Kerajinan Bambu di Desa Bendungan Sragen Targetkan Pasar Ekspor

Perajin bambu di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, menyasar pasar ekspor untuk pemasaran produk kerajinan mereka. Salah satu kerajinan andalan mereka adalah miniatur kapal pinisi.

 Kerajinan bambu di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen dengan produk andalan miniatur kapal pinisi. Foto diambil Senin (1/8/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

SOLOPOS.COM - Kerajinan bambu di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen dengan produk andalan miniatur kapal pinisi. Foto diambil Senin (1/8/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo)

Solopos.com, SRAGEN — Setelah cukup sukses di skala nasional, perajin bambu di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen Mulai targetkan pasal ekspor. Selama ini kerajinan bambu asal Desa Bendungan banyak dipesan oleh orang Bali dan Kalimantan.

Produk unggulannya berupa miniatur kapal pinisi. Kerajinan ini yang rencananya diekspor.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Perajin bambu asal Desa Bendungan, Narto, awalnya iseng-iseng mencoba membuat miniatur kincir air. Pria yang sehari-hari menjadi tukang cukur rambut ini kemudian mendapat permintaan berbagai kerajinan lainnya.

“Mulai berkembangnya tahun ini karena dilihat potensinya oleh pihak Desa Bendungan. Setelah membuat miniatur kincir air, saya membuat miniatur lainnya seperti miniatur kapal pinisi, becak, sepeda ontel,” tambah Narto saat ditemui Solopos.com pada Senin (1/8/2022) di rumahnya.

Kendala yang dihadapi Narto adalah alat yang masih meminjam dari teman, itu pun masih tradisonal.

Baca Juga: Sempat Setop Karena Pandemi, Desa Batik Kliwonan Sragen Bergeliat Lagi

Narto mengatakan untuk satu buah miniatur pinisi dijual dengan harga Rp300.000 hingga Rp450.000. Dalam satu bulan Narto bisa menjual dua hingga tiga miniatur kapal pinisi. Untuk permintaan ekspor, ada empat produk yang dipesan yaitu miniatur kapal pinisi, kapal layar, kapal perang, dan gunung es.

Terpisah, Kasi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Desa Bendungan, Guruh Wisnu Wardhana, pihaknya mulai gencar kembali memasarkan produk unggulan desa nya. Ada pesanan dari Australia untuk kerajinan kapal pinisi, namun dengan ukuran yang lebih kecil.

“Saat ini sedang berada ditahap produksi, karena masih memikirkan pengemasan yang baik agar produk yang dikirimkan tidak rusak,” terangnya saat ditemui Solopos.com di kantornya pada Senin.

“Saat ini kita proses pengajuan proposal ke dinas terkait untuk permohonan bantuan pengadaan alat yang lebih modern. Untuk bahan baku tidak terkendala, kita sekarang lebih memfokuskan pada pembinaan pemuda setempat untuk mulai menggeluti kerajinan bambu ini,” tambah Guruh.

Baca Juga: Kerajinan Gerabah di Bayat Ada Sejak Zaman Prasejarah

Ia mengatakan Pemerintah Desa Bendungan ingin mewadahi pemilik-pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui badan usaha milik desa (BumDes). Jadi masyarakat bisa melihat berbagai produk UMKM di Desa Bendungan dalam satu tempat.

Guruh menambahkan, saat ini untuk hanya ada dua perajin bambu di desanya. Untuk mendukung kegiatan produksi kerajinan bambu ini dibutuhkan alat yang lebih modern seperti pena ukir, penggering bambu, pembelah, penipis. Untuk pemasaran saat dilakukan dilakukan secara online dan juga memenuhi permintaan dari toko-toko souvenir di berbagai daerah. Jadi sistem penjualannya adalah pre-order.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.

      KKN UGM Rintis 3 Desa Wisata di Sambungmacan Sragen, Ini Lokasinya

      3 Desa yang dirintis menjadi desa wisata di Kecamatan Sambungmacan, Sragen memiliki potensi yang berbeda untuk mendatangkan pengunjung menikmati desa wisata.

      Inilah Daftar 19 Desa di Sragen yang akan Menggelar Pilkades

      Pilkades serentak akan berlangsung 25 Oktober 2022

      Cuaca Sukoharjo Selasa 9 Agustus Ini, Cerah Berawan Siang Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo secara lengkap untuk hari ini, Selasa (9/8/2022).

      Bukan Magic, Ini Sebab Kebo Bule Keraton Solo Warnanya Putih Kemerahan

      Meski kerap dikaitkan dengan hal-hal magis, warna kulit pada kebo bule seperti yang ada di Keraton Solo bisa dijelaskan secara ilmiah.