KERACUNAN MASSAL KLATEN : 6 Warga Masih Diare dan Sakit Perut
Salah satu korban keracunan, Ninik,11, (kiri), warga Kebonagung, Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, dirawat di Klinik Kesehatan Alba Nizza, Rabu (13/8/2014). (JIBI/Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, KLATEN - Sebagian korban keracunan di Dusun Kebonagung, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, hingga kini masih diare. Sedikitnya enam warga setempat masih menjalani rawat inap di tempat layanan kesehatan setempat.

Informasi yang dihimpun solopos.com, Rabu (13/8/2014), tiga warga yakni Niken, 11, Yoto, 80, dan Sumini, 53, dirawat di Klinik Kesehatan Alba Nizza Gantiwarno. Niken masuk meja perawatan sejak Minggu (10/8/2014), sedangkan Sumini dan Yoto baru dirawat Selasa (12/8/2014).

Seorang bayi bernama Winner, 2, juga harus dirawat di RS PKU Muhammadiyah Wedi sejak Selasa. Sementara Tukiyem Broto, 65, serta Warti, 50, masih diobati di RSJD Dr. R.M. Soedjarwadi Wedi dan klinik setempat.

“Rata-rata warga tersebut masih mengeluh diare, panas, dan sakit perut,” ujar bidan Desa Ceporan, Mulyati, saat ditemui di sela-sela penyuluhan di desa setempat.

Sebelumnya, sekitar 50 warga RW 04 Kebonagung mengeluh sakit setelah menghadiri syukuran sunatan salah seorang warga setempat, Jumat (8/8/2014).

Sementara itu, Niken yang dirawat di Alba Nizza tampak lemas. Seorang kerabat Niken, Tukinem, 50, mengatakan Niken sudah buang air besar empat kali sejak pagi hari. “Saya nganti mesakne,” ujar Tukinem.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho