta Hotel dan Restoran Bersertifikat CHSE, Apa itu?  

PHRI Boyolali berharap semua hotel dan restoran di Boyolali memiliki sertifikat CHSE agar mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat bahwa penerapan protokol kesehatan fasilitas pariwisata di Boyolali tersertifikasi.