Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi Menurun, Ini Angkanya

Tren penurunan kepuasan publik atas kinerja Jokowi terjadi sejak pertengahan 2019.

 Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam acara groundbreaking pabrik industry baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia di kawasan Karawang New Industry City. (Gambar: Youtube Sekretariat Presiden)

SOLOPOS.COM - Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam acara groundbreaking pabrik industry baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia di kawasan Karawang New Industry City. (Gambar: Youtube Sekretariat Presiden)

Solopos.com, JAKARTA — Kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menurun setiap bulan dalam dua tahun terakhir.

Hal itu diketahui dari beberapa kali survei yang digelar Indikator.

Berdasarkan survei Indikator, tren kepuasan terhadap Jokowi pada Februari 2021 sebesar 63 persen.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Mundur dari Wakil Ketua DPR, Golkar Siapkan Pengganti 

Tren kepuasan sempat naik menjadi 64 persen pada April 2021 lalu turun lagi pada Juli 2021 menjadi 59 persen dan September 2021 menjadi 58 persen.

Pada 17-21 September 2021 Indikator meminta pandangan respondennya soal kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kontak Telepon

Penarikan sampel menggunakan metode kontak telepon kepada responden.

Total responden sebanyak 1.200 orang. Sebanyak 296.982 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh Indonesia pernah diwawancarai tatap muka langsung dalam rentang 3 tahun terakhir.

Dengan asumsi metode simple random sampling, sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ± 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dua Tahun Terakhir

Hasilnya, 58,1 persen responden sangat puas atas kinerja Jokowi, tapi tren kepuasannya turun dalam dua tahun terakhir.

Dalam rilis yang dikutip detik.com, Minggu (26/9/2021), Indikator bertanya kepada responden apakah sejauh ini sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali dengan kerja Presiden Joko Widodo?

Mayoritas 58,1 persen merasa sangat puas atas kinerja Jokowi. Sementara itu, 36,4 persen cenderung tidak puas.

Baca Juga: Airlangga dan Cak Imin Jalan Pagi, Diplomasi Politik Menuju 2024? 

Kemudian dilihat dari tren kepuasan, survei yang dilakukan Indikator, hasilnya menunjukkan kepuasan terhadap kinerja Jokowi menurun.

Dari grafik yang ditampilkan Indikator, penurunan terjadi sejak pertengahan 2019.

“Kepuasan terhadap kinerja Presiden cenderung menurun, terutama dalam dua tahun terakhir,” demikian keterangan Indikator.

Disambut Positif

Di sisi lain, kinerja Jokowi menangani pandemi disambut positif oleh responden.

Responden ditanya cukup puas, kurang puas atau tidak puas sama sekali dengan kerja Presiden Joko Widodo dalam menangani wabah virus Corona. Bagaimana hasilnya?

“Mayoritas puas/sangat puas dengan kerja Presiden menangani wabah Covid-19 (57%). Kepuasan tidak berubah dalam dua bulan terakhir,” tulis Indikator.

 

Berikut Angka kepuasan kinerja Jokowi per Juli hingga September 2021:

Sangat Puas
Juli 2021: 59%
September 2021: 58%

Cukup Puas
Juli 2021: 55,5%
September 2021: 57,0%

Kurang Puas
Juli 2021: 30,1%
September 2021: 31,8%

Tidak Puas Sama sekali
Juli 2021: 6,4%
September 2021: 2,9%

Tidak Tahu/Tidak Jawab
Juli 2021: 2,4%
September 2021: 3,5%


Berita Terkait

Berita Terkini

Bejat! Kapolsek Parigi 2 Kali Setubuhi Anak Tersangka di Hotel

Kapolsek Parigi, Sulteng, Iptu IDGN, memperkosa anak perempuan tersangka, S, 20, sebanyak dua kali di hotel dengan iming-iming membebaskan ayah S.

Sopir Truk Penyebab Meninggalnya Bos Indomaret Diburu Polisi

Polisi masih memburu sopir truk dalam kecelakaan yang menewaskan bos Indomaret di Tol Cipularang Sabtu (16/10/2021).

Polisi Tangkap Anggota Ormas Bekasi Sebut Orang Betawi Bodoh

Polisi menangkap anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Bekasi, VVL, 49, karena menyebut Orang Betawi Bodoh.

Buat Poster Kewirausahaan, Mahasiswa UNS Sabet 2 Gelar di Aection 3.0

Mahasiswa prodi Pendidikan Sejarah UNS Surakarta, Fiska Amanda Mulia, menyabet dua gelar pada Poster Competition di gelaran Akmapesa Economic Competition (Aection) 3.0 IPB.

Analisis Gagalnya Celeng Perjuangan di Media Sosial

Artinya, percakapan lebih banyak berpusat pada klaster-klaster itu, bukan pada akun-akun yang memperkuat narasi "celeng perjuangan".

Lansia Singapura Divonis 12,5 Tahun Penjara, Coba Perkosa WNI

Seorang pria lansia di Singapura berusia 68 tahun mencoba memperkosa PRT asal Indonesia yang bekerja di rumahnya.

Jadi Landasan Transformasi, UNS Raih Poin Tertinggi IKU 2020/2021

Setiap lembaga atau instansi pemerintah wajib merumuskan IKU dan menjadikan hal itu sebagai prioritas utama.

Menko Airlangga Ajak Anggota ASEAN Membangun Ekonomi Digital

Menko Airlangga menekankan kondisi pandemi telah mengakselerasi proses transformasi digital di dunia termasuk di ASEAN.

Jaga Transparansi Dana Haji, BPKH Adakan Diseminasi

BPKH gelar diseminasi pengawasan haji untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana haji.

Wussss...Angin Puting Beliung Landa Karangpandan

Belasan rumah di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, rusak ringan setelah wilayah tersebut disapu angin puting beliun.

Teknologi Tak Dapat Gantikan Peran Guru dalam Mendidik

Mesin tidak dapat sepenuhnya menggantikan pendidik manusia dalam memberikan pengajaran kepada siswa.

Yusril Sebut Mubazir Jika Benih Lobster Dilarang Diekspor

Yusril Ihza Mahendra menyebut larangan mengekspor benih lobster adalah hal yang mubazir mengingat kebijakan budidaya lobster di dalam negeri tak jelas.

Pilu Pengakuan Anak Tersangka Ditiduri Kapolsek, Dijanjikan Ayah Bebas

S mengaku selama hampir dua pekan Iptu IDGN terus membujuknya dengan iming-iming sang ayah selaku tersangka akan dibebaskan.

Yusril Gugat Aturan Larangan Ekspor Benih Lobster, Ini Alasannya

Yusril Ihza Mahendera meminta MA mencabut larangan mengekspor benih lobster. Yusril menjadi kuasa hukum PT Kreasi Bahari Mandiri dan beberapa nelayan kecil di Nusa Tenggara Barat (NTB).

10 Berita Terpopuler: Kecelakaan Bos Indomaret hingga Cerita Paundra

Direktur PT Indomarco Prismatama, Yan Bastian, menjadi korban meninggal dalam kecelakaan Tol Cipularang, Sabtu (16/10/2021), menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Senin (18/10/2021).

Yuni Meneriakkan ”dengan Lembut” Suara Perempuan yang Tak Terdengar

Cerita Yuni adalah kisah dengan basis eksplorasi tentang anak-anak dan remaja yang menghadapi misteri hidup dan mati.