Ilustrasi anak-anak bermain di gang sempit di kawasan padat penduduk. (Bisnis-Paulus Tandi Bone)

Madiunpos.com, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan 11 pelatihan non-akademis bagi pelajar Surabaya untuk menggali potensi anak-anak kampung non-akademik.

Seperti dikutip dari bisnis.com, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan di era saat ini, anak-anak bisa mendapatkan informasi apa pun yang mereka inginkan. Namun, menurutnya, anak-anak harus diselamatkan dengan kegiatan yang positif.

"Lingkungan sekitar itu sangat berpengaruh, lingkungan keluarga bahkan lingkungan kampung juga sangat berpengaruh. Untuk itu anak-anak harus ada kegiatan positif di luar," katanya dalam rilis, Rabu (28/8/2019).

Risma mengimbau kepada para orang tua dan guru-guru agar mendukung penuh anak-anak berkembang dengan cara memberikan ruang. Menurutnya, ruang itulah yang sangat dibutuhkan anak-anak.

“Saya sangat berharap anak-anak akan menjadi luar biasa, saya percaya bisa asal mau berusaha,” katanya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun, mengatakan 11 kegiatan pelatihan nonakademis itu bakal dimulai 30 Agustus–November 2019.

"Ada 11 pelatihan yang nantinya diikuti lebih dari 425 anak dan dibagi sesuai apa yang mereka minati, misalnya pelatihan chef, vlogger, reporter, stand up comedy, menyanyi/menari, enterpreneurship, melukis/membatik, dai cilik, dan mendongeng," jelasnya.

Dia menambahkan dari hasil pelatihan tersebut, Pemkot Surabaya juga menyiapkan Awarding Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo (KPKAS) untuk peserta.

"Awarding ini tujuannya untuk mengapresiasi usaha mereka sekaligus memastikan sejauh mana skill yang mereka miliki," imbuhnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten