Kepuasan Masyarakat Terhadap Vaksinasi Tinggi, Tapi Pelayanan Masih Perlu Diperbaiki

Hasil survei mengungkapkan bahwa masyarakat jauh lebih puas dengan pelayanan vaksinasi oleh sentra vaksinasi yang dikoordinasikan pihak swasta, di rumah sakit atau di klinik swasta. Ketidakpastian soal kapan mendapatkan vaksin kedua membuat sejumlah responden jadi enggan.

 Petugas medis menyuntikkan vaksin kepada pelajar saat vaksinasi Covid-19 di Graha Saba Buana, Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (22/9/2021). Menurut data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo sebanyak 55.925 pelajar dari total 73.000 pelajar atau sekitar 77% pelajar di Kota Solo sudah mengikuti vaksinasi Covid-19. Sehingga target vaksinasi Covid-19 khusus pelajar optimistis selesai akhir September 2021. (Espos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Petugas medis menyuntikkan vaksin kepada pelajar saat vaksinasi Covid-19 di Graha Saba Buana, Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (22/9/2021). Menurut data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo sebanyak 55.925 pelajar dari total 73.000 pelajar atau sekitar 77% pelajar di Kota Solo sudah mengikuti vaksinasi Covid-19. Sehingga target vaksinasi Covid-19 khusus pelajar optimistis selesai akhir September 2021. (Espos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, JAKARTA – Change.org Indonesia, Katadata Insight Center (KIC) dan KawalCOVID19.id pekan ini merilis hasil survei mereka mengenai pendapat masyarakat soal vaksinasi Covid-19. Terungkap bahwa hampir semua orang yang sudah mendapatkan vaksin pertama ingin menuntaskannya menjadi dua dosis. Sebagian besar juga puas dengan prosesnya, meski ada sejumlah catatan untuk perbaikan dalam pelaksanaannya.

Hal ini diungkapkan dalam siaran pers dari Change.org Indonesia yang diterima , Kamis (23/9/2021). Efraim Leonard, campaigner Change.org Indonesia menyatakan bahwa survei tersebut memungkinkan pihaknya memetakan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, terutama terkait dengan pengalaman vaksinasi mereka. “Ini penting agar masyarakat bisa bergerak dan bersuara untuk memperbaiki program vaksinasi selanjutnya,” kata Efraim.

Espos Premium merupakan layanan khusus dari Solopos.com yang lebih relevan dan memiliki diferensiasi dibandingkan free content. Untuk membaca artikel ini selengkapnya silahkan login atau daftar di SoloposID.

Terpopuler Hari Ini

Mahasiswa UNS Meninggal saat Diklat, Keluarga: Ada Luka di Tubuh Korban

Pihak keluarga almarhum mengungkapkan bahwa di tubuh Gilang Endi S. mahasiswa UNS yang meninggal saat ikuti diklat terdapat luka lebam dan darah.

2 Mahasiswa Sempat Datangi Rumah Ortu Korban Diklat UNS Dini Hari

Dua mahasiswa UNS Solo sempat mendatangi rumah orangtua Gilang Endi S, korban meninggal saat diklat, di Karangpandan, Karanganyar. Mereka tak langsung memberi tahu kondisi Gilang yang meninggal.

Tragedi Rumah Runtuh Kalideres, Korban: Jaga Diri, Adik Lu Gue Bawa

Andriawan tak menyangka bila ucapan ibunya itu merupakan yang terakhir untuknya.

Panen Sanksi, PSG Pati Pincang saat Hadapi Hizbul Wathan

Tim milik Youtuber Atta Halilintar yang kini bernama AHHA PS Pati itu berada di dasar klasemen dengan koleksi satu poin.

Harga Fantastis, Kambing Etawa Jadi Primadona Baru Peternak di Klaten

Meningkatnya jumlah peternak kambing etawa itu menyusul belakangan harga jual kambing tersebut kian fantastis.

Mahasiswa UNS Solo Dikabarkan Meninggal seusai Diklat, Ini Kata Polisi

Seorang mahasiswa UNS Solo dikabarkan meninggal dunia seusia mengikuti diklat salah satu organisasi kemahasiswaan, polisi masih menyelidiki.

Terungkap, Mahasiswa UNS yang Meninggal Ternyata Ikut Diklat Menwa

Gilang Endi S., mahasiswa asal Dusun Keti RT 2/RW 5 Desa Dayu, Kecamaran Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, meninggal dunia setelah mengikuti diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS Solo.

Siaran TV Digital: Tenang! Warga Miskin Dapat STB Gratis, Cek Caranya

Warga miskin bakal dapat set top box (STB) gratis untuk membantu menerima siaran TV digital.

Pindah Agama Sukmawati Peristiwa Personal, Jangan Direspons Berlebihan

Sukmawati memutuskan pindah Hindu karena ingin kembali ke agama leluhurnya.

"Kemenag Hadiah untuk NU" Tuai Kontroversi, PBNU: Menag Tak Bijaksana

Menag Yaqut mengatakan Kemenag merupakan hadiah negara untuk NU bukan untuk umat islam sehingga dapat memanfaatkan dalam jabatan di instansi.

Geger Jenazah Sejoli di Tasikmalaya, Polisi Sebut Luka Tembak 1 Pistol

Warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat geger penemuan jenazah dua sejoli dalam kamar kontrakan, Sabtu (23/10/2021) yang disebut polisi meninggal akibat luka tembak dari satu pistol.

Elektabilitas Ditanggapi Sinis DPP PDIP, Ganjar Pranowo: Survei Apa?

Ganjar justru memberikan apresiasi kepada koleganya di PDIP yang juga kerap muncul di sejumlah survei, Tri Rismaharini. 

Kebakaran Toko di Karanganom Klaten Diketahui dari 2 Pemuda Nongkrong

Peristiwa kebakaran itu diketahui oleh dua pemuda yang sedang nongkrong di Taman Koplak Andong yang berjarak 20 meter dari toko yang terbakar sekitar pukul 03.30 WIB.

Pengamat Sebut Prabowo Capres Pilihan Milenial

Posisi Menteri Pertahanan di kabinet Jokowi juga ikut mengenalkan Prabowo kepada generasi muda.

Pengurus Baru IPHI Sidorejo Salatiga Dilantik, Ini Ketuanya

Setelah tertunda setahun akibat pandemi Covid-19, pengurus baru IPHI Sidorejo, Kota Salatiga, dilantik.

Tak Seperti Jogja, Apa Alasan Daerah Istimewa Surakarta Dihapuskan?

Pernah menyandang daerah istimewa Surakarta seperti Yogyakarta, kenapa predikat tersebut dihapuskan? Ini alasannya.