Tutup Iklan
Wartini (tengah) menggendong bayinya yang digigit kera pada Selasa (20/8/2019) di rumahnya di Polokarto, Sukoharjo. (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) langsung turun tangan setelah mendapat laporan terkait kasus -di-sukoharjo-digigit-kera-liar-dkk-pantau-sepekan" title="Bayi di Sukoharjo Digigit Kera Liar, DKK Pantau Sepekan">bayi digigit kera liar di Polokarto, Sukoharjo.

Petugas BKSDA mendatangi lokasi bersama aparat kepolisian dan pemerintah desa guna memburu kawanan kera liar lantaran meresahkan warga setempat.

Kawanan -gabungan-sukoharjo-dikerahkan-usir-kera-di-tiyaran" title="Petugas Gabungan Sukoharjo Dikerahkan Usir Kera di Tiyaran">kera diduga dari alas karet Polokarto menginvasi permukiman warga Dukuh Jengglong, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Kawanan kera liar ini bahkan melukai bayi berusia 40 hari bernama Aqila Dzakira, Selasa (20/8/2019).

Akibat serangan kera liar ini si bayi mengalami luka di paha kiri sepanjang lima sentimeter dengan kedalaman luka lima milimeter. Kawanan kera ini diduga memasuki rumah penduduk karena menipisnya stok makanan selama musim kemarau.

Kepala Resort Wilayah Surakarta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah Sudadi mengatakan kasus serangan -tiyaran-bulu-sudah-3-bulan-diinvasi-kera-kapolres-sukoharjo-turun-tangan" title="Desa Tiyaran Bulu Sudah 3 Bulan Diinvasi Kera, Kapolres Sukoharjo Turun Tangan">kera liar tersebut baru kali pertama terjadi di wilayah Polokarto. Ironisnya, kera tersebut sampai melukai seorang bayi.

"Kera liar yang masuk ke permukiman warga diduga dari alas karet yang jaraknya sekitar 2 kilometer [km] dari lokasi," ungkap Sudadi, Kamis (22/8/2019).

Lokasi alas karet yang terletak di Desa Polokarto ini memang diketahui berbatasan langsung dengan Kabupaten Karanganyar yang secara geografis banyak terdapat hutan. Dia juga menyampaikan sesuai informasi dari warga setempat pada awal 2018 lalu pernah terlihat kera liar masuk ke permukiman.

Kera liar ini diduga turun dari alas ke permukiman karena stok makanan menipis saat musim kemarau. Kera liar itu biasanya jenis kera ekor panjang.

"Ini masih dugaan dan belum bisa disimpulkan kera dari mana. Tapi kami akan melakukan perburuan jika memang sudah sangat meresahkan warga," katanya.

BKSDA masih menyelidiki lebih jauh faktor penyebab kera liar sampai menggigit manusia. Kasus ini kali pertama terjadi di Sukoharjo. BKSDA juga berkoordinasi dengan Polsek Polokarto, pemerintah desa, dan Muspida terkait hal tersebut.

Kasus kera gigit bayi perempuan berusia 40 hari bernama Aqila Dzakira, warga Dukuh Jengglong RT 002/RW 005 Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, juga mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo. Gigitan kera liar tersebut rawan menyebarkan virus rabies.

Plt. Kepala DKK Sukoharjo dr. Yunia Wahdiayati mengatakan petugas DKK langsung diterjunkan ke lokasi dan menangani bayi yang digigit kera liar.

“Kami langsung memberikan vaksin antirabies. Luka yang disebabkan gigitan kera rawan menularkan virus rabies,” kata Yunia.

Selain pemberian vaksin antirabies, tim DKK juga akan memantau selama sepekan terkait kondisi bayi tersebut. Pemantauan dilakukan untuk memastikan apakah korban mengalami demam dan lainnya akibat gigitan tersebut. Jika demam harus segera dilakukan tindakan medis lanjutan, seperti rawan inap.

Seperti diberitakan, bayi bernama Aqila Dzakira digigit kera saat ditinggal ibunya, Wartini, mencuci popok di kamar mandi pada Selasa (20/8/2019) sore. Saat itu Aqila ditidurkan ibunya di kasur bagian depan rumahnya.

Namun selang beberapa menit, sang ibu mendengar bayinya menangis histeris. Wartini yang panik segera menengok bayinya itu dan mendapati anaknya sudah tidak berada di kasur.

Ayah si bayi, Sarjono menuturkan ketika istrinya sampai di ruang depan Aqila sudah berpindah ke lantai yang saat itu terdapat tumpukan baju. Posisinya tengkurap dan Aqila masih merengek-rengek.

"Keranya ada di depan pintu. Istri saya langsung teriak dan keranya lari," jelas Sarjono.

Warga kemudian mengejar kera tersebut namun lepas. "Mungkin kera itu menganggap Aqila bayi kera. Sebab ada makanan di meja kok yang didatangi anak saya. Sepertinya mau digendong tapi enggak kuat lalu diseret dengan menggigit paha kiri," katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten