Kerap Dikritik Sejak Jadi Menhan, Ini Kata Prabowo ke Jubirnya
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tiba di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019). (Antara - Wahyu Putro A)

Solopos.com, SOLO -- Kerap dikritik oleh banyak pihak, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto curhat ke juru bicaranya, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ketika dalam perjalanan menuju Kementerian Pertahanan (Kemenhan), pengguna akun media sosial Twitter @Dahnilanzar menanyakan kepada Prabowo Subianto terkait kritik yang kerap ditujukan kepadanya.

Wayang Mini Buatan Herlin Sudah Dipasarkan di 11 Gerai Carefour di Jatim

"Setelah Jumatan tadi dalam perjalanan dari Masjid Taqwa menuju kantor Menhan, saya berbincang berdua di mobil Golf bersama Pak @prabowo. Saya cerita tentang harapan publik dan kritik Publik kepada beliau. 'Nin, saya sudah diberikan Tuhan banyak keberkahan'," kata pengguna akun @Dahnilanzar.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan kritik dan dibenci adalah hal yang wajar. Menurutnya, yang paling terpenting adalah melakukan yang terbaik.

"Di Usia saya saat ini saya hanya ingin Do The Best untuk rakyat, ada yang senang dan berharap, kritik bahkan benci itu wajar. DO The Best aja," lanjutnya.

Diantar Ratusan Orang, Bajo Serahkan Syarat Dukungan Cawali Solo Jalur Independen

Mantan rival Presiden Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 ini menambahkan menjadi seorang pejabat publik harus tahan dengan tinjuan atau kritik dari publik. Dia mengaku mengambil kritik tersebut untuk memperbaiki kinerjanya.

"Para pembuat kebijakan harus siap dan bersedia menjadi 'samsak tinjuan publik', dan terus saja bekerja dg baik, ambil 'tinjuan (kritik)' yang benar dan baik untuk perbaiki kinerja kita hari ini dan kedepan. Saya sudah diberikan surplus umur yg banyak nin," tukasnya.

Sebagai informasi, Prabowo Subianto termasuk menteri di Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang kerap dikritik. Terakhir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyerang Prabowo Subianto karena sering berpergian ke luar negeri untuk kunjungan kerja.

Hal ini merujuk pada pidato Presiden Jokowi yang pernah menyatakan akan meminimalkan kunjungan ke luar negeri.

Asyik! KA Bandara Sampai Klaten, Catat Jadwalnya!

"Pertama, Pak Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu sudah mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri [LN]. Bahkan secara demonstratif, beliau menunjukkan via HP-nya kunjungan LN bisa melalui HP. Dunia sudah terkoneksi," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, dikabarkan Suara.com, Senin (20/1/2020).

"Kedua, kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik. Dan semua perlu disampaikan pada publik secara transparan. Ketiga, semua pejabat publik mesti siap untuk mendapat pengawasan dari publik karena dana yang digunakan memang dana masyarakat," tandasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom