Perajin menyelesaikan pembuatan kain batik tulis di sebuah rumah industri di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (22/9/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra)

Kerajinan batik diyakini bisa dioptimalkan Pemprov Jateng untuk menggenjot pendapatan asli daerah setempat.

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) didorong mengoptimalkan ekspor batik dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi ini. Legislator meyakini langkah itu bisa menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten atau kota setempat.

“Hingga saat ini, kontribusi dari ekspor batik belum dapat banyak meningkatkan pendapatan asli daerah Jateng sehingga perlu dioptimalkan," kata anggota Komisi B DPRD Jateng Ikhsan Mustofa di Semarang, Minggu (2/10/2016).

Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Jateng memiliki banyak corak batik yang tidak dimiliki provinsi lain dan memiliki suatu cerita yang menggambarkan kondisi suatu daerah sehingga bisa dijual ke luar negeri.

Menurut dia, industri batik sangat membantu meningkatkan perekonomian daerah, bahkan saat ini batik asal Jateng sudah menembus pasar internasional. "Selain merupakan warisan budaya para leluhur, batik juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Selain mendorong optimalisasi ekspor batik, Ikhsan juga melihat ada perkembangan signifikan dari industri batik Jateng sehingga hal tersebut seharusnya dimanfaatkan Pemprov Jateng sebagai sarana untuk pengembangan sekaligus peningkatan pendapatan asli daerah. "Pemerintah seharusnya memberikan fasilitas dan membantu membuka jalan untuk memasarkan produk industri batik agar jangkauannya semakin luas," katanya.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng, setidaknya ada 22 titik di Jateng yang menjadi persebaran industri batik. Di sisi barat Jateng, industri batik antara lain terdapat di Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, dan Batang (barat). Di sisi timur Jateng ada Kota Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Rembang, dan Blora.

Di belahan selatan Jateng industri batik terdapat di Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Kebumen, Banyumas, dan Purworejo. Sedangkan di bagian tengah Jateng terdapat di Magelang, Wonosobo, Solo, Klaten, Boyolali, Sragen dan Karanganyar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten