Keras! Demokrat Klaim Prabowo-Sandi Stagnan Tanpa SBY
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan di Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7/23018). (Antara - Sigid Kurniawan)

Solopos.com, JAKARTA -- Situasi menjelang Pilpres 2019 bukan hanya diwarnai panasnya rivalitas antara kedua kubu capres-cawapres. Hubungan dua partai politik anggota koalisi pendukung capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, yakni Partai Gerindra dan Partai Demokrat, juga mulai memanas.

Petinggi Gerindra menuding kader-kader Partai Demokrat tak serius dan konsisten mengampanyekan Prabowo – Sandiaga. Tudingan itu dibalas oleh Partai Demokrat yang mengklaim, tanpa bantuan partainya, elektabilitas Prabowo – Sandiaga stagnan alias jalan di tempat dan sulit menandingi Jokowi – Maruf Amin.

Awal mulanya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyinggung ”janji palsu” Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait mengampanyekan Prabowo-Sandiaga.

Namun, Juru bicara Kogasma Partai Demokrat Putu Supadma Rudana melalui keterangan tertulis, Rabu (14/11/2018), menegaskan AHY sudah bersedia diajak berkeliling daerah untuk kampanye bersama Prabowo – Sandiaga Uno. "Saat ini mas AHY juga tengah sibuk turun ke lapangan guna mengonsolidasikan suara Partai Demokrat," kata Rudana dilansir Suara.com.

Rudana menuturkan prioritas pertama Partai Demokrat adalah memenangkan kader-kadernya yang maju sebagai caleg pada Pemilu 2019. Baru setelah itu pioritas kedua mengampanyekan Prabowo – Sandiaga Uno.

Menurutnya, pemeringkatan prioritas seperti itu hal yang lumrah. Parpol lain, kata Rudana, juga menyusun prioritas yang sama seperti itu. Sebab, Pilpres 2019 dan Pemilu Legislatif 2019 digelar secara serentak.

"Jadi prioritas pertama ada pada partai, baru kemudian capres - cawapres. Bagi partai yang tidak memiliki capres cawapres harus bekerja keras, karena tidak memiliki pengaruh langsung dan efek elektoral," tegasnya.

Rudana lantas mengklaim, elektabilitas atau tingkat keterpilihan Prabowo – Sandiaga Uno stagnan kalau tak dibantu Demokrat. Sebab, Rudana menyebut popularitas sosok SBY dan AHY hingga kekinian terbilang masih tinggi di kalangan masyarakat sehingga bisa mendongkrak naik perolehan suara Prabowo – Sandiaga.

"Kami menyadari bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sangat mengharapkan bantuan Bapak SBY dan Mas AHY untuk menaikkan elektabilitas mereka yang cenderung stagnan," ujarnya.

"Jika benar pasangan ini serius untuk menang, maka janji-janji yang pernah diucapkannya agar direalisasikan, bukan janji dibayar dengan janji," pungkasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom