Keponakan bacok tante yang menolak cintanya

KUDUS: Pelajar berinisial Ud (19) tega membacok tantenya, Esthi Pujiati (38), Kamis (30/4) malam, gara-gara korban menolak cinta yang diutarakan keponakannya itu.

Akibat sabetan senjata tajam, Esthi, warga Desa Loramkulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mengalami luka serius di bagian kepala.

Esthi Pujiati ketika ditemui di Rumah Sakit Mardirahayu Kudus, Jumat mengaku sering bertemu dengan pelaku, namun mengatakan tidak memiliki kedekatan yang bisa disebut sebagai hubungan kekasih.

"Saya tidak mungkin berkencan dengan dia yang masih berstatus pelajar. Saya memiliki suami dan dua anak," ujarnya.

Namun, penolakan korban itu ternyata membuat pelajar ini nekat melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban menderita luka sobek dan harus dilakukan 25 jahitan.

Sebelum kejadian, pelaku mendatangi rumah korban sekitar pukul 22:00 WIB. "Karena tidak enak dengan tetangga, saya menawarkan kepada dia untuk bertemu di tempat tertentu," ujarnya.

Akhirnya korban diminta menemui pelaku di depan Museum Kretek. Ketika korban menemui pelaku di tempat yang dijanjikan pada pukul 23:00 WIB, pelaku ditemani tiga orang temannya yang berboncengan dengan dua sepeda motor.

Selanjutnya, pelaku bersama salah seorang temannya menemui korban, sedangkan dua teman pelaku masih di tepi jalan.

Pada kesempatan tersebut, pelaku menyatakan cintanya kepada ibu dua anak yang memiliki ikatan saudara.

Korban berusaha menolak secara halus, dengan mengungkapkan alasan dia masih pelajar dan sedang konsentrasi ujian akhir. "Nanti saja, setelah selesai ujian nasional (UN)," ujarnya mencoba meredam emosinya.

Namun, penolakan korban justru membuat pelaku yang masih dalam pengaruh minuman keras itu langsung naik pitam dan memarahi korban.

Belum lama umpatan tersangka itu dilontarkan, korban langsung mendapat serangan bertubi-tubi dengan senjata tajam dari tersangka dibantu salah seorang temannya sehingga pada bagian kepala korban hingga sekujur tubuhnya berlumuran darah.

Korban berupaya lari menyelamatkan diri sambil berteriak minta tolong warga sekitar yang kebetulan masih berada di dekat museum.

Sementara pelaku bersama tiga temannya langsung melarikan diri karena khawatir menjadi amuk massa.

Warga sekitar yang melihat korban bersimbah darah langsung memberikan pertolongan. Dengan menggunakan mobil patroli milik PT Djarum, korban langsung dibawa ke RSU Mardirahayu.

Korban mengalami empat luka seperti terkena sabetan benda tajam pada kepala bagian belakang masing-masing sepanjang 8 centi meter dan harus dilakukan 25 jahitan.

Sementara itu, Kapolsek Jati, AKP Yanu Wartono mengatakan, pihaknya hingga kini masih mengejar para pelaku yang sudah diketahui identitasnya. (Antara)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom