Kerap Dirazia Satpol PP, PSK Jalanan Semarang Pasang Tarif Segini

Praktik prostitusi di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) kerap dirazia Satpol PP Kota Semarang karena berlangsung di jalanan.

 Ilustrasi (JIBI/dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/dok)

Solopos.com, SEMARANG — Prostitusi memang selalu ada di setiap daerah, tak terkecuali di Kota Semarang. Meskipun, pemerintah setempat sudah berulang kali memberikan larangan dan melakukan penertiban dengan menggelar razia. Tak hanya di tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi prostitusi, razia pekerja seks komersial (PSK) juga dilakukan di jalanan.

Seperti halnya di Kota Semarang. Razia PSK selalu digencarkan Satpol PP Kota Semarang seperti yang dilakukan pada Selasa (28/6/2022) malam. Namun, toh masih ada saja PSK yang terjaring penertiban itu. Bahkan, pada Selasa malam, ada sekitar 17 PSK yang diamankan petugas Satpol PP karena terindikasi menjalankan praktik prostitusi di jalanan Kota Semarang.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Mereka terjaring razia Satpol PP Kota Semarang di beberapa lokasi seperti Jalan Tanjung, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, dan kawasan Tanggul Indah atau yang populer disebut TI. Tak hanya PSK yang masih muda, dalam penertiban itu Satpol PP Kota Semarang juga mengamankan yang berusia lanjut, sekitar 61 tahun.

Sejumlah PSK yang ditangkap mengaku sudah sekitar satu tahun menjalani profesi sebagai penjaja seks. Mereka juga mengaku baru kali pertama terjaring razia Satpol PP di jalanan.

“Saya sudah setahun. Sebelumnya belum pernah [ditangkap],” ujar seorang PSK yang diamankan kepada Solopos.com, Selasa malam.

Baca juga: Lagi Gituan di Jalan, PSK di TI Semarang Kepergok Satpol PP

Selama setahun, PSK itu mengaku kerap menjajakan diri di Jalan Imam Bonjol, atau tepatnya di sekitar kawasan Stasiun Poncol. Ia pun memasang tarif Rp150.000 untuk sekali melayani nafsu lelaki hidup belang. Tarif sebesar itu sudah termasuk jasa sewa penginapan di hotel.

Senada disampaikan PSK lainnya, yakni K. Ia mengaku khawatir penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang itu bakal membuka kedoknya sebagai penjaja seks oleh keluarga.

“Ya takut, keluarga saya enggak tahu kalau saya seperti ini. Ini kali pertama ditangkap, kalau melakukannya sudah setahunan. Sejak melahirkan anak,” ungkapnya.

Baca juga: Lokasi Prostitusi Murah di Jalanan Semarang, Awas Kena Razia!

Sementara itu, PSK yang paling tua di antara yang lain, A, 61, mengaku dirinya tidak hanya menjajakan seks tapi juga berdagang di rumahnya. A mengaku jarang menjajakan diri di jalanan. Namun, apesnya sekali menjajakan diri di jalanan Kota Semarang, ia justru terjaring razia Satpol PP Kota Semarang.

“Saya punya jualan di rumah. Makanya, saya jarang mangkal. Sekali mangkal kena garuk,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Wow! Pemuda Semarang Ternak Emprit, Harganya Capai Rp10 Juta Per Pasang

      Pemuda asal Kota Semarang membudidayakan burung emprit yang harganya mencapai Rp10 juta per pasang.

      Siswa SMK Semarang yang Terseret Ombak di Parangtritis Belum Ketemu

      Seorang siswa SMK Kartini Semarang yang terseret ombak di Pantai Parangtritis belum ditemukan sampai sekarang.

      Komunitas Sepeda dan Satlantas Grobogan Gelar Detik-Detik Proklamasi

      Komunitas sepeda tua, Satlantas Polres Grobogan dan warga menggelar upacara bendera Detik-Detik Proklamasi di sejumlah ruas jalan.

      Mobil di Grobogan Terbakar, Pemilik Mengalami Luka Bakar

      Satu unit mobil terbakar di Dusun Demangan, Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Rabu (17/8/2022). Satu orang menderita luka bakar.

      HUT Ke-77 RI, 184 Narapidana Lapas Purwodadi Terima Remisi Umum

      Kemenkum HAM memberikan remisi umum dalam rangka HUT-77 RI kepada 184 narapidana Lapas Kelas II B Purwodadi.

      Siswi SMA N 2 Kudus Jadi Pembawa Bendera Upacara HUT ke-77 RI di Istana

      Siswi SMA N 2 Kudus, Jawa Tengah, I Dewa Ayu Firsty menjadi pembawa bendera merah putih dalam upacara peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (17/8/2022). 

      Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini, Cerah Berawah di Hari Kemerdekaan

      Berikut prakiraan cuaca di Semarang pada hari ini, Rabu (17/8/2022) atau bertepatan dengan HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

      Unik! Malam Tirakatan di Purworejo, Warga Malah Diajak Bayar PBB

      Warga Parikesit, Kelurahan Pangenjuru Tengah, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, memiliki cara unik melaksanakan malam tirakatan memperingati HUT ke-77 RI, Selasa (16/8/2022).

      Kronologi Pengeroyokan yang Sebabkan Pemuda di Kendal Meninggal

      Berikut kronologi pengeroyokan yang menyebabkan seorang pemuda di Desa Plantaran, Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, meninggal dunia.

      PHMI Ingin Ekspansi ke Jateng, Ini Misi yang Diusung

      Perkumpulan Hotel dan Media Indonesia atau PHMI berencana melakukan ekspansi atau melebarkan sayapnya di wilayah Jawa Tengah (Jateng).

      Pelajar SMK Semarang Terseret Ombak Parangtritis, Begini Kata Orang Tua

      Pelajar SMK di Semarang terseret ombak saat berwisata di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

      Galau Kena Tilang, Pemuda di Semarang Letakkan Sabu-Sabu di Pos Polisi

      Aparat Polrestabes Semarang menangkap seorang pemuda yang berniat meletakkan narkoba jenis sabu-sabu di dekat Pos Polisi Bangkok, Jalan M.T. Haryono.

      Unik, Petugas Satpas SIM Polres Grobogan Pakai Baju Adat dan Pejuang

      Merayakan HUT ke-77 RI, petugas layanan SIM Satlantas Polres Grobogan kenakan baju adat dan pejuang, Selasa (16/8/2022).

      Wow! HUT ke-77 RI, Warga Kudus Bentangkan Bendera Merah Putih 1,44 Km

      Bendera Merah Putih sepanjang 1,44 km terbentang di jalan Desa Honggosoco, Kudus, untuk menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

      Terinspirasi Jokowi, Ganjar Akan Kenakan Baju Adat saat Upacara HUT RI

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku terkesima dengan baju adat yang dikenakan Presiden Jokowi saat mengikuti Sidang Tahunan MPR.