Kategori: Sukoharjo

Keputusannya Dipertanyakan, Warga Gentan Ini Kukuh Adopsi Bayi Yang Tak Diinginkan


Solopos.com/Ichsan Kholif Rahman

Solopos.com, SOLO -- Jalan terjal dihadapi Yuliana, 45, warga Gentan, Sukoharjo, setelah memutuskan merawat dan mengadopsi bayi perempuan bernama Fakhirah Hafidzah Izzatunninsa, dua pekan lalu.

Beberapa orang mempertanyakan keputusannya merawat bayi yang sudah tidak diinginkan oleh orang tuanya sejak lahir itu. Namun, Yuliana yang sudah memiliki empat anak kandung berkukuh merawat bayi dengan sapaan akrab Icha itu.

Sebagaimana diinformasikan, Yuliana awalnya dimintai tolong oleh nenek sang bayi untuk membantu mencarikan orang tua asuh bayi itu. Hal itu karena ibu bayi tersebut yang masih usia 20-an tahun tidak mampu merawat anaknya.

Baca Juga: Kisah Yuliana, Warga Gentan Sukoharjo Rawat Bayi Yang Tak Diinginkan Orang Tuanya

Apalagi ayah sang bayi juga tidak mau bertanggung jawab. Jadi lah saat proses kelahiran bayi itu di salah satu rumah sakit Kota Solo, 7 April 2021 lalu, Yuliana yang merupakan warga Gentan, Sukoharjo, ikut menunggui.

Setelah bayi itu lahir, Yuliana sempat membujuk ibu sang bayi agar mau merawat sendiri anaknya itu. Namun, ibu tersebut tetap tidak mau. Setelah mendapat surat pernyataan, Yuliana membawa bayi itu pulang ke rumah.

Tangan Dan Kaki Bayi Tidak Sempurna

Sampai di rumah, Yuliana mengecek kondisi bayi itu dan kaget saat mendapati tangan dan kaki bayi perempuan itu tidak sempurna. Kondisi itu membuat Yuliana terenyuh dan alih-alih mencarikan orang tua asuh untuk bayi itu, Yuliana memutuskan merawat dan mengadopsinya sendiri.

Baca Juga: Antrean BPUM Grogol Sukoharjo Picu Kerumunan Hingga Berdesak-Desakan, Satgas Covid-19 Turun Tangan

“Saya enggak tega kalau anak itu diserahkan ke Yayasan. Setelah lahir saya ada di rumah bersalin. Saat itu tidak ada yang azan di telinga bayi itu, lalu saya memutar suara azan dari Youtube,” kata warga Gentan itu kepada Solopos.com, Rabu (21/4/2021).

Yuliana mengatakan keputusannya merawat bayi itu dipertanyakan orang karena kondisi keuangannya yang sedang menurun. Suaminya yang bekerja di kapal tidak bisa berlayar selama pandemi.

Ditambah lagi keluarganya beberapa kali menjadi korban penipuan sejumlah uang karena terlalu mudah percaya kepada orang. Kini ia berjualan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga: 262 Bidang Tanah Dibebaskan Untuk Proyek JLT Sukoharjo, Ada Yang Terima Rp3 Miliar

Limpahan Rezeki

Meski begitu, perempuan warga Gentan itu memilih mengabaikan suara-suara sumbang yang meragukan kemampuannya merawat bayi itu. Ia memilih mendengarkan mereka yang mendukung dan justru salut dengan keputusannya merawat Icha.

Tak sedikit dari teman-temannya yang peduli dan sukarela membantu biaya maupun jasa perawatan Icha. Saat pertama membawa pulang Icha dan ia belum memiliki pakaian bayi untuk Icha, tetangga juga langsung membantu memberi pakaian bayi lengkap dengan peralatannya. Yuliana yakin meski sulit selalu ada pertolongan Allah.

Ia bercerita setelah merawat Icha, selalu ada saja limpahan rezeki dari Allah. Setiap ia berjualan bersama suaminya, ia merasa diberi kemudahan. “Semua ada rezekinya masing-masing. Kalau saya diberi harta berlimpah, saya ingin merawat anak-anak seperti Icha,” papar Yuliana.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih