KEPEGAWAIAN SRAGEN : Malam Ini, Bupati Yuni Lantik 800-An Pejabat
Ilustrasi pengambilan sumpah dan janji pejabat. (JIBI/Solopos/Dok.)

Kepegawaian Sragen, Bupati Yuni akan melantik lebih dari 800 pejabat pada Jumat (30/12/2016) pukul 19.30 WIB.

Solopos.com, SRAGEN -- Lebih dari 800 pejabat eselon II, III, dan IV akan dilantik dan dikukuhkan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Jumat (30/12/2016) malam ini.

Dari puluhan posisi jabatan eselon II, masih ada enam posisi jabatan eselon II yang belum terisi. Pengisian enam posisi jabatan itu dilakukan lewat lelang terbuka pada awal 2017.

Pegawai Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, sibuk menyiapkan pelantikan pejabat di Gedung SMS Sragen. Backdrop pelantikan mulai pukul 15.00 WIB karena siang hari itu gedung itu masih digunakan untuk perayaan Natal. Pelantikan dimulai pukul 19.30 WIB.

“Ya, saya sudah siapkan backdrop. Pejabat yang hadir sampai ratusan orang. Pejabat eselon III saja ada 64 orang. Belum pejabat eselon II dan IV. Saya tidak hafal jumlahnya, coba ke BKD [Badan Kepegawaian Daerah]!” kata Kepala Bagian Humas, Tugino, saat dihubungi Solopos.com, Jumat siang.

Asisten III Setda Sragen, Wahyu Widayat, menyampaikan jumlah pejabat yang dilantik dan dikukuhkan ada 800-an orang. Dia menjelaskan posisi eselon II semua diisi kecuali enam posisi yang kosong karena meninggal dunia, pensiun, dan terjerat kasus hukum. Keenam posisi jabatan eselon II itu akan dilelang secara terbuka karena tidak bisa langsung dikukuhkan.

“Saat pelantikan itu sekaligus menunjuk pejabat pelaksana tugas (plt). Plt. baru nanti itu berbeda dengan plt. yang sekarang. Nah, lelang terbuka itu akan dilakukan pada awal 2017. Saya sendiri tidak tahu apa tetap bertahan di asisten atau tidak,” ujar mantan Kepala BKD Sragen itu.

Wahyu juga menyinggung status Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpor) Sragen Maksun Isnadi yang mengajukan pensiun dini. Ketika posisinya pengunduran diri, kata dia, bisa diisi pejabat baru tetapi penempatannya tergantung kebijakan Bupati.

“Ya, bisa saja pejabat eselon II yang ada digeser tetapi kan jumlahnya kurang,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, tidak menggunakan istilah lelang jabatan untuk pengisian enam posisi yang masih kosong itu. Yuni, sapaan Bupati, menggunakan istilah job fit untuk mengisi kekosongan jabatan itu.

Ketika ditanya tentang adanya penunjukkan plt. baru, Yuni tidak menjawab. “Hmmm...,” tulis Bupati dalam pesan singkatnya kepada Solopos.com lewat Whatsapp, Jumat siang.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto pun tak mengetahui nama-nama pejabat yang menempati jabatan baru sebelum pelantikan. Dia berkeyakinan posisi Sekda tinggal pengukuhan saja. “Saya sendiri tidak tahu siapa nama-nama pejabat baru itu,” tambah dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom