KERACUNAN BANTUL : Ida : Peringatan Keras untuk Dong Young Tress

 Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/depdagri.go.id)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/depdagri.go.id)

Keracunan Bantul yang terjadi dua kali mendapat peringatan keras dari Bupati Bantul.

Harianjogja.com, BANTUL– Bupati Bantul Sri Surya Widati berang dengan kasus keracunan ratusan buruh pabrik PT Dong Young Tress yang terjadi Kamis (5/2/2015).

Ida sapaan akrabnya menegaskan mengeluarkan peringatan keras untuk perusahaan asal Korea Selatan tersebut. Peringatan itu menurutnya juga
harus disampaikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul kepada manajemen Dong Young Tress. Kendati demikian Ida enggan menjelaskan apa konsekuensi bila peringatan itu dilanggar.

Menurut Ida, pihak perusahaan harus bertanggungjawab atas tragedi yang sudah dua kali terjadi dalam waktu tiga bulan itu. Tidak hanya
pertanggungjawaban dari pihak jasa katering yang menyediakan makanan.

“Saya sudah dapat laporan, Dong Young ini harus diberi terguran keras. Kalau katering itu kan masuk wilayah Jogja tapi perusahaan juga harus
tanggungjawab,” tegas Ida Jumat (6/2/2015).

Tidak hanya soal katering, menurut Ida dirinya juga mendapat laporan ihwal sejumlah pelanggaran lainnya yang dilakukan perusahaan pembuat rambut palsu itu.

“Ternyata perusahaan ini parah sekali,” ujarnya.

Selain mengeluarkan peringatan, Ida mengklaim tengah memikirkan sanksi apa yang tepat dijatuhkan terhadap perusahaan tersebut.

Komisi D DPRD Bantul sebelumnya menyatakan menemukan sejumlah pelanggaran oleh perusahaan seperti, sebagian upah buruh di bawah upah minimum kabupaten (UMK), tidak adanya cuti melahirkan bagi pekerja perempuan, belum adanya jaminan kesehatan dan sejumlah pelanggaran lainnya.

Sementara itu Kepala Seksi Surveilance Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Widayati menyatakan, total korban yang mengalami keracunan berjumlah 193 orang dari sebelumnya dilansir hanya 153 orang. Hingga Jumat (6/2/2015) sebanyak 36 orang masih dirawat di Puskesmas Piyungan, RS Permata Husada dan RS Rajawali Citra.

Sementara terkait jasa penyedia makanan Ridho Catering yang diduga menjadi penyebab keracunan, Dinas Kesehatan Bantul menurutnya tidak dapat bertindak apa-apa.

“Karena itu berada di Kota, maka Dinas Kesehatan Kota Jogja nanti yang akan bertindak,” tuturnya.

Bagian Sumber Daya Manusia PT Dong Young Tress Agung Sutrisno tidak bisa dikonfirmasi karena mengaku tengah rapat pada Jumat (6/2/2015). Namun ia sebelumnya menyatakan keracunan itu terjadi karena kesalahan jasa katering sebagai penyedia makanan.

“Kami sudah mengikuti rekomendasi pemerintah menggandeng katering yang sudah mengantongi izin,” kata Agung Sutrisno.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

KKN UNS Tim 361 Edukasi Warga Ngargisari Sragen Hidup Sehat di Masa Pandemi

Tim 361 KKN UNS kemudian berinisiatif mengadakan sosialisasi pola hidup sehat di Desa Ngargosari, Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Upaya Penyisiran Lokasi Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV di Perairan Cilacap

Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV menyebabkan dua orang meninggal

Jangan Sampai Jadi Korban, Ini Tips Terhindar dari Penipuan Arisan Online

Saat ini banyak orang yang menggunakan tameng arisan online sebagai modus penipuan yang menimbulkan banyak korban.

Mau Tahu Harta Kekayaan Para Artis yang Jadi Anggota DPR? Ini Daftarnya

Masyarakat sebenarnya bisa ikut memantau harta kekayaan para artis yang jadi anggota DPR ini.

Kelola Sampah Organik dengan Maggot, Omah Limbah Gempol Klaten Wakili Jateng ke Tingkat Nasional

Omah Limbah Gempol mengelola sampah organik agar berdaya guna sebagai pakan utama maggot alias belatung dari lalat BSF.

Hati-Hati Lur! Jembatan Trobayan Sragen Retak-Retak, Rawan Ambles

Jembatan Trobayan di Kalijambe Sragen kembali rusak hingga mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan roda empat atau lebih.

Belajar Bahasa Inggris sambil Rebahan? Yuk, Simak Cara Berikut Ini

Di era globalisasi saat ini, kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa global bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.

Kisah Kades Gempol Klaten yang Diprimpeni Arwah Leluhur saat Jalani Isoman

Kepala Desa (Kades) Gempol, Kecamatan Karanganom, Edy Suryanta, merupakan salah seorang penyintas Covid-19 di desanya, Jumat (17/9/2021).

Ella Skin Care Menginspirasi melalui 1.000 Serum

Ella Skin Care dengan produknya Matcha Sebo Control Serum mengatasi masalah jerawat yanpa efek samping.

Silaturahmi ke Kediaman Habib Luthfi Pekalongan, Airlangga: Beliau Orang Tua Kita

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto sowan ke kediaman Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau Habib Luthfi.

Viral Pelajar SMA Jadi MUA, Hasil Riasannya Bikin Kaget Warganet

Seorang pelajar SMA yang diketahui bernama Desi menjadi sorotan karena keterampilannya jadi MUA. 

Potensi Pendapatan Rp42 Triliun, Ini 5 Fakta Merger Indosat dan Tri

Induk PT Indosat Tbk., Ooredoo Q.P.S.C., dan induk PT Hutchison 3 Indonesia, CK Hutchison Holdings Limited resmi bergabung atau merger.

Tak Hanya White Tiger, Monstera Variegata Marble Juga Jadi Primadona, Harganya Rp3 Juta per Daun

Petani dan pedagang tanaman hias di lereng Gunung Lawu ini menyebut bukan hanya Monstera White Tiger yang sedang hits. Dia menyebut Monstera Variegata Marble juga menjadi primadona.

Tak Cuma Dapat Bantuan Uang Buat Ngontrak, Sekeluarga Tidur di Wedangan Kartasura Juga Dapat Motor

Sekeluarga yang tidur dikolong meja di wedangan di Kartasura, Sukoharjo, mendapat bantuan senilai Rp32.650.000. Bantuan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk motor, uang kontrakan, dan sebagainya.

118,36 Juta Dosis Telah Disuntikkan, Pemerintah Terus Upayakan Akselerasi Vaksinasi

Akselerasi vaksinasi baik dalam hal distribusi maupun pelaksanaannya terus dilakukan Pemerintah.

Para Penyanyi Tanah Air Ini Pernah Alami Insiden Memalukan di Panggung

Berbagai insiden memalukan yang dialami para penyanyi ini saat tampil di panggung adalah terjungkal hingga kostum melorot.