KERACUNAN MAKANAN : Termasuk KLB

 Beberapa korban keracunan massal yang masih menjalani observasi di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, hingga Kamis (22/1/2015) siang. (JIBI/Harian 

Jogja/Rima Sekarani I.N.)

SOLOPOS.COM - Beberapa korban keracunan massal yang masih menjalani observasi di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, hingga Kamis (22/1/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)

Keracunan makanan, korban terus bertambah. Semula hanya 70 orang, kemudian bertambah menjadi 107 orang. Terakhir, jumlah mencapai 149 orang.

Harianjogja.com, SLEMAN – Ratusan usaha katering di Sleman tidak memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga. Katering penyedia makanan karyawan perusahaan garmen yang menimbulkan keracunan termasuk belum memiliki sertifikat itu.

Sebelumnya ratusan karyawan PT Mataram Tunggal Garmen (MTG) di Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman tiba-tiba mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan katering.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati Nuraini menjelaskan berdasarkan investigasinya korban keracunan mencapai 149 karyawan. Beberapa di antaranya tidak memeriksakan diri ke rumah sakit. Tapi mereka merasakan reaksi seperti korban lain kemudian diobati secara mandiri. Sejalan dengan itu pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan terhadap para pengusaha katering. Terutama kaitannya dengan sertifikasi jasa boga. (Baca Juga : KERACUNAN MAKANAN : Jumlah Korban Bertambah Jadi 107 Orang)

“Ini sudah KLB [Kejadian Luar Biasa], kalau makan pada lokasi yang sama, korban lebih lima orang sudah KLB. [Kepada katering], kami pembinaannya melalui sertifikasi itu. Mereka memang harusnya tergabung dalam asosiasi [Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia] se-Sleman,” terangnya, Senin (26/1/2015).

Sementara itu Manajer Accounting PT MTG, Dewi Yulianti menyatakan karyawan yang mengalami keracunan hingga Senin (26/1/2015) secara keseluruhan sudah masuk kerja. Sedangkan untuk katering yang menyediakan makanan sementara dihentikan dan tidak mensuplai makanan.

“Hari ini sudah masuk semua. [Soal katering] sementara dihentikan setelah ada peristiwa [keracunan],” ungkapnya melalui ponsel.

Sementara itu kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Kapolsek Ngaglik Kompol Partono menyatakan pihaknya sudah memeriksa 13 karyawan yang menjadi korban keracunan. Serta memeriksa satu orang dari pihak salahsatu katering. Pada Senin (26/1/2015) kemarin pihaknya juga meminta keterangan pihak manajemen perusahaan.

“Kateringnya sementara baru satu yang kami periksa. Rencananya yang lain juga,” ujar Kapolsek.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

Antisipasi Lonjakan Kasus Akhir Pekan, Pemkot Jogja Siapkan Isoter

Penyiagaan isoter itu sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus di akhir pekan saat mobilitas masyarakat meningkat.

RSUD Sragen Kini Punya Generator Oksigen Mandiri, Nilainya Rp6,4 Miliar

RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen kini memiliki generator oksigen secara mandiri yang dipasang dengan anggaran senilai Rp6,4 miliar.

Evakuasi Tenaga Kesehatan Korban Penyerangan KKB di Pegunungan Bintang Papua

Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang diserang KKB

Pencemaran Bengawan Solo, Pelaku Ngaku Buang Ribuan Liter Limbah Ciu Ke Sungai Samin Setiap Hari

Polres Sukoharjo menggelar perkara kasus buang limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo dengan peragaan oleh dua pelaku.

KKN UNS Tim 361 Edukasi Warga Ngargisari Sragen Hidup Sehat di Masa Pandemi

Tim 361 KKN UNS kemudian berinisiatif mengadakan sosialisasi pola hidup sehat di Desa Ngargosari, Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Upaya Penyisiran Lokasi Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV di Perairan Cilacap

Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV menyebabkan dua orang meninggal

Jangan Sampai Jadi Korban, Ini Tips Terhindar dari Penipuan Arisan Online

Saat ini banyak orang yang menggunakan tameng arisan online sebagai modus penipuan yang menimbulkan banyak korban.

Mau Tahu Harta Kekayaan Para Artis yang Jadi Anggota DPR? Ini Daftarnya

Masyarakat sebenarnya bisa ikut memantau harta kekayaan para artis yang jadi anggota DPR ini.

Kelola Sampah Organik dengan Maggot, Omah Limbah Gempol Klaten Wakili Jateng ke Tingkat Nasional

Omah Limbah Gempol mengelola sampah organik agar berdaya guna sebagai pakan utama maggot alias belatung dari lalat BSF.

Hati-Hati Lur! Jembatan Trobayan Sragen Retak-Retak, Rawan Ambles

Jembatan Trobayan di Kalijambe Sragen kembali rusak hingga mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan roda empat atau lebih.

Belajar Bahasa Inggris sambil Rebahan? Yuk, Simak Cara Berikut Ini

Di era globalisasi saat ini, kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa global bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.

Kisah Kades Gempol Klaten yang Diprimpeni Arwah Leluhur saat Jalani Isoman

Kepala Desa (Kades) Gempol, Kecamatan Karanganom, Edy Suryanta, merupakan salah seorang penyintas Covid-19 di desanya, Jumat (17/9/2021).

Ella Skin Care Menginspirasi melalui 1.000 Serum

Ella Skin Care dengan produknya Matcha Sebo Control Serum mengatasi masalah jerawat yanpa efek samping.

Silaturahmi ke Kediaman Habib Luthfi Pekalongan, Airlangga: Beliau Orang Tua Kita

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto sowan ke kediaman Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau Habib Luthfi.

Viral Pelajar SMA Jadi MUA, Hasil Riasannya Bikin Kaget Warganet

Seorang pelajar SMA yang diketahui bernama Desi menjadi sorotan karena keterampilannya jadi MUA. 

Potensi Pendapatan Rp42 Triliun, Ini 5 Fakta Merger Indosat dan Tri

Induk PT Indosat Tbk., Ooredoo Q.P.S.C., dan induk PT Hutchison 3 Indonesia, CK Hutchison Holdings Limited resmi bergabung atau merger.